youngster.id - Persiapan menuju pernikahan tak lagi hanya soal kesiapan mental dan spiritual. Kemampuan mengelola keuangan kini dinilai menjadi bekal penting bagi calon pengantin untuk membangun rumah tangga yang lebih tangguh sekaligus mengurangi risiko konflik ekonomi di kemudian hari.
Untuk itu, Kementerian Agama Kota Pontianak bersama Yayasan Karya Dua Anyam melalui Program SHE CAN menghadirkan pelatihan literasi keuangan bagi calon pengantin sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sejak sebelum menikah.
Program ini juga hasil kemitraan antara DBS Foundation dan The Asia Foundation. Head of Group Marketing & Communications Bank DBS Indonesia, Mona Monika, mengatakan literasi keuangan menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan finansial keluarga.
“Melalui Program SHE CAN, DBS Foundation berharap semakin banyak masyarakat memiliki kesiapan finansial yang lebih baik sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan,” ucapnya dikutip Sabtu (4/7/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat 2026, menyebut ada 885 kasus perceraian di Pontianak, dan menjadi daerah dengan angka perceraian tertinggi kedua di provinsi tersebut. Dari berbagai faktor penyebab, persoalan ekonomi menjadi pemicu yang paling dominan, mulai dari ketidakstabilan finansial, kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, hingga konflik terkait nafkah keluarga.
Untuk itu, materi literasi keuangan tersebut akan diintegrasikan ke dalam program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang rutin diselenggarakan di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Pontianak. Dengan demikian, calon pengantin dapat memperoleh bekal pengelolaan keuangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Project Lead SHE CAN Yayasan Karya Dua Anyam Riri Mahmuda mengatakan, kesiapan finansial perlu dipandang sebagai bagian penting dari persiapan pernikahan.
“Selain kematangan spiritual, kematangan perilaku finansial merupakan bekal penting yang harus dimiliki setiap calon pengantin. Berbagai kasus perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga kerap bermula dari persoalan ekonomi,” ucapnya.
Melalui pelatihan berbasis modul SHE CAN, para calon pengantin akan mempelajari cara menyusun perencanaan keuangan keluarga, menetapkan tujuan finansial bersama pasangan, hingga memahami pentingnya kesetaraan peran dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga.
Kementerian Agama Kota Pontianak. Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kota Pontianak, Yuliansyah, menilai persoalan ekonomi keluarga perlu dimitigasi sejak dini.
“Masalah ekonomi keluarga dan tingginya angka perceraian harus dimitigasi sejak dini. Kami siap bekerja sama demi terwujudnya keluarga yang lebih tangguh secara finansial,” katanya.
Program SHE CAN menargetkan sekitar 1.200 pasangan calon pengantin yang tersebar di enam KUA di Kota Pontianak. Sebelum program dijalankan, penghulu dan penyuluh agama telah mengikuti pelatihan sebagai fasilitator literasi keuangan melalui kegiatan Training of Facilitator (ToF) pada 17–18 Juni 2026.
Selain materi pengelolaan keuangan, para fasilitator juga dibekali pemahaman mengenai kesetaraan gender dan inklusi sosial agar dapat membantu calon pengantin membangun hubungan yang lebih setara dan fondasi keluarga yang kuat sejak awal pernikahan.
Program SHE CAN sudah diluncurkan pada 2025 sebagai kemitraan antara DBS Foundation dan The Asia Foundation bersama Yayasan Karya Dua Anyam. Program ini menargetkan percepatan inklusi keuangan bagi 80.000 perempuan yang rentan secara finansial di Kalimantan Barat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post