Selasa, 17 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Model Bisnisnya Lebih Ramping, Bukalapak Jadi Calon Potensial bagi TEMU?

11 Oktober 2024
in Headline
Reading Time: 2 mins read
aplikasi TEMU

Model Bisnisnya Lebih Ramping, Bukalapak Jadi Calon Potensial bagi TEMU? (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Memperhatikan model bisnisnya yang lebih ramping, Maybank Investment Bank menilai perusahaan e-commerce Indonesia, Bukalap, sebagai kandidat potensial untuk TEMU, sebuah pasar online yang dioperasikan oleh perusahaan e-commerce Tiongkok PDD Holdings.

Seperti diketahui, TEMU mendapat penolakan izin operasi dari regulator (Pemerintah Indonesia). Pasalnya, model bisnis TEMU yaitu model manufaktur langsung ke pelanggan, terutama dari Tiongkok. Model bisnis manufaktur langsung ke konsumen ini mencakup model konsinyasi penuh di mana platform (TEMU) menangani pemilihan produk, penetapan harga, penjualan dan pemasaran, logistik, dan layanan purna jual. Pemerintah Indonesia menilai hal ini akan menyebabkan kurangnya keadilan dalam persaingan usaha kecil dan menengah (UKM) lokal.

“Situasi ini mirip dengan ekspansi TikTok di Indonesia pada tahun 2023, karena pemerintah tidak mengizinkan integrasi media sosial dan e-commerce. Solusi TikTok adalah mengakuisisi Tokopedia. Pelaku pasar berspekulasi skenario serupa jika regulator terus menolak permohonan izin TEMU,” kata pihak Maybank, seperti dilansir TN Global, Jum’at (11/10/2024).

Baca juga :   Bea Cukai Bersama E-Commerce Berantas Peredaran Barang Palsu dan Bajakan

Berdasarkan analisis Maybank, ada dua platform e-commerce yang terdaftar di Indonesia, yakni Bukalapak dan Global Digital Niaga (GDN).

Bukalapak menyasar kota-kota kelas menengah ke bawah dan non-tier, sedangkan Global Digital Niaga menyasar kota-kota kelas menengah atas dan tier satu. Dalam hal bahan makanan, Bukalapak memiliki toko bahan makanan online Allo Fresh, sedangkan GDN memiliki jaringan supermarket premium Ranch Market.

GDN juga memiliki platform perjalanan online Tiket.com, toko furnitur dan perbaikan rumah online dan offline Dekoruma.com. Dalam hal jaringan distribusi fisik, GDN mengadopsi model hub and spoke, last mile delivery (BES), model logistik dan gudang.

Sedangkan untuk e-commerce, GDN mengadopsi model Business to Consumer (B2C) dan Customer to Customer (C2C) di bawah Blibli.com. Sementara itu, Bukalapak mengadopsi model C2C di bawah pasarnya bukalapak.com.

“Jika TEMU perlu mengakuisisi perusahaan e-commerce lokal yang terdaftar karena kendala regulasi, kami yakin Bukalapak akan menjadi mitra yang lebih cocok karena model bisnisnya yang lebih ramping,” tegasnya.

Baca juga :   Bisnis Kedai Kopi Masih Bakal Naik di 2020

Sejauh ini, Temu telah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Mulai dari nol pada bulan September 2022, nilai barang dagangan kotor (GMV) bulanan perusahaan mencapai US$4 miliar pada kuartal kedua tahun 2024, karena beroperasi secara global (Eropa: 38 negara, Afrika: 4 negara, Amerika Utara, Amerika Selatan: 7 negara , dan Asia: 17 negara). Di Asia Tenggara, TEMU beroperasi di Brunei, Malaysia dan Thailand.

“Posisi produk TEMU berfokus pada produk tanpa merek dan berbiaya rendah, menyasar pelanggan pasar massal yang mengutamakan keterjangkauan. Menurut kami, ini memiliki karakteristik yang mirip dengan pasar Indonesia,” tambahnya.

