Kamis, 7 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Technology

Keeper Security: 94% Pemimpin IT Asia-Pasifik Kesulitan Kelola Lonjakan Identitas Digital

7 Mei 2026
in Technology
Reading Time: 2 mins read
Keeper Security Keamanan Identitas

Keeper Security: 94% Pemimpin IT Asia-Pasifik Kesulitan Kelola Lonjakan Identitas Digital (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Platform keamanan identitas berbasis zero-trust, Keeper Security, merilis laporan global bertajuk “Identity Security at Machine Speed”. Studi yang melibatkan 3.200 pemimpin IT dunia ini mengungkapkan bahwa adopsi Kecerdasan Buatan (AI) yang tidak terkendali dan penggunaan alat keamanan lama telah memperlebar celah keamanan yang kini mulai dieksploitasi oleh peretas.

Wilayah Asia-Pasifik (APAC) menunjukkan sinyal bahaya paling kuat. Sebanyak 94% pemimpin IT di APAC mengaku kesulitan mengelola jejak identitas yang terus membengkak, angka ini lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 89%. Bahkan, 32% responden di APAC menilai lanskap ancaman saat ini jauh lebih menantang dibandingkan 12 bulan lalu.

Laporan ini menyoroti tren penggunaan AI yang memicu ledakan jumlah Identitas Non-Manusia (Non-Human Identities/NHI), seperti agen AI dan alur kerja otomatis. Di wilayah APAC, 53% responden mengidentifikasi pengelolaan keamanan NHI sebagai celah tata kelola utama, jauh melampaui angka global sebesar 43%.

Baca juga :   Telkomsel Hadirkan Solusi Keamanan Mobile Bagi Pelaku Bisnis dan Pelanggan

“Agen AI, akun layanan, dan identitas mesin kini jumlahnya jauh melampaui pengguna manusia. Setiap identitas yang tidak terkelola adalah target utama bagi penyerang,” ujar Darren Guccione, CEO dan Co-founder Keeper Security.

Studi ini juga menemukan fakta mengkhawatirkan bahwa 72% organisasi secara global tidak mampu mendeteksi penyalahgunaan kredibel secara real-time. Di wilayah APAC, 22% organisasi membutuhkan waktu berhari-hari untuk mendeteksi akses istimewa yang tidak sah, yang memberikan jendela waktu luas bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.

Senior Vice President APAC Keeper Security, Takanori Nishiyama, menambahkan bahwa kesenjangan antara apa yang bisa dikelola dan apa yang tidak terlihat semakin lebar.

“Risiko NHI terkait AI dirasakan lebih tajam di sini (APAC) dibandingkan wilayah lain. Menutup celah tersebut membutuhkan platform keamanan identitas terpadu,” tegasnya.

Baca juga :   XLSMART Beri Tambahan Dividen Tunai Senilai Rp2,89 Triliun

Menanggapi ancaman ini, 50% organisasi di APAC berencana memprioritaskan investasi pada alat keamanan bertenaga AI dalam 12 bulan ke depan, serta memperkuat Privileged Access Management (PAM) guna melindungi data sensitif mereka. (*AMBS)

 

Tags: Artificial IntelligenceAsia Pasifikcloud securityData Breachidentitas digitalkeamanan siberKeeper Securityteknologi informasi
Previous Post

VIDA Luncurkan ID FraudShield untuk Lawan Deepfake dan Penipuan Digital

Related Posts

Visa
Industry

Visa Destinations Ekspansi ke Asia Pasifik, Thailand Jadi Pasar Pertama Sebelum Singapura

6 Mei 2026
0
Strategi Lintasarta Ekosistem AI
Technology

Lintasarta Perkuat Peran ‘Beyond AI Factory’ Guna Akselerasi Ekosistem Digital Terintegrasi

5 Mei 2026
0
Keamanan Siber OJK
Digital Business

Jaga Kepercayaan Publik, OJK Perkuat Ketahanan Siber Industri Keuangan Digital dan Aset Kripto

4 Mei 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

Keeper Security Keamanan Identitas

Keeper Security: 94% Pemimpin IT Asia-Pasifik Kesulitan Kelola Lonjakan Identitas Digital

7 Mei 2026
VIDA ID FraudShield

VIDA Luncurkan ID FraudShield untuk Lawan Deepfake dan Penipuan Digital

7 Mei 2026
Bali All-Access Pass SatuSatu

SatuSatu Luncurkan Bali All-Access Pass dengan Layanan Concierge Pribadi

7 Mei 2026
Pembiayaan BNPL dan Pinjol

Pembiayaan BNPL Melesat 55,8% dan Pinjol Tembus Rp101 Triliun

6 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Keeper Security Keamanan Identitas

Keeper Security: 94% Pemimpin IT Asia-Pasifik Kesulitan Kelola Lonjakan Identitas Digital

7 Mei 2026
VIDA ID FraudShield

VIDA Luncurkan ID FraudShield untuk Lawan Deepfake dan Penipuan Digital

7 Mei 2026
Bali All-Access Pass SatuSatu

SatuSatu Luncurkan Bali All-Access Pass dengan Layanan Concierge Pribadi

7 Mei 2026
Pembiayaan BNPL dan Pinjol

Pembiayaan BNPL Melesat 55,8% dan Pinjol Tembus Rp101 Triliun

6 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version