youngster.id - Layanan perbankan digital milik Astra Financial dan WeLab, Bank Saqu, resmi meluncurkan Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club. Inisiatif ini menandai evolusi program Solopreneur Academy dari wadah pembelajaran menjadi ekosistem pertumbuhan (growth ecosystem) yang menghubungkan para pendiri usaha (founder) dengan jaringan bisnis dan akses solusi finansial.
Evolusi program ini didasari laporan Striving to Thrive: The State of Indonesian Micro and Small Enterprises 2024/25, yang mencatat bahwa lebih dari 50% usaha mikro dan kecil yang memperoleh dukungan bisnis berhasil mengerek pendapatan mereka, dibandingkan 37% usaha yang berjalan tanpa pendampingan.
Relationship Banking Director Bank Saqu, Hendrik Komandangi, menjelaskan bahwa seiring bertumbuhnya bisnis, kebutuhan para solopreneur tidak lagi terbatas pada fondasi dasar, melainkan meluas ke akses pasar dan permodalan.
“Melalui Solopreneur Society: The Founders Club, kami ingin memperluas dukungan agar para founder memiliki lebih banyak akses jaringan, peluang pasar, dan dukungan finansial yang sesuai dengan tahapan bisnisnya untuk membawa usaha mereka ke tingkat berikutnya,” ujar Hendrik, Kamis (3/9/2026).
Berbeda dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada penguatan fundamental bisnis, Solopreneur Society: The Founders Club 2026 mengusung tiga pilar utama: industry insights, networking, dan business matchmaking yang terkurasi.
Para founder akan mendapatkan pandangan langsung dari praktisi di empat sektor utama, yaitu coffeepreneur, food & beverage (F&B), MICE, serta artificial intelligence (AI). Lewat sesi business matchmaking, pelaku usaha dipertemukan langsung dengan mitra strategis, supplier, hingga pembeli potensial (ecosystem buyer).
Guna memperluas jangkauan program tahun ini, Bank Saqu menggandeng platform media IDN. Co-Founder & COO IDN, William Utomo, menyambut positif kolaborasi strategis tersebut.
“Pertumbuhan bisnis membutuhkan ekosistem yang dapat membuka akses terhadap koneksi dan peluang relevan. Melalui kolaborasi ini, IDN ingin menghadirkan ruang bagi para founder untuk bertukar perspektif dan menemukan peluang kolaborasi yang memberikan dampak nyata,” kata William.
Solusi Finansial Fleksibel dan Kemitraan Sektor Kopi
Guna mendukung operasional dan ekspansi bisnis pelaku usaha, Bank Saqu menyediakan rangkaian layanan finansial khusus, seperti Saku Kredit dengan limit hingga Rp30 juta yang fleksibel, serta fasilitas Kredit Modal Kerja.
Di samping itu, Bank Saqu juga menjalin kemitraan strategis dengan Otten Coffee untuk mengintegrasikan layanan perbankan digital ke dalam ekosistem para pengusaha kopi (coffeepreneur).
CEO Otten Coffee, Jhoni Kusno, menegaskan bahwa sinergi ini akan memberikan nilai tambah mendasar bagi komunitas pelaku usaha kopi di Indonesia.
“Di Otten Coffee, kami membangun ekosistem yang mendukung coffeepreneurs melalui produk, pengetahuan, dan komunitas. Melalui kolaborasi ini, kekuatan ekosistem Otten Coffee dipertemukan dengan akses solusi finansial Bank Saqu agar pelaku usaha mendapat dukungan yang semakin relevan,” tutur Jhoni.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post