youngster.id - Startup platform teknologi logistik asal Indonesia, Waresix, dilaporkan berhasil mengantongi pendanaan tahap akhir (late-stage funding) bernilai sekitar US$27,4 juta (sekitar Rp440 miliar). Berdasarkan laporan DealStreetAsia, suntikan modal ini berasal dari jajaran investor terdahulu (existing investors), yakni Granite Asia, Jungle Ventures, dan East Ventures.
Perusahaan induk Waresix yang berbasis di Singapura resmi menerbitkan saham preferen baru pada 31 Juli 2026. Dalam aksi korporasi tersebut, Granite Asia menyerap porsi terbesar dengan nilai investasi sekitar US$18 juta. Sementara itu, East Ventures menyalurkan dana sebesar hampir US$6 juta melalui Sun Tzu Tech, dan dua dana kelolaan Jungle Ventures masing-masing menyumbang sekitar US$1.68 juta.
Didirikan pada tahun 2017 oleh Andree Susanto dan Edwin Wibowo, Waresix beroperasi sebagai platform penyedia layanan pengangkutan (trucking) dan pergudangan berbasis permintaan (on-demand). Perusahaan menghubungkan pemilik barang (shippers) dengan penyedia truk serta gudang, yang mencakup moda transportasi darat dan laut, rantai dingin (cold storage), hingga penanganan kargo umum.
Secara kumulatif, total pendanaan ekuitas yang berhasil dihimpun oleh Waresix sejak awal berdiri kini telah menembus angka US$197,21 juta.
Strategi Ekspansi dan Kinerja Anak Usaha
Penerbitan saham baru ini dilakukan pada harga yang tersirat (implied price) sebesar US$92,57 per lembar. Angka ini berada di bawah harga US$99,67 per lembar yang tercatat saat investasi bank pembangunan asal Jerman, DEG, pada Juni 2025 lalu.
Suntikan modal baru ini menyusul aksi korporasi penting Waresix beberapa bulan sebelumnya. Pada April 2026, anak usaha logistiknya, PT BSA Logistics Indonesia, resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan meraih dana segar sebesar Rp302,4 miliar melalui pelepasan 1,8 miliar saham baru (setara 20,75% dari modal disetor).
President Waresix Group, Eric Dharma, menyatakan bahwa BSA Logistics dipilih untuk melaut ke bursa saham karena memberikan kontribusi pendapatan terbesar di antara lima anak usaha yang dimiliki grup.
“Ke depan, Waresix berkomitmen untuk terus berekspansi melalui langkah akuisisi guna melengkapi rantai layanan logistik yang terintegrasi,” kata Eric, dikutip Rabu (5/8/2026).
Dukungan konsisten dari para investor utama ini memastikan ketersediaan modal bagi Waresix dalam mempertahankan kepemimpinan pasarnya, sekaligus memperluas rekam jejak industri logistik dan rantai pasok (supply chain) di Indonesia. (*AMBS)


















Discussion about this post