Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

CrediBook Perkuat Layanan di Segmen Grosir Lewat CrediMart

17 Februari 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
CrediMart

CrediMart berkolaborasi dengan toko grosir konvensional. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - CrediBook akan fokus memperkuat layanannya di segmen grosir yaitu CrediMart. Sebelumnya, CrediBook telah memiliki tiga layanan yang berfokus untuk mengembangkan ekosistem digital bagi pelaku UMKM yaitu aplikasi pembukuan digital, platform grosir digital CrediMart, serta aplikasi pengelolaan toko online CrediStore.

CEO & Co-Founder CrediBook Gabriel Frans mengungkapkan CrediMart menjadi salah satu inovasi yang mengalami pertumbuhan paling pesat. Pasalnya, sejak diluncurkan pada September 2021 lalu, CrediMart mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 350%.

“Seiring dengan bisnis CrediBook yang semakin berkembang, skala masalah yang kami selesaikan pun semakin meningkat. Melalui CrediMart, kami menyelesaikan masalah dalam pengadaan barang sekaligus menggarap peluang di sektor grosir,” ungkap Gabriel dalam keterangan pers, Kamis (17/2/2022).

Menurut dia, CrediMart memberdayakan usaha grosir konvensional dalam proses pengadaan barang tanpa mengganggu alur rantai pasok. CrediMart tidak memotong pemasok dan tidak memiliki aset gudang seperti perusahaan grosir lainnya.

Baca juga :   GrabFood Kini Merambah 139 Kota

“Kami justru meningkatkan kapasitas penjualan grosir konvensional. Selain itu, target pasar CrediMart juga luas dan multi-sektor. Selama grosir menjualkan barangnya ke pedagang ritel, ini masuk segmen CrediMart, jadi bukan terbatas di warung saja. Inilah yang menjadi semangat CrediBook untuk fokus memperkuat layanan di segmen grosir melalui CrediMart,” ungkap Gabriel.

Menurut dia, toko grosir konvensional mengalami rata-rata penurunan volume penjualan hingga 20% selama periode pandemi. Setelah pemantauan lanjutan, ternyata pelaku grosir masih mengandalkan berjualan secara konvensional. Selain itu, pelayanan toko grosir konvensional juga kurang nyaman, seperti antrian panjang, terbatasnya jangkauan pelanggan ritel antara 10 km-15 km, dan keterbatasan metode pembayaran. Pengelolaan stok barang di toko juga masih dilakukan manual. Ini semakin meningkatkan potensi penumpukan stok dan kerugian hingga 30% karena kurang memiliki visibilitas terhadap arus keluar-masuknya barang.

Baca juga :   Tren Penjualan Produk Batik Selama Pandemi di Tokopedia Meningkat

CrediMart menyediakan tiga dukungan bagi pelaku grosir. Pertama, kapasitas digital berupa aplikasi online ordering untuk memudahkan toko grosir menerima pesanan dan manajemen  stok, serta toko online via CrediMart untuk membantu meningkatkan pelanggan ritel baru secara online. Kedua, dukungan logistik berupa CrediMart Assistant yang akan mengambil barang dari toko grosir konvensional untuk diantarkan ke peritel dalam waktu 1 x 24 jam.

Ketiga, fleksibilitas pembayaran melalui metode tempo untuk menjawab kebutuhan dan mendukung pengelolaan arus kas peritel, sebab toko grosir konvensional memiliki keterbatasan modal untuk memberikan pembayaran tempo. Sementara di sisi ritel, CrediMart mencatat pemanfaatan pembayaran tempo meningkat.

“CrediMart turut memfasilitasi peritel dengan pembayaran digital termasuk metode tempo. Opsi ini sangat digemari karena peritel tetap bisa memenuhi kebutuhan dagang sekaligus memiliki keleluasaan untuk mengelola arus kas. Tenornya pun disesuaikan bergantung sektor. Misalnya produk kebutuhan harian tenornya bisa tujuh hari karena turn over rate-nya tinggi,” kata Gabriel.

Baca juga :   Selain Go-Digital, UMKM juga Perlu Melek Keuangan

Dampak nyata CrediMart bagi toko grosir dan ritel CrediMart kini telah beroperasi dan bekerja sama dengan toko grosir konvensional di lebih dari 40 kota di Indonesia. Gabriel mengungkapkan, CrediMart juga telah memberikan dampak nyata pada pertumbuhan usaha pelaku grosir konvensional.

Gabriel juga mengungkapkan, CrediMart akan memperluas kategori produk yang ditawarkan. “Saat ini CrediMart bukan hanya menawarkan produk FMCG, namun juga produk industri lainnya seperti bahan bangunan, alat tulis dan keperluan kantor, obat-obatan bebas, hingga otomotif. Ke depannya, CrediMart akan lebih banyak fokus pada perluasan kategori produk seperti fesyen, kriya, dan industri rumahan. CrediMart juga akan memperbanyak kemitraan dengan toko grosir konvensional di berbagai daerah,” pungkasnya.

 

STEVY WIDIA

Tags: CredibookCrediMartgrosir digital
Previous Post

Platform PINTU Gelar Kompetisi “Video Be The Influencer” Berhadiah Ratusan Juta Rupiah

Next Post

Startup ‘Haus!’ Tagetkan Bisnis Capai Rp719 Miliar di 2022

Related Posts

Modal Rakyat
Digital Business

Pembiayaan Modal Rakyat Tembus Rp 9 Triliun, Lanjutkan Kolaborasi Dengan Ekosistem

4 November 2022
0
Startup Digital Hub NFC Indonesia Bakal Melantai di Bursa
News

Berkat Periklanan Cloud Digital dan SaaS Laba Bersih MCash Naik 146% YoY

4 Mei 2022
0
Credibook
Headline

CrediBook Tutup Pendanaan Seri A Rp116 Miliar Siap Pengembangan Usaha

10 April 2022
0
Load More
Next Post
Gufron Syarif - Haus!

Startup ‘Haus!’ Tagetkan Bisnis Capai Rp719 Miliar di 2022

Iklan Pintar

Layanan Iklan Pintar, Tawarkan Win-Win Solution Pada Pemilik Brand dan Warung

Tim KitaLulus

Platform Pencarian Kerja KitaLulus Peroleh Pendanaan Awal

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version