Kali Ini, K-Startup Grand Challenge Membuka Kesempatan Bagi Para Startup Asia Tenggara Unjuk Model Bisnis

Startup

Ini strategi agar startup kalian dapat bertahan dalam segala tantangan (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Program akselerator startup yang didukung oleh pemerintah Korea Selatan K-Startup Grand Challenge (KSGC) kembali membuka kesempatan bagi para startup di seluruh dunia yang ingin memasuki pasar Korea dan lebih mendalami pasar internasional. Kembali untuk tahun ke-7, program ini fokus pada startup SEA (Asia Tenggara) dan ANZ. Aplikasi dibuka pada 15 April 2022 dan akan ditutup pada 31 Mei 2022.

“Kami telah melihat banyak pelamar yang kuat dan beragam dari Asia Tenggara untuk program ini, dan mereka telah melakukannya dengan baik selama bertahun-tahun. Kami sangat senang melihat bagaimana pelamar Asia Tenggara akan mengejutkan kami untuk KSGC 2022,” kata Mr Shin Sung Woo, Direktur KICC Singapura, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (22/4/2022).

KSGC diluncurkan oleh Badan Promosi Industri TI Nasional (NIPA) pada tahun 2016 dan telah menjadi bagian integral dalam menghubungkan perusahaan rintisan yang menjanjikan dari seluruh dunia ke Korea Selatan. Pemerintah Korea Selatan berkomitmen untuk menjadikan negara ini sebagai pembangkit tenaga rintisan dan inovasi dan telah menginvestasikan rata-rata US$2 miliar per tahun sejak 2013 untuk mencapai tujuan tersebut.

Di tengah pandemi COVID-19, program KSGC terbukti menjadi salah satu program akselerator teraman dan paling dicari di dunia internasional. Lebih dari 2.600 perusahaan rintisan global mendaftar dari 118 negara untuk angkatan KSGC 2020. Hingga saat ini, program tersebut telah menghasilkan 109 startup dari 44 negara yang mendirikan basis operasi mereka di Korea. Program ini telah mendukung startup dan bisnis yang telah berhasil di berbagai bidang secara global seperti Artificial Intelligence, fintech, logistik, bioteknologi, robotika, pengembangan game, IoT, e-commerce, dll.

“Selama waktu kami dengan program KSGC, tim dan mentor KSGC membantu kami mengamankan uji coba, dan peluang jaringan dengan pemain terkemuka seperti Samsung dan LG Chem, serta pemain industri baterai lokal. Program ini berperan penting dalam upaya internasionalisasi kami dari Singapura ke Korea Selatan.” Kata Joshua Sunny Chuah, salah satu pendiri Anzene, perusahaan startup baterai pintar Singapura dari batch KSGC 2019.

KSGC 2022 akan menawarkan 60 startup dari seluruh dunia yang berusia kurang dari 7 tahun program residensi 3,5 bulan mulai 1 Agustus hingga 15 November. Setiap perwakilan startup harus berkewarganegaraan asing, dan menyatakan minat yang jelas untuk berekspansi ke pasar Korea dan Asia Timur. Untuk tahun 2022, sepuluh tim dengan kinerja terbaik akan mendapatkan hibah uang senilai US$320.000. Sedangkan pemenangnya akan mendapatkan uang tunai sebesar US$120.000. Selain itu, tiga puluh startup teratas akan mendapatkan bantuan lebih lanjut untuk mengembangkan bisnis di Korea.

Program ini akan dilakukan di Pangyo Techno Valley. Biaya hidup peserta akan ditanggung, dan diberikan ruang kantor dan proyek gratis untuk bekerja. Startup akan memiliki akses ke mentor, konsultan, dan tim pengembangan bisnis untuk membantu memenuhi potensi mereka dan membantu upaya pelokalan mereka.

“Dengan lebih dari 10 startup unicorn yang berbasis di Korea Selatan, fokus pada keragaman startup dengan membawa inovasi dan ide dari SEA dapat menjadi kunci masa depan kancah teknologi di Korea,” tutup Mr. Shin. (*AMBS)

Exit mobile version