youngster.id - Ekosistem startup logistik Indonesia mencatat pencapaian besar melalui Waresix. Salah satu anak usahanya, PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini menjadikan grup Waresix sebagai pionir IPO di bursa domestik pada tahun 2026.
Debut perdana saham WBSA disambut antusiasme luar biasa dari pasar hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dengan kenaikan 34,52%. Keberhasilan ini mempertegas strategi Waresix dalam melakukan spin-off unit bisnis yang memiliki model aset matang (asset-backed) untuk membuka nilai tambah di pasar publik.
Minat investor terhadap entitas terafiliasi Waresix ini tercatat sangat masif. Melalui platform e-IPO, lebih dari 913.000 investor menaruh minat, yang menyebabkan pesanan membeludak hingga 386,86 kali dari saham yang ditawarkan.
Dengan harga penawaran Rp168 per saham, Waresix sukses mengantarkan WBSA menghimpun dana segar sebesar Rp302,4 miliar. Saham Waresix sendiri saat ini didukung oleh deretan investor global ternama seperti Jungle Ventures, East Ventures, Tiger Global, hingga Temasek-linked vehicles.
CEO Waresix sekaligus Komisaris Utama WBSA, Andree Susanto, menegaskan bahwa pencatatan saham ini adalah bagian dari visi besar Waresix untuk mengubah logistik menjadi mesin pertumbuhan Indonesia melalui teknologi.
“Sebagian besar orang menganggap logistik membosankan, namun kami melihatnya sebagai inti dari segalanya. Dengan memajukan teknologi, kami mentransformasi rantai pasokan Indonesia,” ujar Andree, dikutip Senin (13/4/2026).
Sekitar 70% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk mengakuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik. Langkah ini bertujuan untuk mengonsolidasikan aset logistik di bawah payung emiten agar layanan end-to-end Waresix semakin kuat, terutama di sektor angkutan laut dan multimoda terintegrasi.
Co-founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca, yang juga menjabat sebagai Komisaris WBSA, menyebut pencapaian ini sebagai hal yang langka. Menurutnya, keberhasilan Waresix membawa anak usahanya go public menghadirkan standar akuntabilitas baru bagi perusahaan teknologi di Asia Tenggara.
“Go public menghadirkan standar baru akuntabilitas operasional yang hanya akan membuat Waresix semakin kuat,” kata Wilson.
Pencatatan WBSA menjadi bukti nyata bahwa startup teknologi dapat membuka likuiditas dan memperkuat struktur permodalan tanpa harus menunggu IPO di tingkat induk perusahaan (parent-level). Hal ini diyakini akan menjadi rujukan bagi perusahaan teknologi lain di kawasan dalam melakukan ekspansi dan konsolidasi aset secara strategis. (*AMBS)



















Discussion about this post