youngster.id - Laporan terbaru firma riset pasar Tracxn bertajuk SEA Monthly Funding Tracker untuk periode Juni 2026 mencatat lonjakan luar biasa dalam penyaluran modal ke ekosistem startup di Asia Tenggara. Total pendanaan selama bulan Juni sukses menembus angka rekor sebesar US$3.846,33 juta (sekitar Rp61,5 triliun) yang tersebar di 18 putaran pendanaan.
Angka fantastis ini merepresentasikan pertumbuhan masif hingga 1.616,2% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-on-month), di mana Mei 2026 hanya mencatatkan US$224,12 juta. Jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu (year-on-year), angka ini juga melonjak 1.469,8% dari perolehan Juni 2025 yang berada di angka US$245,03 juta.
Meskipun jumlah transaksi atau putaran pendanaan hanya meningkat tipis—yakni 18 putaran dibanding 14 putaran pada Mei 2026 dan 19 putaran pada Juni 2025—lonjakan nilai investasi ini didorong hampir sepenuhnya oleh akumulasi pendanaan tahap akhir (late-stage) bernilai miliaran dan ratusan juta dolar, bukan karena volume kesepakatan yang meluas.
“Sepanjang Juni 2026, konsentrasi modal terpantau sangat padat pada perusahaan-perusahaan yang sudah matang,” ungkap Tracxn, seperti dilansir TN Global, Sabtu (3/7/2026).
Pendanaan late-stage, yang mencakup pendanaan Seri C ke atas dan Private Equity (PE), mendominasi total aliran modal dengan persentase mencapai 86,3% atau setara dengan US$3.320 juta.
Sementara itu, pendanaan tahap awal (early-stage) memberikan kontribusi sebesar 10,4 persen dengan nilai US$400,93 juta. Sisanya, pendanaan tahap awal sekali atau Seed-stage, hanya mencakup 3,3% dari total modal dengan perolehan US$125,4 milia. Berbanding terbalik dengan ledakan pendanaan ini, aktivitas exit justru tergolong lesu, dengan catatan hanya ada 1 aksi IPO dan 1 aksi akuisisi sepanjang bulan Juni.
DayOne dan Supabase Pimpin Pendanaan Terbesar
Dua kesepakatan raksasa menjadi tajuk utama performa gemilang di bulan Juni ini. Pendanaan masif untuk DayOne memimpin di posisi teratas dengan nilai US$2.500 juta, yang berkontribusi sekitar 65% dari total pendanaan se-Asia Tenggara. Jika digabungkan, perolehan dari DayOne dan Supabase menguasai hampir 78% dari seluruh modal yang terkumpul.
Berikut adalah daftar startup dengan pendanaan teratas pada Juni 2026: DayOne: US$2.500 juta, Supabase: US$500 juta, Airwallex: US$320 juta, SiliconFlow: US$294 juta, Striding AI: US$100 juta, Respond.io: US$62,5 juta, Gero: US$17 juta, Libeara: US$13,6 juta, kAIgentic: US$10 juta, BeeX: US$7,7 juta
Berdasarkan tren lokalisasi, Singapura masih menjadi motor penggerak utama bagi ekosistem startup di Asia Tenggara dengan menyerap hampir seluruh modal yang beredar di bulan Juni. Startup yang berbasis di Singapura sukses mengklaim sekitar 98% dari nilai total dolar yang tercatat, yakni sebesar US$3.779,83 juta. Posisi kedua ditempati oleh Kuala Lumpur yang mencatatkan aliran modal sebesar US$62,5 juta dari pendanaan Respond.io.
Sejumlah investor institusi besar terlibat aktif dalam putaran pendanaan raksasa ini. Perusahaan Private Equity ternama, Hillhouse, menyalurkan US$2.500 juta ke pusat data DayOne di Singapura. Di saat yang sama, GIC menyuntikkan dana sebesar US$500 juta ke Supabase. Untuk sektor Venture Capital (VC), beberapa nama seperti Addition menyuntikkan dana sebesar US$320 juta ke Airwallex, Monk’s Hill Ventures mengucurkan US$7,7 juta untuk BeeX, dan JRE Ventures mendanai H3Zoom.AI senilai US$3,6 juta.
Secara garis besar, meroketnya total pendanaan hingga lebih dari 17 kali lipat dibanding bulan Mei ini membuktikan likuiditas pasar late-stage yang sangat kuat di Singapura. Jika pendanaan mega-deal dari DayOne dan Supabase dikeluarkan dari perhitungan, wilayah Asia Tenggara sebenarnya menghasilkan sekitar US$846 juta—sebuah angka yang tetap menunjukkan tren performa bulanan yang kuat dan stabil.
Selain kesepakatan bernilai fantastis tersebut, pergerakan modal pada Juni 2026 juga memperlihatkan tren menarik di mana investasi berkerumun di sekitar sektor infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
“Masuknya modal ke nama-nama seperti SiliconFlow, Striding AI, kAIgentic, hingga Gero menjadi sinyal kuat bahwa minat investor terhadap pengembangan ekosistem dan komponen teknologi AI di Asia Tenggara masih sangat tinggi dan menjanjikan,” pungkasnya. (*AMBS)


















Discussion about this post