Jumat, 2 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Pertama Kalinya, Bukalapak Bukukan EBITDA Disesuaikan yang Positif di Q1/2024

1 Mei 2024
in Headline
Reading Time: 2 mins read
Bukalapak

Pertama Kalinya, Bukalapak Bukukan EBITDA Disesuaikan yang Positif di Q1/2024 (Foto: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perusahaan ecommerce Bukalapak mengumumkan hasil keuangan yang tidak diaudit untuk kuartal pertama yang berakhir pada 31 Maret 2024. Bukalapak membukukan EBITDA yang disesuaikan positif sebesar Rp15 miliar pada kuartal I 2024 dari minus Rp209 miliar pada kuartal I 2023.

Namun, Bukalapak masih mengalami rugi bersih sebesar Rp41 miliar, menyusut dari posisi rugi Rp1 triliun pada periode sama tahun lalu.

“Pencapaian pada kuartal pertama ini adalah salah satu momen penting dalam sejarah BUKA. Untuk pertama kalinya, kami meraih keuntungan berbasis EBITDA yang Disesuaikan per kuartal sepanjang 3 bulan pertama di tahun 2024. Hasil yang luar biasa ini dicapai melalui pertumbuhan pendapatan yang kuat, take rate yang terus meningkat—terutama di segmen Online to Offline (O2O)—serta upaya pengendalian biaya operasional yang efektif,” ujar Teddy Oetomo, Presiden Bukalapak, dikutip Rabu (1/5/2024).

Baca juga :   Bukalapak Tingkatkan Produk Produk Reksa Dana

Pendapatan inti—dihitung sebagai laba bersih yang dilaporkan tidak termasuk keuntungan/kerugian investasi, nilai tukar, goodwill, dan non-recurring items—mencapai Rp185 miliar, meningkat pesat dibandingkan kerugian Rp117 miliar yang dialami perusahaan pada kuartal pertama tahun lalu. Basis modal, rasio modal, dan neraca keuangan tetap kuat dengan kas, setara kas, dan investasi likuid senilai Rp19,1 triliun.

Pendapatan tumbuh sebesar 16% YoY pada kuartal pertama, dengan peningkatan pertumbuhan sebesar 24% dibandingkan periode yang sama tahun lalu di segmen O2O. Pertumbuhan segmen O2O yang sangat baik tersebut didorong oleh optimalisasi dari portofolio produk yang ditawarkan dan peningkatan ragam layanan dengan cakupan lebih luas untuk Mitra sehingga mendukung kesuksesan Mitra yang terus berlanjut.

Sekitar 64% dari Total Processing Value (TPV) berasal dari luar wilayah Tier 1 di Indonesia, di mana Bukalapak terus melihat pertumbuhan kuat dalam semua penetrasi all-commerce dan tren digitalisasi di antara toko ritel mikro offline. Segmen O2O sendiri mewakili 55% pendapatan Bukalapak di kuartal pertama.

Baca juga :   BBM Gandeng Bukalapak Luncurkan BBM Shopping

Margin kontribusi Bukalapak secara keseluruhan, dihitung sebagai laba kotor setelah biaya penjualan dan pemasaran, meningkat dari Rp104 miliar di Kuartal Pertama 2023 ke Rp124 miliar di Kuartal Pertama 2024. Margin kontribusi oleh segmen O2O sebagai persentase dari TPV naik 23 basis poin dari -0,10% dan kembali membawa angka positif untuk kedua kalinya sebesar 0,13% di Kuartal Pertama 2024.

Menurut Teddy, pihaknya akan fokus pada empat divisi bisnis, yaitu Mitra, mobile & console game, ritel O2O, dan layanan keuangan.

“Komitmen untuk memberikan yang terbaik dalam layanan bagi pelanggan terus menjadi kunci. Hal ini dilakukan melalui investasi dan inovasi dalam proposisi nilai pelanggan, menawarkan berbagai pilihan, pengalaman pengguna yang lebih baik di aplikasi, dan opsi pengiriman yang lebih baik,” tutup Teddy.

Baca juga :   Bukalapak Sediakan Fitur Ambil Sendiri

 

STEVY WIDIA

Tags: BukalapakEBITDAsegmen Online to Offline (O2O)Total Processing Value (TPV)
Previous Post

Reckitt Benckiser Tunjuk DDI untuk Mengelola Produknya di e-Commerce

Next Post

Dorong Peningkatan Kompetensi Karyawan, Erajaya Resmikan Corporate University

Related Posts

Bukalapak
Headline

Terangkat Kenaikan Nilai Portofolio, Bukalapak Catat Laba Bersih Rp2,4 Triliun

30 Oktober 2025
0
Layanan Pelanggan XL dan Smartfren Tidak Berubah Usai Merger
Headline

XLSMART Raih Kinerja Positif di Q2 2025, Pendapatan Tumbuh 22%YoY

27 Agustus 2025
0
Telkom
Headline

Telkom Raup Pendapatan Konsolidasi Sebesar Rp150 Triliun, Perkuat Strategi 5 Bold Moves

21 April 2025
0
Load More
Next Post
Erajaya Corporate University

Dorong Peningkatan Kompetensi Karyawan, Erajaya Resmikan Corporate University

Halodoc

Halodoc Tawarkan Layanan Vaksinasi dan Lab ke Rumah

IFC x KB Kookmin Card

IFC Gandeng KB Kookmin Card Salurkan Pembiayaan Senilai US$100 Juta ke Indonesia

Discussion about this post

Recent Updates

Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Bang Jamin

Insurtech Bang Jamin Kantongi Rp65 Miliar dari Putaran Pendanaan pra-Seri A

17 Juli 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version