Senin, 18 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Pendanaan ke Startup Fintech di Asia Tenggara Turun 25% Pada Paruh Pertama 2024

6 Juli 2024
in Headline
Reading Time: 2 mins read
pendanaan startup

Pendanaan Startup di Asia Tenggara Menurun Tajam pada November 2024 (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Total pendanaan untuk startup fintech di Asia Tenggara (SEA) turun 25% menjadi US$899 juta pada paruh pertama tahun 2024 dari US$1,2 miliar pada tahun lalu.

Hal itu terungkap dari laporan terbaru yang dirilis perusahaan intelijen pasar Tracxn bertajuk “Geo Semi-Annual Report: SEA FinTech H1 2024”, yang menyebutkan bahwa pendanaan tersebut juga mengalami penurunan sebesar 31% dari US$1,3 miliar yang dikumpulkan pada paruh kedua tahun 2023.

Laporan itu menyebutkan, ekosistem startup fintech di Asia Tenggara mengalami pendanaan setengah tahunan tertinggi pada paruh kedua tahun 2021, setelah itu pendanaan tersebut menurun secara signifikan.

“Kondisi makroekonomi dan masalah geopolitik saat ini semakin berkontribusi terhadap tren penurunan ini, menjadikan paruh pertama tahun 2024 sebagai paruh tahun yang paling sedikit pendanaannya dalam tiga tahun terakhir,” kata Tracxn, seperti dilansir TN Global, dikutip Sabtu (6/7/2024).

Laporan itu menyebutkan bahwa penurunan ini didorong oleh penurunan investasi tahap awal dan tahap akhir. Investasi tahap akhir turun 47% menjadi US$338 juta pada paruh pertama tahun 2024 dari US$632 juta pada paruh pertama tahun 2023. Sedangkan, investasi seed-stage mencapai US$42,5 juta pada paruh pertama tahun 2024, turun 53% dari US$90 juta pada paruh pertama tahun 2023.

Namun, pendanaan tahap awal (early-stage) meningkat 17% menjadi US$519 juta pada paruh pertama tahun 2024 dari US$443 juta pada paruh pertama tahun 2023.

Pada paruh pertama tahun 2024 ini hanya terjadi dua putaran pendanaan senilai US$100 juta+, dibandingkan empat putaran pada masing-masing putaran pada paruh pertama tahun 2023 dan paruh kedua tahun 2023. ANEXT Bank mengumpulkan US$148 juta dalam putaran Seri D, dan GuildFi juta memperoleh Us$140 juta dalam putaran pendanaan Seri A.

“Teknologi investasi, pinjaman alternatif, dan teknologi perbankan merupakan segmen dengan kinerja terbaik berdasarkan pendanaan pada paruh pertama tahun 2024 di sektor fintech Asia Tenggara,” tambahnya.

Sejatinya, penurunan pendanaan terjadi di berbagai segmen. Namun, segmen teknologi investasi memperoleh total pendanaan sebesar US$216 juta pada paruh pertama tahun 2024, meningkat 666% dibandingkan dengan US$28,2 juta pada enam bulan pertama tahun 2023.

Segmen pinjaman alternatif mengumpulkan US$206 juta pada paruh pertama tahun 2024, turun 59% dibandingkan dengan US$502 juta yang dikumpulkan pada paruh pertama tahun 2023.

Perusahaan Teknologi Perbankan mengumpulkan US$186 juta pada paruh pertama tahun 2024, tumbuh sebesar 59% dari US$117 juta yang dikumpulkan pada paruh pertama tahun 2023.

Selain itu, tak satu pun perusahaan dari bidang ini yang go public dalam enam bulan pertama tahun 2024. Namun, terdapat peningkatan jumlah akuisisi, menjadi 16 pada paruh pertama tahun 2024 dari 11 pada paruh pertama tahun 2023 dan 13 pada paruh kedua tahun 2023.

