Amazon Siapkan Ribuan Satelit Komunikasi untuk Internet Broadband

Amazon Web Services (AWS) merupakan anak usaha e-commerce Amazon.com. (Foto: Istimewa/Youngster.id)

youngster.id - Amazon telah meminta izin kepada pihak berwenang Amerika Serikat berkode Kuiper itu akan memberikan broadband ke konsumen dan bisnis yang tidak memiliki akses memadai ke internet, melalui koordinasi lintasan dan penggunaan frekuensi radio.

Federal Communications Commission (FCC) telah menyetujui hampir 13.000 satelit orbit rendah bumi, termasuk 11.493 satelit dari Space Exploration Technologies Corp milik Elon Musk, yang merupakan batch awal dari 60 pesawat luar angkasa pada bulan Mei lalu.

Di orbit rendah bumi yang berkisar antara ketinggian 112 mil hingga 1.200 mil (sekitar 180-2.000 kilometer). Satelit dapat menyelesaikan orbitnya hanya dalam waktu 90 menit. Jadi, diperlukan banyak satelit apabila tujuannya adalah mengantarkan sinyal dalam cakupan luas dan terus menerus.

Amazon sendiri dalam aplikasi yang diajukan ke FCC mengatakan bahwa satelit-satelit miliknya akan beroperasi di ketinggian sekitar 370-390 mil atau sekita 590-630 kilometer.

CEO Amazon Jeff Bezos mengatakan proyek Kuiper akan menelan biaya hingga miliaran dollar Amerika. Sementara, proyek tersebut juga terpisah dari pembuatan kendaraan peluncuran ruang angkasa milik Bezon, yakni Blue Origin LLC.

Amazon dalam sebuah pernyataannya menyatakan bahwa proyek ini akan menjadi akses dasar Amazon ke internet broadband dan akan membantu melayani komunitas di Amerika Serikat. “Dengan menawarkan layanan komunikasi broadband tetap ke daerah-daerah pedesaan dan wilayah yang sulit terjangkau,” tulis pihak Amazon dalam keterangan yang dilansir Bloomberg.

Sistem Kuiper akan membantu operator jaringan seluler untuk memperluas layanan nirkabel. Selain itu, proyek tersebut juga menawarkan prospek layanan konektivitas high traoughput mobile broadband untuk pesawat, kapal maritime, dan kendaraan darat.

Ada 3.236 satelit komunikasi untuk layanan internet tersebut.

STEVY WIDIA