Menurut analis Maybank, regulasi dan logistik menjadi tantangan bagi TEMU di Indonesia. Pertama, TEMU harus mendapatkan izin beroperasi di Indonesia. Pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan, terang-terangan enggan memberikan izin TEMU karena pemerintah yakin hal itu akan berdampak pada produsen di Indonesia.

“Kami berpendapat UKM adalah topik politik yang sensitif, oleh karena itu menurut kami TEMU mungkin perlu mendapatkan izin yang sudah ada dari sebuah perusahaan,” katanya.

Baca juga :   Industri IoT Dalam Negeri Harus Berkembang dan Dilindungi

Bahkan jika TEMU berhasil mendapatkan izin e-commerce, Maybank yakin TEMU masih perlu memenuhi persyaratan kandungan lokal Indonesia untuk mendapatkan izin operasional. “Kami pikir pendekatan serupa terhadap kendaraan listrik (EV) mungkin dilakukan, karena pemerintah mengamanatkan minimal 40% konten lokal untuk kendaraan listrik, dan persyaratannya bisa lebih tinggi lagi untuk produk fashion,” katanya.

Kedua, setelah mendapat izin, tantangan berikutnya bagi TEMU adalah logistik. Saat ini, TEMU bermitra dengan penyedia logistik dan lebih memilih perusahaan yang memiliki biaya kompetitif, kapasitas besar, dan kecepatan eksekusi cepat.

Kendati begitu, dalam pengajuan pasar saham, Bukalapak menyatakan tidak memiliki informasi tambahan atau peristiwa penting untuk diungkapkan. Namun, pasar berspekulasi TEMU mungkin mengakuisisi platform e-commerce lokal. Dan, BUKA bisa menjadi mitra kuat TEMU, karena TEMU sedang mencari izin operasional namun pemerintah menolaknya. (*AMBS)

 

Tags: akuisisi e-commerceBukalapakPDD HoldingsTEMU
Previous Post

MNC Play Migrasi Jadi Indosat HiFi, Perluas Area Layanan Dengan Target 2 Juta Homepass

Next Post

Pasarkan Asuransi Jiwa bagi Keluarga Muda, Avrist Gandeng Insurtech Fuse

Related Posts

Bukalapak
STARTUP

Terangkat Kenaikan Nilai Portofolio, Bukalapak Catat Laba Bersih Rp2,4 Triliun

30 Oktober 2025
0
BukaTabungan
News

Bukalapak Tutup Layanan Marketplace, Tinggal Jualan Produk Virtual

8 Januari 2025
0
BMoney Hadirkan Layanan Ekslusif Untuk Investor Premium
News

BMoney Hadirkan Layanan Ekslusif Untuk Investor Premium

25 Oktober 2024
0
Load More
Next Post
Avrist x Fuse

Pasarkan Asuransi Jiwa bagi Keluarga Muda, Avrist Gandeng Insurtech Fuse

Aplikasi Moladin

Permudah Akses UMKM ke Modal, Moladin Luncurkan Aplikasi untuk Agen

Food Marathon

Food Marathon, Upaya Atasi Makanan Terbuang

Discussion about this post

Recent Updates

Beasiswa BCA

BCA Berikan Beasiswa Bakti 2026 kepada 700 Mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi

16 Februari 2026
ONIC

ONIC Juara Free Fire Battle Rush Series 2026, Buktikan Dominasi Jelang FFWS SEA

16 Februari 2026
AwanPintar.id

AwanPintar.id: Indonesia Jadi Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar Sepanjang 2025

16 Februari 2026
Pembayaran Berbasis Agen AI

DBS dan Visa Luncurkan Pilot Project Pembayaran Berbasis Agen AI Pertama di Asia Pasifik

16 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Beasiswa BCA

BCA Berikan Beasiswa Bakti 2026 kepada 700 Mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi

16 Februari 2026
ONIC

ONIC Juara Free Fire Battle Rush Series 2026, Buktikan Dominasi Jelang FFWS SEA

16 Februari 2026
AwanPintar.id

AwanPintar.id: Indonesia Jadi Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar Sepanjang 2025

16 Februari 2026
Pembayaran Berbasis Agen AI

DBS dan Visa Luncurkan Pilot Project Pembayaran Berbasis Agen AI Pertama di Asia Pasifik

16 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version