youngster.id - Perusahaan telekomunikasi XLSMART (PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk) mencatatkan kinerja bisnis yang makin solid pada semester pertama (1H) 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan, penguatan profitabilitas, serta percepatan realisasi sinergi pasca merger.
Sepanjang enam bulan pertama tahun 2026, Perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp24,03 triliun, tumbuh 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). EBITDA yang dinormalisasi (Normalized EBITDA) tercatat sebesar Rp11,05 triliun dengan marjin sebesar 46%. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi (Normalized PAT) melonjak signifikan 294% YoY menjadi Rp2,73 triliun.
Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menyampaikan bahwa setelah melalui proses integrasi jaringan yang intensif, Perseroan kini memasuki fase optimalisasi. Menurutnya, skala jaringan yang lebih besar, portofolio spektrum yang luas, serta kekuatan multi-brand kini mulai terwujud dalam bentuk sinergi nyata yang mendorong efisiensi dan profitabilitas.
“Setelah melalui proses integrasi yang intensif, kami kini memasuki fase optimalisasi dengan fondasi perusahaan yang semakin kuat — skala jaringan yang lebih besar, portofolio spektrum yang semakin luas, dan kekuatan multi-brand kini mulai terealisasi menjadi sinergi nyata. Ini tercermin dari pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan, ditopang konsumsi data yang sehat dan ARPU yang terus menguat,” ujar Rajeev, dikutip Jum’at (14/8/2026).
Sinergi Merger Capai US$153 Juta dan Efisiensi Jaringan
Hingga akhir Juni 2026, realisasi sinergi merger (gross synergy) XLSMART mencapai US$153 juta (sekitar Rp2,4 triliun), naik tiga kali lipat dibandingkan 1H 2025 yang tercatat sebesar US$48 juta. Pencapaian ini didorong oleh penghematan biaya komersial, optimalisasi jaringan, hingga deregistrasi site yang tidak lagi aktif.
Perseroan mencatat sekitar 92% site telah terintegrasi ke jaringan XLSMART. Selain itu, sebanyak 15 ribu site duplikasi (redundant sites) telah dibongkar (dismantled), yang berdampak pada penurunan biaya operasional berulang secara signifikan.
Dari sisi infrastruktur, total BTS XLSMART tumbuh 26% YoY menjadi 265.442 unit. Sekitar 50% penambahan BTS dalam setahun terakhir difokuskan di luar Pulau Jawa (seperti Sulawesi dan Kalimantan) untuk memperkuat kepemimpinan jaringan di kawasan tersebut.
Konsumsi Data Naik dan Perluasan Layanan 5G
Kinerja komersial XLSMART juga menunjukkan penguatan dengan Blended ARPU yang meningkat menjadi Rp47,1 ribu pada 1H 2026, naik dari Rp38,2 ribu pada periode yang sama tahun lalu. Trafik layanan data tumbuh 19% YoY mencapai 7.934 Petabytes, seiring dengan meningkatnya konsumsi streaming, mobile gaming, dan layanan cloud.
Di sektor teknologi 5G, XLSMART terus memperluas cakupan dengan pendekatan blanket coverage. Hingga pertengahan 2026, layanan 5G XLSMART telah hadir di 52 kota—termasuk Bekasi, Tangerang, Kendal, dan Binjai—dengan didukung sekitar 15 ribu BTS 5G. Cakupan populasi nasional 5G Perseroan kini mencapai 23%, dengan kontribusi trafik 5G sebesar 27% terhadap total pertumbuhan trafik.
Struktur Keuangan Makin Kuat
Seiring dengan meningkatnya arus kas dan efisiensi operasional, struktur keuangan XLSMART tercatat makin sehat. Total utang kotor turun menjadi Rp20,87 triliun pada akhir Juni 2026, dengan rasio net debt to EBITDA sebesar 2,61x dan seluruh portofolio utang berdenominasi rupiah.
Pada periode ini, Perseroan mengalokasikan belanja modal (Capitalized Capex) sebesar Rp10,27 triliun untuk mendukung akselerasi integrasi jaringan serta ekspansi layanan 5G secara nasional.
STEVY WIDIA
