youngster.id - Ekosistem teknologi Asia Tenggara mencatatkan pertumbuhan pesat pada awal tahun 2026. Berdasarkan laporan terbaru dari Tracxn, total pendanaan startup di kawasan ini mencapai US$2,8 miliar pada kuartal pertama (Q1) 2026. Angka ini melonjak tajam sebesar 146% dibandingkan kuartal sebelumnya (Q4 2025) yang sebesar US$1,1 miliar, serta naik 110% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Q1 2025).
Lonjakan ini didominasi oleh pendanaan tahap akhir (Late Stage) yang menyaksikan total suntikan modal sebesar US$2,2 miliar, meroket 243% dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara itu, pendanaan tahap awal (Early Stage) juga naik signifikan sebesar 111% secara tahunan (year-on-year) menjadi US$487 juta. Sebaliknya, pendanaan tahap benih (Seed Stage) mencatatkan US$105 juta, tumbuh 39% dibandingkan Q1 2025 namun turun 30% dibanding kuartal sebelumnya.
“Pertumbuhan kuat di berbagai tahap pendanaan dan sektor utama ini menunjukkan momentum positif yang berkelanjutan bagi ekosistem teknologi Asia Tenggara di tahun 2026,” kata Tracxn, seperti dilansir TN Global, Kamis (16/4/2026).
Sektor aplikasi perusahaan (enterprise applications), infrastruktur perusahaan (enterprise infrastructure), dan fintech menjadi pemain kunci di kuartal ini. Sektor infrastruktur perusahaan mencatatkan pertumbuhan paling ekstrem, yakni sebesar 1.368% dibandingkan Q4 2025 dengan total pendanaan mencapai US$2,2 miliar.
Sektor aplikasi perusahaan menyusul dengan perolehan US$2,4 miliar, naik 288% secara kuartalan. Di sisi lain, sektor fintech justru mengalami penurunan tajam sebesar 93% secara tahunan dengan total pendanaan hanya US$192 juta, jauh di bawah angka US$2,6 miliar yang diraih pada Q1 2025.
Kuartal pertama 2026 mencatatkan lima putaran pendanaan di atas US$100 juta. Beberapa kesepakatan besar melibatkan perusahaan seperti: DayOne, yang meraih US$2 miliar dalam putaran Seri C, EPG, mengumpulkan US$200 juta melalui dua putaran Seri B, dan Amity Solutions, mengamankan US$100 juta dalam putaran Seri D.
Selain pendanaan, aktivitas pasar modal juga stabil dengan tercatatnya tiga Initial Public Offering (IPO) dari perusahaan BIM, The Assembly Place, dan Toku. Di pasar akuisisi, tercatat 13 transaksi, dengan akuisisi ST Telemedia Global Data Centers oleh KKR dan Singtel senilai US$6,6 miliar menjadi transaksi dengan nilai tertinggi.
Singapura terus memperkokoh posisinya sebagai pusat teknologi Asia Tenggara dengan menyerap 93% dari total pendanaan yang ada di kawasan. Bangkok menyusul di posisi kedua dengan kontribusi 4% dari total pendanaan.
Sejumlah investor aktif yang menggerakkan ekosistem pada kuartal ini antara lain 500 Global, Antler, dan Iterative di tahap seed; Vertex Ventures dan Gobi Partners di tahap awal; serta Asia Partners dan EDBI pada tahap akhir. (*AMBS)
