Sabtu, 1 Agustus 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline Industry

Populix: 37% Perempuan Muslim Indonesia Belum Menyentuh Produk Keuangan Syariah

1 Agustus 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
Keuangan syariah perempuan muslim

Populix: 37% Perempuan Muslim Indonesia Belum Menyentuh Produk Keuangan Syariah (Foto: Ilustrasi/GeminiAI)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kesadaran masyarakat terhadap produk keuangan syariah di Indonesia terus meningkat, namun tingkat adopsinya masih tertinggal. Hasil riset terbaru Populix terhadap 1.100 konsumen perempuan muslim di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa sebanyak 37% responden sama sekali belum menggunakan satu pun produk keuangan syariah.

Studi tersebut mengungkap bahwa minimnya literasi menjadi kendala utama. Dari kelompok yang belum menggunakan layanan syariah, sebanyak 57% mengaku tidak memahami cara kerjanya. Hambatan lain mencakup keterbatasan informasi dan edukasi (26%), akses layanan yang dinilai kurang praktis (24%), serta istilah produk yang terbilang rumit (16%).

Senior Research Director Populix, Indah Tanip, menjelaskan bahwa hambatan ini perlu diurai mengingat perempuan memegang peranan sentral dalam keuangan rumah tangga, di mana 43% menjadi pengambil keputusan utama dan 44% berperan aktif mengelola anggaran keluarga.

“Meskipun kesadaran terhadap keuangan syariah sudah mulai terbentuk, masih ada tantangan untuk membantu konsumen memahami bagaimana produk tersebut bekerja, serta manfaat yang relevan bagi kebutuhan mereka sehari-hari,” ujar Indah, dikutip Sabtu (1/8/2026).

Penurunan Tajam dari Fase Pengenalan ke Adopsi

Studi Populix mencatat bahwa 90% responden sebenarnya mengetahui setidaknya satu jenis produk keuangan berbasis syariah. Tabungan syariah dan e-wallet/fintech syariah menjadi dua produk paling dikenal dengan tingkat familiaritas masing-masing sebesar 63% dan 32%.

Namun, tingkat penggunaan nyata mengalami penurunan drastis. Dari 63% responden yang mengenal tabungan syariah, hanya separuhnya (32%) yang benar-benar memanfaatkannya. Penurunan serupa terjadi pada produk pegadaian syariah (rahn) dan reksa dana syariah yang pengguna aktifnya menyisa di angka 9% dan 10%. Sementara itu, pengguna fintech syariah bertahan di level 26%.

“Secara keseluruhan, ada 24% konsumen yang gugur dari fase pengenalan ke fase adopsi produk keuangan syariah. Padahal, hampir separuh pengguna mengaku memiliki pengalaman yang positif,” tambah Indah.

Nilai Bebas Riba Jadi Pendorong Utama

Bagi konsumen yang telah memanfaatkan layanan keuangan syariah, faktor keagamaan menjadi alasan dominan. Sebanyak 54% responden memilih produk syariah untuk menghindari riba serta memastikan kehalalan transaksi. Selain itu, 36% responden terdorong oleh tingkat kepercayaan terhadap lembaga penyedianya.

Persepsi publik terhadap sektor ini pun cukup positif: 70% pengguna menilai layanan syariah lebih dapat dipercaya, 69% menganggapnya lebih aman, dan 68% memandangnya lebih transparan dibandingkan jasa keuangan konvensional.

Strategi Multi-Produk: Tak Perlu Pindah Total

Peluang pertumbuhan sektor syariah dinilai masih terbuka lebar. Sebanyak 51% responden berniat menambah atau mencoba produk keuangan syariah dalam enam bulan mendatang. Meski demikian, mayoritas pengguna tidak berniat meninggalkan produk konvensional sepenuhnya.

Di antara mereka yang tertarik menggunakan produk syariah, sebanyak 64% memilih untuk menjadikannya sebagai instrumen pelengkap, dan hanya 30% yang berencana migrasi total dari layanan konvensional.

“Pertumbuhan keuangan syariah tidak melulu tentang perpindahan total. Peluang yang lebih realistis adalah membuat produk syariah cukup relevan dan mudah dipahami sehingga konsumen bersedia menambahkannya ke dalam pilihan instrumen keuangan mereka,” tutup Indah.

 

HENNI S. 

Tags: fintech syariahIndah Tanipkeuangan syariahLiterasi keuanganPerempuan MuslimPopulixTabungan Syariah
Previous Post

Layani Lebih dari 6 Juta Nasabah, Ekosistem Aset Digital TRIV Group Terus Tumbuh Pesat

Next Post

Ditopang Pasar Otomotif, Laba Bersih Adira Finance Melesat 37% Jadi Rp1,1 Triliun di Semester I-2026

Related Posts

Maybank Indonesia Syariah x Muslim Pro
Technology

Mudahkan Tabungan Haji, Maybank Syariah dan Muslim Pro Rilis Layanan Amanah Pro

9 Juli 2026
0
EasyCash MOJANG Chatpindar
Digital Business

Atasi Kesenjangan Literasi Keuangan Digital, Easycash Luncurkan MOJANG dan ChatPindar

7 Juli 2026
0
Program She Can
Industry

Program She Can, Gelar Literasi Keuangan bagi 1.200 Pasang Calon Pengantin di Pontianak

4 Juli 2026
0
Load More
Next Post
Kinerja Adira Finance Semester I 2026

Ditopang Pasar Otomotif, Laba Bersih Adira Finance Melesat 37% Jadi Rp1,1 Triliun di Semester I-2026

Discussion about this post

Recent Updates

Kinerja Adira Finance Semester I 2026

Ditopang Pasar Otomotif, Laba Bersih Adira Finance Melesat 37% Jadi Rp1,1 Triliun di Semester I-2026

1 Agustus 2026
Keuangan syariah perempuan muslim

Populix: 37% Perempuan Muslim Indonesia Belum Menyentuh Produk Keuangan Syariah

1 Agustus 2026
Pertumbuhan ekosistem TRIV Group

Layani Lebih dari 6 Juta Nasabah, Ekosistem Aset Digital TRIV Group Terus Tumbuh Pesat

31 Juli 2026
TelkomMetra lepas MDI Ventures

TelkomMetra Lepas MDI Ventures? Begini Kinerja Unit Modal Ventura Milik Telkom

31 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Kinerja Adira Finance Semester I 2026

Ditopang Pasar Otomotif, Laba Bersih Adira Finance Melesat 37% Jadi Rp1,1 Triliun di Semester I-2026

1 Agustus 2026
Keuangan syariah perempuan muslim

Populix: 37% Perempuan Muslim Indonesia Belum Menyentuh Produk Keuangan Syariah

1 Agustus 2026
Pertumbuhan ekosistem TRIV Group

Layani Lebih dari 6 Juta Nasabah, Ekosistem Aset Digital TRIV Group Terus Tumbuh Pesat

31 Juli 2026
TelkomMetra lepas MDI Ventures

TelkomMetra Lepas MDI Ventures? Begini Kinerja Unit Modal Ventura Milik Telkom

31 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version