Senin, 2 November 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Industry

Permintaan Data Center di Indonesia Tinggi, Pasokan Listrik Tidak Mendukung

2 November 2026
in Industry
Reading Time: 3 mins read
permintaan data center tinggi

Permintaan Data Center di Indonesia Tinggi, Pasokan Listrik Tidak Mendukung (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Lonjakan investasi di sektor data center di Indonesia menghadapi tantangan serius akibat keterbatasan kapasitas penyerapan dan transmisi jaringan listrik domestik. Di kawasan Jawa-Madura-Bali (Jamali), jaringan kelistrikan diproyeksikan hanya mampu menyerap 3.207 megawatt (MW) dari total proyeksi permintaan data center tegangan tinggi yang diperkirakan melampaui 12.000 MW pada periode 2026 hingga 2030.

Kondisi ini menciptakan hambatan operasional bagi para pengembang data center yang membutuhkan sambungan listrik cepat dalam kurun waktu 18 bulan. Di sisi lain, proses konstruksi fisik gardu induk permanen oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN umumnya membutuhkan waktu hingga 24 bulan.

Vice President Strategic Planning and Transmission Asset Management PLN, Imam Makhfud, menjelaskan bahwa perseroan mempertimbangkan penggunaan gardu induk bergerak (mobile substation) sebagai solusi taktis untuk mengatasi kesenjangan tenggat waktu tersebut sekaligus menekan risiko aset terbengkalai (stranded asset).

“Gardu induk bergerak sangat efektif menutup kesenjangan antara kebutuhan listrik data center dan waktu pembangunan jaringan,” ujar Imam, seperti dilansir The Asian Business Review, Senin (2/11/2026).

Keterbatasan Jaringan Transmisi dan Ancaman Pembebanan

Meskipun sistem kelistrikan Jamali memiliki total kapasitas pembangkit mencapai 49,2 gigawatt (GW) dengan cadangan daya (reserve margin) di kisaran 33% hingga 35%, masalah utama sebenarnya tidak terletak pada ketersediaan pasokan daya, melainkan pada keandalan jaringan transmisi dan gardu induk penyalur. Gardu induk di lokasi strategis data center seperti Deltamas, Cibatu, dan Cirata diproyeksikan mengalami pembebanan di atas 90% pada 2026 dan 2027 jika terjadi gangguan komponen.

Untuk memitigasi risiko tersebut, PLN mengakselerasi penguatan jaringan di luar rencana awal Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, khususnya di wilayah industri Karawang, Tambun, Margakarya, dan Pasir Ranji.

Executive Vice President Retail and Commerce PLN, Nayusrizal, menegaskan bahwa penahapan kapasitas beban kini dilakukan secara ketat melalui infrastruktur sambungan khusus.

“Pelanggan data center membutuhkan infrastruktur sambungan khusus. Energi hijau disalurkan melalui transmisi dan gardu induk, lalu dikirim lewat infrastruktur sambungan khusus,” jelas Nayusrizal.

Ekspansi Pemain Global dan Tantangan Regulasi

Tinggi dan cepatnya pertumbuhan pemrosesan data nasional dipicu oleh masuknya raksasa teknologi dunia seperti Microsoft, Google, Amazon Web Services, dan Oracle. Berdasarkan proyeksi YCP Holdings mengutip riset Ember Energy Research, konsumsi listrik data center Indonesia diperkirakan melonjak empat kali lipat menjadi 26 terawatt-jam (TWh) pada 2030.

Sejauh ini PLN telah mengalokasikan kapasitas listrik di atas 1 gigavolt-ampere (GVA) untuk operator Big Data Exchange (BDx) dan Digital Edge di Jabodetabek, serta kontrak 450 MW dengan DayOne Data Centers di Batam. Namun, Director YCP Holdings, Jason Ong, menilai investor asing lebih berfokus mendanai fasilitas komputasi ketimbang membangun fasilitas pembangkit listrik sendiri.

Tantangan pasokan listrik ini diperberat oleh ketidakpastian regulasi domestik. Model pasar listrik pembeli tunggal (single buyer), aturan akses transmisi pihak ketiga yang belum rampung, serta dinamika ekspor energi hijau sebesar 3,4 GW ke Singapura semakin memperketat kompetisi perebutan pasokan listrik terbarukan bagi industri data center di dalam negeri. (*AMBS)

 

Tags: data centerenergi terbarukaninfrastruktur digitalInvestasi TeknologiJaringan TransmisiKetenagalistrikanPasokan ListrikPLN
Previous Post

Indodax Pastikan Aset dan Data Member Aman Usai Mitigasi Anomali Sistem

Next Post

Obrolan Grup WhatsApp Makin Ramai, Kini Ada Filter Pesan yang Menyebut Nama Pengguna

Related Posts

infrastruktur fisik dan digital Deloitte
Technology

Deloitte: Konvergensi Fisik dan Digital Tuntut Transformasi Pengelolaan Infrastruktur Global

31 Oktober 2026
0
pemenang WEPs Awards 2026 Indonesia UN Women
Industry

UN Women Umumkan 18 Pemenang WEPs Awards 2026, Wika hingga KAI Raih Penghargaan Kesetaraan Gender

30 Oktober 2026
0
startup teknologi Indonesia
Technology

Perusahaan Makin Selektif Investasi Teknologi, Ini Tren IT yang Dibidik pada 2027

22 Oktober 2026
0
Load More
Next Post
Obrolan Grup WhatsApp Makin Ramai, Kini Ada Filter Pesan yang Menyebut Nama Pengguna

Obrolan Grup WhatsApp Makin Ramai, Kini Ada Filter Pesan yang Menyebut Nama Pengguna

Discussion about this post

Recent Updates

Obrolan Grup WhatsApp Makin Ramai, Kini Ada Filter Pesan yang Menyebut Nama Pengguna

Obrolan Grup WhatsApp Makin Ramai, Kini Ada Filter Pesan yang Menyebut Nama Pengguna

2 November 2026
permintaan data center tinggi

Permintaan Data Center di Indonesia Tinggi, Pasokan Listrik Tidak Mendukung

2 November 2026
Indodax Aset Data Member

Indodax Pastikan Aset dan Data Member Aman Usai Mitigasi Anomali Sistem

2 November 2026
Rumah Indofood

Penjualan Naik 15%, Indofood CBP Hadapi Tekanan Biaya Bahan Baku dan Logistik

2 November 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Obrolan Grup WhatsApp Makin Ramai, Kini Ada Filter Pesan yang Menyebut Nama Pengguna

Obrolan Grup WhatsApp Makin Ramai, Kini Ada Filter Pesan yang Menyebut Nama Pengguna

2 November 2026
permintaan data center tinggi

Permintaan Data Center di Indonesia Tinggi, Pasokan Listrik Tidak Mendukung

2 November 2026
Indodax Aset Data Member

Indodax Pastikan Aset dan Data Member Aman Usai Mitigasi Anomali Sistem

2 November 2026
Rumah Indofood

Penjualan Naik 15%, Indofood CBP Hadapi Tekanan Biaya Bahan Baku dan Logistik

2 November 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version