youngster.id - Platform e-commerce mobil terintegrasi, Carsome Group Inc, mengumumkan perolehan pendanaan strategis senilai lebih dari US$30 juta (sekitar Rp470 miliar). Putaran pendanaan ini dipimpin oleh sejumlah investor baru dan lama, termasuk Hong Kong Investment Corporation Limited (HKIC), Gobi Partners, dan Asia Partners.
Investasi ini menjadi bentuk kepercayaan investor terhadap visi jangka panjang dan keberhasilan Carsome dalam mencatatkan rekor profitabilitas pada tahun fiskal 2025 (FY25). Dana segar tersebut akan digunakan untuk mempercepat pertumbuhan laba dan memperluas jangkauan layanan di seluruh kawasan Asia Tenggara.
Kemitraan dengan HKIC menandai ambisi besar Carsome dalam memperkuat koneksi antara Asia Tenggara dan China daratan. Hong Kong diposisikan sebagai gerbang regional untuk pengembangan teknologi otomotif canggih dan talenta global.
Dengan dukungan HKIC, Carsome akan mendorong inisiatif di berbagai bidang, termasuk pengadaan rantai pasok dan kolaborasi teknologi. Fokus utamanya adalah mempercepat penerapan Data dan Kecerdasan Buatan (AI) di sektor otomotif guna memberdayakan ekspansi regional perusahaan.
“Kolaborasi strategis ini adalah mosi percaya terhadap momentum dan visi jangka panjang kami. Kemitraan ini memberi kami akses krusial ke kapabilitas inovasi, jaringan lintas batas, dan talenta kelas dunia yang akan mendukung pengembangan AI, data, dan layanan mobilitas generasi berikutnya,” ujar Eric Cheng, Co-founder dan CEO Carsome Group, seperti dialnsir TN Global, Rabu (18/3/2026).
CEO HKIC, Clara Chan, menambahkan bahwa Carsome merupakan contoh perusahaan berbasis teknologi yang selaras dengan mandat HKIC untuk membina inovasi berskala besar di sektor-sektor strategis.
Gobi Partners, yang telah mendukung Carsome selama hampir satu dekade, kembali berpartisipasi dalam putaran ini. Chibo Tang, Managing Partner Gobi Partners, menyatakan bahwa Carsome adalah contoh sukses bagaimana startup Asia Tenggara dapat menjalin hubungan erat dengan mitra di China untuk memanfaatkan keunggulan unik masing-masing wilayah.
Keberhasilan ini mempertegas posisi Carsome dalam menata ulang cara konsumen di Asia membeli kendaraan melalui ekosistem digital yang transparan dan efisien. (*AMBS)

















Discussion about this post