youngster.id - Amartha Financial menegaskan komitmennya dalam memperkuat pemberdayaan perempuan petani dan pelaku usaha UMKM di wilayah perdesaan. Langkah ini menjadi momentum penting dalam memperingati Hari Perempuan Perdesaan Internasional yang jatuh setiap 15 Oktober, mengingat peran krusial perempuan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO), perempuan menyumbang sekitar 41% tenaga kerja pertanian global. Di Indonesia, data per Februari 2025 mencatat sekitar 14,8 juta perempuan bekerja di sektor pertanian sempit, mencakup budidaya tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan. Namun, kontribusi ini masih terhambat oleh keterbatasan akses modal, literasi digital, dan dampak perubahan iklim.
Founder dan CEO Amartha Financial, Andi Taufan, menjelaskan bahwa Amartha terus memperkuat ekosistem UMKM di akar rumput melalui akses permodalan produktif, pendampingan usaha, serta perluasan akses pasar bagi perempuan perdesaan. Sepanjang 2025, hampir 30% mitra Amartha berasal dari sektor pertanian dan peternakan.
“Dukungan permodalan dan pendampingan yang kami lakukan berhasil mendukung hampir 99.000 mitra di perdesaan untuk membuka lapangan kerja baru, di mana 97% dari total lapangan kerja baru tersebut diisi oleh perempuan,” ujar Andi, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Kisah Sukses Petani Palawija dan Budidaya Rumput Laut
Pemberdayaan ini dirasakan langsung oleh Sumarni, petani palawija asal Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Setelah menjadi mitra Amartha selama 5 tahun, ia memperoleh akses pembiayaan yang digunakan untuk mengembangkan usaha pertaniannya hingga mampu mencatatkan penghasilan hingga Rp500.000 setiap dua hari saat harga pasar stabil.
Dampak positif juga dirasakan di sektor kelautan melalui kisah Mariani, petani rumput laut asal Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara. Dukungan pembiayaan dan pendampingan dari Amartha memungkinkan Ibu Mariani memperluas area budidaya, meningkatkan hasil panen, serta memberdayakan ibu rumah tangga di sekitarnya untuk membantu proses panen dan pengeringan rumput laut.
Inisiatif Keberlanjutan Amartha Empower di Daerah Bencana
Selain pembiayaan produktif, Amartha memperluas dampak sosialnya melalui Amartha Empower, portal penggalangan donasi dan zakat di bawah naungan Amartha.org. Salah satu aksi nyatanya adalah pemulihan jaringan irigasi pertanian pascabencana banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang mengairi lahan bagi lebih dari 900 kepala keluarga (sekitar 3.000 jiwa).
Program tersebut juga dilengkapi dengan pembagian hewan ternak sapi untuk produksi kompos, serta pelatihan manajemen keuangan, tata kelola organisasi, dan pemasaran bagi kelompok tani lokal.
“Pemberdayaan perempuan perdesaan bukan hanya sebatas memberikan akses permodalan, melainkan tentang membangun ekosistem berkelanjutan agar mereka dapat terus tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan. Melalui ekosistem layanan keuangan digital, kami akan terus hadir mendukung perempuan di perdesaan agar terus berdaya dan mandiri,” pungkas Andi.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post