Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Pelaku UMKM Sudah Melek Digital Tapi Belum Memanfaatkan Teknologi Untuk Pengembangan Usaha

16 April 2022
in Headline
Reading Time: 2 mins read
Amartha Prosperity Index

Chief Risk & Sustainability Officer Amartha Aria Widyanto. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Hasil riset Amartha terhadap pelaku usaha mikro dan ultra mikro menunjukkan bahwa pelaku usaha ini sudah memiliki tingkat inklusi keuangan yang baik, dengan skor 84,33. Namun hasil riset ini juga menunjukkan belum banyak UMKM yang memanfaatkan kanal digital untuk mengembangkan usaha mereka.

Chief Risk & Sustainability Officer PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) Aria Widyanto, mengungkapkan, tujuan utama Amartha meluncurkan riset ini adalah untuk mengetahui fakta di lapangan, faktor-faktor apa saja yang dapat mendorong UMKM untuk lebih maju dilihat dari kacamata inklusi keuangan dan adopsi teknologi.

“Kami mendapatkan temuan bahwa pelaku usaha mikro dan ultra mikro di Indonesia sudah cukup melek dengan inklusi keuangan, tetapi belum mahir memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usahanya. Jadi penggunaan teknologi masih sebatas pada keperluan komunikasi harian atau hiburan saja,” unkap Aria dalam keterangannya, Jumat (15/4/2022).

Aria mengatakan, riset yang bertajuk “The Indonesia Grassroot Entrepreneur Report” ini diukur menggunakan Amartha Prosperity Index. Ini adalah sebuah indeks yang disusun untuk memahami bagaimana kondisi pelaku usaha ultra mikro dan kecil pada saat ini dalam ranah perilaku finansial dan digital.

Baca juga :   Accelerice Indonesia Umumkan 9 Startup Mengikuti Program FSIA 2023

Survei ini dilakukan pada bulan November 2021 dan melibatkan 402 orang pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, yaitu Bodetabek, Jawa Tengah, Yogyakarta, Lampung, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan. Riset mengutamakan responden yang berdomisili di wilayah sub-urban, sesuai dengan karakteristik mitra Amartha.

“Dari hasil riset ini ditemukan bahwa dimensi adopsi digital berperan lebih besar dalam mendorong akselerasi bisnis para pelaku usaha mikro dan ultra mikro. Kemudian, diikuti oleh dimensi pemanfaatan produk keuangan, serta dimensi inklusi finansial. Adopsi digital di segmen ini sudah cukup baik dengan perolehan skor 66,08,” papar Aria.

Menurut dia, 97% pelaku usaha mikro dan ultra mikro sudah memiliki perangkat/gadget, akses internet, dan penggunaan media sosial. Tetapi, penggunaan e-commerce untuk memperluas jangkauan pasar masih sangat rendah, dengan perolehan skor 20,50.

Baca juga :   Pertumbuhan Startup Memacu Berinovasi

Dalam hal pemanfaatan produk keuangan untuk tingkat lanjutan, hasilnya diperoleh skor sebesar 29,98. Itu  artinya para pelaku UMKM sudah terinklusi oleh produk keuangan tetapi penggunaannya hanya sebatas transaksi umum saja, belum dioptimalkan untuk mengembangkan usaha.  Dari survei ini pula, terlihat bahwa 92% UMKM memulai usaha mereka dari modal pribadi. Hanya sekitar 34% yang melakukan pinjaman dari institusi formal seperti perbankan.

Angka pengguna fintech juga masih sangat rendah, yakni hanya 2,7% pelaku UMKM yang mendapat modal berkat pinjaman fintech. Alasan utamanya adalah, mereka khawatir tidak sanggup membayar pinjamannya, sehingga lebih memilih tabungan pribadi saja.

“Ini merupakan peluang besar khususnya bagi Amartha, karena pangsa pasar UMKM yang belum terlayani akses permodalan masih sangat banyak. Stigma bahwa berutang merupakan hal buruk, sebenarnya bisa diluruskan. Pinjaman produktif seperti yang disediakan oleh Amartha justru dapat membuka peluang bagi UMKM untuk lebih maju dan sejahtera, apalagi pelayanan Amartha tidak terbatas pada pemberian modal saja, tetapi juga pendampingan usaha,” paparnya.

Baca juga :   Demi Generasi Milenial, Danamon Perkuat Komunikasi Berbasis Digital

Amartha sebagai perusahaan fintech yang berfokus pada pemberdayaan perempuan pengusaha mikro cukup gencar melakukan edukasi literasi keuangan dan digital untuk para mitranya. Lebih dari 103 ribu mitra telah mengikuti pelatihan literasi keuangan, dan lebih dari 45 ribu mitra memperoleh edukasi kewirausahaan dari Amartha. Dampaknya, lebih dari 25% mitra Amartha sudah membiasakan diri untuk melakukan pencatatan keuangan, sehingga lebih disiplin dalam menabung dan mampu membeli aset baru dari hasil menabung.

STEVY WIDIA

Tags: Amartha Prosperity Index.Pelaku UMKMPT Amartha Mikro Fintek (Amartha)risetusaha mikro dan ultra mikro
Previous Post

Dinilai Sudah Mampu Mandiri, PKT “Lepas” 3 Usaha Binaannya

Next Post

Peningkatan Konektivitas Berperan Krusial Dalam Mendorong Transformasi Digital di Indonesia

Related Posts

Telkom Gandeng UNAIR Perkuat Pengembangan AI Center of Excellence
Technology

Telkom Gandeng UNAIR Perkuat Pengembangan AI Center of Excellence

11 Desember 2025
0
AI Natives Indonesia Inginkan Interaksi AI Lebih Cepat Namun Manusiawi
Technology

AI Natives Indonesia Inginkan Interaksi AI Lebih Cepat Namun Manusiawi

13 November 2025
0
IRN Jaring Riset Mahasiswa Untuk Pengembangan Pangan Fungsional Bagi Kesehatan
Headline

IRN Jaring Riset Mahasiswa Untuk Pengembangan Pangan Fungsional Bagi Kesehatan

4 Juni 2025
0
Load More
Next Post
belajar jarak jauh

Peningkatan Konektivitas Berperan Krusial Dalam Mendorong Transformasi Digital di Indonesia

teknologi

MSIG Indonesia Hadirkan Layanan Asuransi Lewat Aplikasi Mobile

Remaja

Startup Ini Fasilitasi Pelatihan Jasa untuk Buka Lapangan Kerja Bagi Remaja Siap Kerja

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version