Selasa, 18 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Penekanan Pada Pembentukan Ekosistem, Telkom Mulai Garap Metaverse dengan Kolaborasi 

3 Maret 2022
in Headline
Reading Time: 2 mins read
Telkom Metaverse

Penekanan Pada Pembentukan Ekosistem, Telkom Mulai Garap Metaverse dengan Kolaborasi (Foto: Istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - PT Telkom akan mulai garap layanan Metaverse dengan memperbanyak kolaborasi demi terciptanya ekosistem nasional.

Metaverse sendiri pertama dicetuskan tahun 2000-an, namun baru belakangan mencuat di publik setelah tahun lalu Meta memperkenalkan Metaverse. Istilah Metaverse ini didefinisikan sebagai lingkungan virtual yang bisa dimasuki netizen, alih-alih sekedar melihat layar monitor. Atau, dunia komunitas virtual tanpa akhir, yang mana setiap orang bisa saling terhubung dalam bentuk tiga dimensi sebagai ruang orang bekerja, bertemu, bermain, dan aktivitas lainnya.

Metaverse disebut-sebut menjadi teknologi masa depan yang akan menciptakan peluang investasi dan bisnis. Oleh karena itu, semua pihak di Indonesia, terutama perusahaan teknologi seperti Telkom, perlu menyikapinya dengan langkah-langkah strategis.

Muhammad Fajrin Rasyid, Direktur Bisnis Digital PT Telkom mengatakan, pihaknya akan berperan dalam Metaverse dengan penekanan pembentukan ekosistem bisnis yang memberi benefit bagi banyak pihak, bukan untuk segelintir.

“Kami senang bermain di Metaverse sebagai sebuah hal baru, karenanya kami senang jika bisa mengeksplorasi kemitraan dengan banyak pihak. Terlebih, Meta sebelumnya sudah ada kemitraan dengan Telkom University melalui TIP, sehingga ini permulaan yang baik,” kata Fajrin di Jakarta, Rabu (2/3/2022).

Menurut Fajrin, penekanan ekosistem juga berarti mengidentifikasi peran utama Telkom seraya memastikan pihak lain yang terkait bisa memainkan kapabilitasnya secara optimal. Karena itu, kolaborasi Metaverse dengan industri seperti Meta (induk dari FB, WA dan IG), sangat dinantikan guna lebih mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Kolaborasi Metaverse ini juga penting karena tahun ini Indonesia sudah umumkan ibukota baru serta akan menjadi pimpinan pertemuan G20. Pertemuan ini ajang akbar dan dibicarakan semua masyarakat, dan Telkom terus mempersiapkan dalam 10 bulan ke depan agar pertemuan G20 memberi peluang bisnis bagi kami,” katanya. ”Sebelumnya, kami sudah mengundang Meta dalam gugus tugas terkait G20 tersebut.”

Sementara itu, Rektor Telkom University (Tel-U) Prof Adiwijaya mengatakan, Tel-U sebelumnya sudah bekerjasama dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) dalam pengembangan aneka layanan Metaverse.

Antara lain dalam riset uses cases, Augemented Reality, Virtual Reality, dan produk 3D hologram. Juga yang terkait Metaverse, seperti di area tourism, meningkatkan kualitas pegawai dan proses pengajaran di kampus kami.

“Telkom University sangat peduli pada pengembangan teknologi Metaverse. Karena itu, strategi kolaborasi antara Telkom, Telkom University, Meta, dan industri lokal perlu ditingkatkan agar terbentuk ekosistem,” ujar Adiwijaya.

Sebelumnya, dalam rapat bersama Komisi VI, akhir Januari, Menteri BUMN Erick Thohir mengarahkan Telkom dan Telkomsel menggarap Metaverse dan turunannnya, baik dalam skema Business to Consumer maupun Business to Business.

“Telkomsel lebih ke Business to Consumer yaitu menyambung yang namanya Metaverse, game finance dan lain-lain itu kepada [konten] kreator di Indonesia. Telkom kita dorong Business to Business. Salah satu tadi yang disampaikan bagaimana pembangunan tower, kedua fokus pada data center iCloud dan lain-lain,” ujar Erick.

Pada pelantikan Pengurus Forum Alumni Universitas Telkom (FAST), Mohamad Ramzy, Direktur Finance & Risk Management Telkomsel menyampaikan, pasar Metaverse dapat mencapai US$783,3 miliar pada tahun 2024. Angka itu naik dari US$478,7 miliar di tahun 2020, sekaligus mewakili tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 13,1%.

“Metaverse merupakan environment digital, ini juga juga mencakup fully functional economy. Kalau kita hanya berkutat bahwa Metaverse hanya digital environment, (maka) hanya akan menjadi hype dan tidak ada dampak ekonomi atau akan sulit (untuk) monetisasinya. Tapi kenyataannya tidak demikian, bahwa di environment Metaverse ada dampak ekonomi yang bergulir, ada pasar primer dan sekundernya,” kata Ramzy.

 

STEVY WIDIA

Tags: BRINMetaMetaversepembentukan ekosistem
Previous Post

Dukung Potensi Kearifan Lokal Wisata Daerah, OYO Bantu Digitalisasi “Desa Wisata”

Next Post

TikTok Perpanjang Durasi Video hingga 10 Menit

Related Posts

Facebook Creator Studio
Technology

Facebook Bekali Kreator dengan Asisten AI Pribadi, Jadi Lebih Fokus Berkarya

14 Agustus 2026
0
AMD Helios Advancing AI 2026
Technology

Ambil Alih Pasar AI Gigawatt, AMD Luncurkan Infrastruktur AI Helios dan Gandeng OpenAI Hingga Anthropic

25 Juli 2026
0
Meta AI
Technology

Meta AI Kini Bisa Beri Tahu Orang Tua Jika Remaja Tunjukkan Tanda Tekanan Emosional

20 Juli 2026
0
Load More
Next Post
TikTok

TikTok Perpanjang Durasi Video hingga 10 Menit

generasi MZ

Lebih Dari 3,7 Juta Lapangan Kerja Baru Akan Tercipta Dalam Ekonomi Digital Indonesia

POCO

Brand Smartphone Ini Bidik Anak Muda Dengan Angkat Tren Subkultur

Discussion about this post

Recent Updates

Moladin Finance Pashouses pembiayaan properti

Hadirkan Solusi Pembiayaan Properti, Moladin Finance Gandeng Pashouses

18 Agustus 2026
Geotab Investigations

Percepat Investigasi Insiden Armada, Geotab Luncurkan Solusi Geotab Investigations

18 Agustus 2026
Airy Rooms tutup

Kisah Runtuhnya Airy Rooms: Dari Ekspansi Agresif VHO ke Gulung Tikar Diterjang Pandemi

18 Agustus 2026
Traveloka SEA Index

Traveloka SEA Index 2026: Wisatawan Asia Tenggara Cenderung Pelesir Lebih Lama

18 Agustus 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Moladin Finance Pashouses pembiayaan properti

Hadirkan Solusi Pembiayaan Properti, Moladin Finance Gandeng Pashouses

18 Agustus 2026
Geotab Investigations

Percepat Investigasi Insiden Armada, Geotab Luncurkan Solusi Geotab Investigations

18 Agustus 2026
Airy Rooms tutup

Kisah Runtuhnya Airy Rooms: Dari Ekspansi Agresif VHO ke Gulung Tikar Diterjang Pandemi

18 Agustus 2026
Traveloka SEA Index

Traveloka SEA Index 2026: Wisatawan Asia Tenggara Cenderung Pelesir Lebih Lama

18 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version