youngster.id - Perusahaan konsultan bisnis berbasis teknologi asal Yogyakarta, Sanggabiz, terpilih sebagai penerima hibah dalam program UGM Startup Grant 2026 Batch II. Pengumuman yang dirilis oleh Innovative Academy Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengantarkan Sanggabiz masuk ke dalam kategori Tahap Inkubasi.
Program UGM Startup Grant diselenggarakan atas kolaborasi UGM dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) serta Asian Development Bank (ADB) melalui proyek Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP). Program ini menyediakan pendanaan hibah hingga Rp12 juta untuk mengakselerasi pertumbuhan startup berbasis inovasi di Indonesia.
Sanggabiz berhasil meraih hibah ini berkat solusi Department as a Service berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Solusi tersebut dirancang untuk membantu Usaha Kecil Menengah (UKM) dan perusahaan meningkatkan efisiensi operasional secara komprehensif.
Sebagai startup inklusif dan women-led, Sanggabiz diperkuat oleh mayoritas pemimpin perempuan serta representasi dari komunitas disabilitas. Hingga kini, perusahaan telah mendampingi lebih dari 400 organisasi mitra dalam mengeskalasi pertumbuhan bisnis.
Pengembangan Platform Sanggabright dan RAPI Method
Momentum inkubasi ini akan dimanfaatkan Sanggabiz untuk menyempurnakan Sanggabright, platform terintegrasi yang menjadi tulang punggung layanan Department as a Service. Sanggabiz berfokus meningkatkan kapabilitas sistem AI pada Sanggabright dengan memadukan R.E.A.L Framework, RAPI Method, dan alur kerja terotomatisasi.
CEO Sanggabiz, Dwi Andi Rohmatika, menyampaikan bahwa penerimaan hibah dan dukungan dari ekosistem UGM menjadi katalis penting bagi pengembangan produk dan perluasan jangkauan pasar.
“Terpilihnya Sanggabiz dalam UGM Startup Grant 2026 Batch II merupakan sebuah kehormatan dan validasi nyata atas solusi yang kami bangun. Pendanaan dan proses inkubasi dari ekosistem UGM ini akan menjadi katalis yang luar biasa bagi kami untuk terus menyempurnakan Sanggabright serta layanan Department as a Service berbasis AI kami. Tujuan utama kami tetap sama: menciptakan solusi bisnis yang scalable, inklusif, dan berkelanjutan agar lebih banyak organisasi dan UKM yang dapat kami dampingi untuk mencapai potensi maksimal mereka,” ujar Dwi, dikutip Kamis (24/9/2026).
Melalui pendampingan dari Innovative Academy UGM, Sanggabiz memproyeksikan peningkatan kapasitas teknologi dan perluasan jangkauan pasar untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia teknologi otomasi dan konsultan bisnis di tingkat nasional.
STEVY WIDIA
