Momi, Kue Rendah Protein untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Belum banyak toko kue menyediakan produk rendah kalori. (Foto: Ilustrasi/Youngsters.id)

youngster.id - Tim mahasiswa asal Yogyakarta membuat kue khusus bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Kue dengan merk Momi menggunakan bahan mocaf, Modified Cassava Flour.

Asupan makanan yang dikonsumsi ABK mesti diperhatikan. Para ahli menyatakan bahwa ABK tidak boleh makan makanan yang mengandung gluten atau tepung dan kasien atau susu. Pasalnya, bila ada kesalahan pola makan atau asupan gizi, maka berpengaruh pada kondisi kesehatannya.

Berangkat dari situ, para mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membuat kue khusus bernama Momi alias Mocaf Home Industry. Mereka antara lain Fendy Tri Hatmoko, Annisa Noor Septiyani, Erma Eka Safitri, Syifa Mutiah Syahidah, dan Arizka Setya Windhiarti.

Berbeda dengan kue yang beredar di pasaran, produk kue buatan mahasiswa ini menggunakan Mocaf atau Modified Cassava Flour yang berasal dari singkong. “Kecilnya nilai gizi protein pada tepung Mocaf membuat kue ini aman dikonsumsi ABK,” tutur Annisa seperti dilansir dari laman UNY, Jumat (30/6/2017).

Erma mengatakan, penggunaan Mocaf pada pembuatan kue kering bukan hanya dikhususkan bagi anak berkebutuhan khusus. Namun, juga bisa dikonsumsi orang yang sedang menjalankan program diet. “Kue kering tepung mocaf ini juga bisa digunakan sebagai menu diet,” imbuhnya.

Baca juga :   Mobil Listrik Karya Mahasiswa UNY Memukau Ahli Jepang

Pemanfaatan singkong dalam pembuatan kue kering ini juga diakui dari keprihatinannya melihat keberlimpahan hasil panen singkong yang tak berbanding lurus dengan harga jual tepung singkong. “Daripada impor tepung dari negara lain, alangkah lebih baik bila menjadikan tepung singkong sebagai solusi,” ungkap Fendy.

Contoh produk kue kering yang menggunakan Mocaf ini yakni nastar yang sangat khas disajikan saat lebaran. Selain membuat kue kering, para mahasiswa dari berbagai fakultas ini juga menawarkan pelayanan berupa jasa pelatihan mengolah tepung mocaf menjadi kue yang memiliki nilai jual.

STEVY WIDIA