youngster.id - Guna mempercepat pengembangan talenta cybersecurity dan Artificial Intelligence (AI) yang siap kerja di Indonesia, perusahaan cybersecurity PT ITSEC Asia Tbk meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy di kantor pusatnya di Jakarta. Inisiatif ini merespons tingginya kebutuhan tenaga ahli yang mampu mengamankan sekaligus mengembangkan teknologi digital nasional.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memenuhi target kebutuhan SDM digital nasional yang mencapai 9 juta orang pada 2030, dari ketersediaan saat ini yang baru berkisar 3 juta orang.
“Kesenjangan ini tidak dapat diatasi oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan untuk menyiapkan talenta yang dibutuhkan Indonesia. Inisiatif seperti ITSEC Cyber & AI Academy dapat menjadi bagian dari upaya tersebut dengan memperkuat kesiapan talenta di bidang cybersecurity dan AI,” ujar Nezar, dikutip Selasa (11/8/2026).
Pendekatan Praktis dan Pembagian Akademik Terfokus
President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menjelaskan bahwa percepatan adopsi AI dan pesatnya ancaman siber menuntut hadirnya profesional yang memiliki pemahaman teknis secara praktis, bertanggung jawab, dan relevan dengan industri.
“Tantangan cybersecurity dan AI terus berkembang. Melalui ITSEC Cyber & AI Academy, kami membawa pengalaman 16 tahun di garis depan keamanan siber untuk mencetak generasi berikutnya yang menjaga masa depan digital Indonesia,” kata Patrick.
Guna memastikan efektivitas pengembangan talenta cybersecurity dan AI, akademi ini mengusung filosofi “We don’t just train defenders. We create them” melalui penerapan metode pembelajaran berbasis praktisi (practitioner-led). Kurikulum pembelajaran dirancang secara komprehensif dan dibagi ke dalam dua fokus utama yang saling melengkapi.
Fokus pertama adalah Cybersecurity Academy (Defend & Attack), yang membekali peserta dengan perspektif defensif sekaligus ofensif secara seimbang. Pendekatan ini memungkinkan para peserta tidak hanya memahami cara melindungi dan merespons ancaman siber, tetapi juga mampu menguji ketahanan serta mengidentifikasi kerentanan sistem secara mendalam. Sementara itu, fokus kedua diarahkan pada AI Academy (Build & Govern), yang menitikberatkan pada kemampuan teknis dalam membangun dan menerapkan teknologi kecerdasan buatan, sembari tetap mengedepankan aspek keamanan serta tata kelola (governance) yang bertanggung jawab.
Dukungan Ekosistem Teknologi Terintegrasi
President Director ITSEC Cyber & AI Academy, Yulius C. Rusli, menambahkan bahwa seluruh proses pembelajaran—mulai dari asesmen awal, edukasi adaptif, hingga simulasi terapan—didukung secara penuh oleh ekosistem teknologi mandiri yang terintegrasi.
“Kami membangun Academy dengan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Peserta tidak hanya mempelajari konsep cybersecurity dan AI, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan melalui asesmen, pembelajaran adaptif dan simulasi yang dirancang menyerupai kondisi yang mereka hadapi dalam pekerjaan,” imbuh Yulius.
Untuk memeta kemampuan peserta sejak awal, platform AKSI hadir melakukan asesmen komprehensif yang mencakup kompetensi teknis, aptitude, hingga soft skills. Hasil evaluasi ini kemudian dikelola secara sistematis melalui CAKRA, sebuah platform yang memfasilitasi tata kelola cakupan pembelajaran serta pengukuran tingkat resiliensi siber peserta secara terukur.
Selanjutnya, efektivitas proses pembelajaran ditingkatkan melalui SAKTI, platform pembelajaran adaptif berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dilengkapi dengan fitur keamanan anti-cheating untuk menjaga integritas evaluasi. Pada tahap praktik langsung, peserta diuji dalam skenario dunia nyata memanfaatkan PERISAI, yakni fasilitas cyber range berbasis AI yang mampu mengemulasi ancaman siber dan situasi intelijen secara realistis. Sebagai penutup ekosistem pembelajaran ini, platform JAGA difungsikan untuk memperkuat kapabilitas organisasi melalui simulasi serangan phishing serta program pelatihan cyber awareness yang interaktif.
Sebagai bagian dari komitmen inkusif dalam pengembangan talenta cybersecurity dan AI, ITSEC Asia juga memperkenalkan program ITSEC CyberTalent. Program ini memberikan akses pembelajaran, pendampingan, dan pengalaman industri bagi talenta muda berpotensi di berbagai daerah.
Ke depan, ITSEC Cyber & AI Academy berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai institusi dan mengembangkan kurikulum yang adaptif demi menopang ketahanan serta kemandirian ekosistem digital Indonesia.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post