Singapura memimpin dalam hal pendanaan di sektor ini, mencakup lebih dari separuh total investasi. Perusahaan fintech yang berbasis di Singapura mengumpulkan US$518 juta pada paruh pertama tahun 2024, sementara perusahaan yang berbasis di Bangkok dan Jakarta masing-masing mengumpulkan US$140 juta dan US$128 juta.

East Ventures, Y Combinator, dan 500 Global adalah investor terbesar sepanjang masa di bidang ini. Sementara itu, Antler, Hashed, dan AppWorks merupakan investor teratas dalam putaran tahap awal pada paruh pertama tahun 2024, sementara MassMutual Ventures, Illuminate Financial, dan Nyca Partners merupakan investor tahap awal teratas. Sedangkan, MUFG Innovation Partners dan NewView Capital merupakan investor terbesar pada putaran akhir periode tersebut.

“Meskipun ada tantangan tertentu, terdapat optimisme yang signifikan terhadap pertumbuhan jangka panjang kawasan ini. Faktor-faktor seperti populasi muda, basis konsumen yang besar, ketergantungan pada sistem keuangan dan komersial informal, dan inisiatif pemerintah diperkirakan akan mempercepat pertumbuhan di kawasan ini,” pungkasnya. (*AMBS)

 

Tags: fintech fundingpendanaan startup fintechstartup fintechTracxn
Previous Post

Ikut Tren Sustainable Fashion Blibli dan MoJA Museum Gelar Preloved Market

Next Post

Dorong Transparansi Data, AirGradient Luncurkan Peta CO2 Global Real Time

Related Posts

Startup energi terbarukan
Startup & Entrepreneurship

Pendanaan Startup Energi Asia Tenggara Tembus US$1,8 Miliar, Panel Surya Paling Diminati

20 April 2026
0
Pendanaan Startup Asia Tenggara Q1 2026
Startup & Entrepreneurship

Pendanaan Startup Asia Tenggara Melonjak 146% di Kuartal I 2026, Tembus US$2,8 Miliar

16 April 2026
0
Pendanaan Startup Asia 2026
Startup & Entrepreneurship

Tracxn: Pendanaan Startup Teknologi Indonesia Anjlok 38% pada 2025

20 Januari 2026
0
Load More
Next Post
AirGradient

Dorong Transparansi Data, AirGradient Luncurkan Peta CO2 Global Real Time

Otoklix

Otoklix Jadi Penyedia Layanan Purna Jual Kendaraan Listrik VinFast di Seluruh Indonesia

Cakap - ISO

Memenuhi Standar Kualitas Internasional, Cakap Raih Sertifikasi ISO 9001:2015

Discussion about this post

Recent Updates

H3RO Esports 6.0

Antusiasme Esports Indonesia Terus Naik, H3RO Esports 6.0 Jaring Ribuan Talenta Muda

16 Mei 2026
Nerflix

Persaingan OTT Makin Ketat, Netflix Bawa Paket Beriklan ke Indonesia

15 Mei 2026
SEA Esports Nations Cup 2026

Indonesia Juara Umum SEA Esports Nations Cup 2026, Perkuat Dominasi di Asia Tenggara

15 Mei 2026
School of Design BINUS

Di Tengah Era AI, School of Design BINUS Raih Employer Reputation #2 di Indonesia

15 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
H3RO Esports 6.0

Antusiasme Esports Indonesia Terus Naik, H3RO Esports 6.0 Jaring Ribuan Talenta Muda

16 Mei 2026
Nerflix

Persaingan OTT Makin Ketat, Netflix Bawa Paket Beriklan ke Indonesia

15 Mei 2026
SEA Esports Nations Cup 2026

Indonesia Juara Umum SEA Esports Nations Cup 2026, Perkuat Dominasi di Asia Tenggara

15 Mei 2026
School of Design BINUS

Di Tengah Era AI, School of Design BINUS Raih Employer Reputation #2 di Indonesia

15 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version