3M Indonesia Dukung Pemberdayaan Budidaya Perairan Berkelanjutan

3M menggelar proyek konservasi The Nature Conservancy di Semarang, Jawa Tengah. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Hutan bakau Indonesia dikatakan sebagai salah satu hutan paling kaya karbon, penelitian Center for International Forestry Research (CIFOR) mengungkapkan hutan bakau Indonesia mampu menyimpan sepertiga dari seluruh karbon di dunia.

Melihat kebutuhan itu, 3M Indonesia mendukung konservasi dan pemulihan ekosistem bakau secara berkelanjutan di Indonesia. Perusahaan global berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, Bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), 3M Indonesia memberikan kontribusi memperbaiki ekosistem bakau dalam memulihkan potensi dan kekayaan pesisir pantai di Semarang, Jawa Tengah.

Sashidharan Sridharan, Managing Director 3M Indonesia mengatakan, menjaga keseimbangan ekologi merupakan fokus utama 3M. “Kami bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membantu memecahkan masalah global, mempromosikan pendidikan lingkungan dan konservasi berbasis sains, untuk meningkatkan kualitas kehidupan,” ucap Sridharan dalam keterangannya, Senin (9/9/2019) DI Jakarta.

Bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), 3M menggelar proyek konservasi The Nature Conservancy dalam rangka mengelola budidaya perairan dan melestarikan ekosistem bakau di wilayah Semarang, Jawa Tengah.

Baca juga :   PT Astra Tantang Para Wirausaha Muda

“Melalui program SIGAP (Aksi Inspiratif Warga Untuk Perubahan) yang dikembangkan oleh The Nature Conservancy, 3M Indonesia ikut memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kehidupan mereka dengan memberikan hak dan akses untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan, dan merumuskan rencana pembangunan berkelanjutan,” kata Sridharan.

Tak hanya itu, 3M juga turut memberikan bantuan finansial sejumlah USD 35.000. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan konservasi lingkungan wilayah pesisir Semarang, pengembangan mata pencaharian masyarakat lokal melalui ekowisata bakau dan budidaya perarian yang berkelanjutan, dan memastikan pengembangan dan penggunaan sumber daya alam dalam wilayah pesisir dapat diawasi secara sosial dan ekonomi serta berkelanjutan secara ekologis.

STEVY WIDIA