youngster.id - Startup brand aggregator Hypefast menargetkan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada pertengahan 2027. Rencana tersebut diumumkan bersamaan dengan transformasi model bisnis serta peluncuran identitas korporasi baru yang menegaskan posisi perusahaan sebagai infrastruktur ritel terintegrasi bagi brand lokal.
Founder dan CEO Hypefast, Achmad Alkatiri, menyampaikan optimisme menuju IPO ditopang oleh fundamental bisnis yang dinilai solid. Hypefast mencatatkan EBITDA positif dan arus kas positif sejak 2024, seiring pergeseran model bisnis dari brand aggregator menjadi ekosistem ritel terintegrasi.
“Nilai utama Hypefast ada pada ekosistem yang defensif dan berkonsep agility at scale. Kami membangun infrastruktur yang memungkinkan brand tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Achmad dalam keterangan tertulis, dikutip Jum’at (23/1/2026).
Dalam transformasi tersebut, Hypefast menegaskan evolusi perannya dari penggabung brand menjadi mesin penggerak (engine) yang mengendalikan seluruh rantai nilai, mulai dari manufaktur, distribusi, hingga pemasaran produk ke konsumen akhir. Strategi ini diarahkan untuk menjawab dinamika pasar ritel dan perubahan perilaku konsumen, khususnya dari segmen Gen Z dan milenial.
Penguatan bisnis Hypefast ditopang oleh tiga pilar utama. Pertama, pengembangan manufaktur mandiri untuk mempercepat peluncuran produk ke pasar (speed-to-market) sekaligus menjaga margin tetap sehat. Kedua, dominasi distribusi melalui jaringan offline yang kini menjangkau lebih dari 10.000 titik penjualan di berbagai wilayah Indonesia.
Selain itu, pada awal 2026 Hypefast meluncurkan situs e-commerce direct-to-consumer (D2C) untuk setiap brand dalam portofolionya. Platform ini dilengkapi fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) dan ditujukan untuk menciptakan stabilitas pendapatan yang tidak sepenuhnya bergantung pada algoritma marketplace pihak ketiga.
Pilar ketiga adalah penguatan sumber daya manusia. Operasional harian brand dikelola secara terpusat oleh sekitar 150 talenta ritel yang berbasis di kantor pusat Hypefast.
Seiring peluncuran identitas korporasi baru, Hypefast juga menggelar acara bertajuk HYSTORIC HYBRID RACE, sebuah festival wellness dengan konsep hybrid race yang menyasar komunitas Gen Z dan milenial. Acara ini akan berlangsung pada 7 Februari 2026 di Pos Bloc, Jakarta, dan menggandeng Garmin sebagai official partner.
Ajang tersebut juga menghadirkan Hong Beom-seok, mantan anggota pasukan khusus Korea Selatan yang dikenal melalui sejumlah reality show global. Hong dijadwalkan ikut berpartisipasi langsung dalam kompetisi.
Menurut Achmad, antusiasme publik terhadap acara tersebut cukup tinggi. Dalam satu minggu sejak penjualan tiket dibuka, lebih dari 500 peserta telah mendaftar.
Melalui transformasi bisnis dan penguatan ekosistem ini, Hypefast berupaya memperluas persepsi publik. Perusahaan ingin dikenal tidak hanya melalui portofolio brand seperti Luxcrime, Bohopanna, dan Cessa, tetapi juga sebagai grup ritel modern berbasis teknologi yang siap melangkah ke pasar modal pada 2027.
STEVY WIDIA
