Sabtu, 27 Juni 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Tren Penjualan Produk Batik Selama Pandemi di Tokopedia Meningkat

2 Oktober 2020
in News
Reading Time: 1 min read
Batik Keris Perkuat Bisnis Online

Pagelaran busana Batik Keris. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pandemi justru menjadi momentum bagi para pegiat usaha di Indonesia – khususnya UMKM – untuk menciptakan peluang dengan berinovasi. Baik dari sisi produk maupun kanal penjualan, dari offline ke online. Salah satu yang naik daun adalah penjualan produk batik di e-commerce seperti Tokoepdia.

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya, mengatakan, pandemi justru menjadi momentum bagi UMKM berinovasi. Baik dari sisi produk maupun kanal penjualan, dari offline ke online.

“Kami melihat bagaimana penjual batik di Tokopedia tidak berhenti menghadirkan inovasi produk yang lebih relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Terlihat dari produk batik paling laris di Tokopedia, yaitu masker dan daster atau baju tidur bermotif batik. Data tersebut sangat menggambarkan kebutuhan masyarakat yang sekarang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah untuk menghindari penularan virus COVID-19,” kata Ekhel dalam keterangannya, Jumat (2/10/2020).

Di Hari Batik Nasional, Tokopedia merilis tren penjualan produk batik. Menurut data internal Tokopedia, daster atau baju tidur batik mengalami peningkatan penjualan lebih dari 3,5x lipat, jika dibandingkan dengan periode sebelum pandemi. Di sisi lain, penjualan masker batik melonjak signifikan hingga lebih dari 20x lipat.

UMKM yang memanfaatkan kanal digital dinilai lebih tangguh menghadapi pandemi karena dapat menjaga kelangsungan bisnis sekaligus memastikan lapangan pekerjaan tetap tersedia.

“Saat ini, total sudah ada lebih dari 9 juta penjual di Tokopedia yang hampir 100%nya UMKM. Kami percaya, UMKM punya peran signifikan dalam pemulihan ekonomi negeri yang terdampak pandemi, mengingat UMKM adalah penyumbang lebih dari 60% pendapatan negara,” ujar Ekhel.

Ekhel menyatakan bahwa, karena itu, keberadaan UMKM – termasuk yang bergerak di industri batik – sangat penting diupayakan oleh semua pihak. “Mari bersama mendukung keberlangsungan industri batik dengan #BanggaBuatanIndonesia,” tutupnya.

 

STEVY WIDIA

Tags: batikHari Batik NasionalTokopedia
Previous Post

Pluang Rilis Produk Investasi Berjangka, Buka Akses ke Indeks Saham AS

Next Post

Putu Hermawan : Melestarikan Lingkungan Dengan Menjadikan Sampah Bernilai Jual

Related Posts

Pendanaan Empat Startup Indonesia
Features

Empat Startup Indonesia yang Mematahkan Batas Pendanaan Venture Capital

15 Juni 2026
0
Pendanaan Startup Indonesia 2026
Startup & Entrepreneurship

Tracxn: Investasi Startup Indonesia Merosot 52%, Pendanaan Awal Tahun Cuma US$50,7 Juta

25 Mei 2026
0
e-commerce indonesia
Digital Business

Pasar E-commerce Indonesia Tetap Terbesar di Asia Tenggara, Meski Pertumbuhan Melambat di 2025

14 April 2026
0
Load More
Next Post
Putu Hermawan : Melestarikan Lingkungan Dengan Menjadikan Sampah Bernilai Jual

Putu Hermawan : Melestarikan Lingkungan Dengan Menjadikan Sampah Bernilai Jual

DOKU dan MKP Mobile Luncurkan Sistem E-Ticketing di Karanganyar

transaksi GoFood

GoFood Jadi Jawara Aplikasi Belanja dan Pesan Antar Makanan di Dunia

Discussion about this post

Recent Updates

APEC Sustainable Bartender Championship 2026

Usung Konsep Zero-Waste, Marriott International Gelar APEC Sustainable Bartender Championship 2026

27 Juni 2026
Tren Cari Kost Mahasiswa Cove

Cove Ungkap Tren Cari Kost Mahasiswa: Serba Digital dan Butuh Privasi

27 Juni 2026
Monash University x Muhammadiyah

Perkuat Riset Global, Monash University dan Muhammadiyah Luncurkan Program MTAP

27 Juni 2026
AI Jadi ‘Pemain’ Baru di Piala Dunia 2026

AI Jadi ‘Pemain’ Baru di Piala Dunia 2026

27 Juni 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
APEC Sustainable Bartender Championship 2026

Usung Konsep Zero-Waste, Marriott International Gelar APEC Sustainable Bartender Championship 2026

27 Juni 2026
Tren Cari Kost Mahasiswa Cove

Cove Ungkap Tren Cari Kost Mahasiswa: Serba Digital dan Butuh Privasi

27 Juni 2026
Monash University x Muhammadiyah

Perkuat Riset Global, Monash University dan Muhammadiyah Luncurkan Program MTAP

27 Juni 2026
AI Jadi ‘Pemain’ Baru di Piala Dunia 2026

AI Jadi ‘Pemain’ Baru di Piala Dunia 2026

27 Juni 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version