Selasa, 27 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News CRYPTO

OJK: 72% Bursa Kripto Indonesia Masih Rugi Sepanjang 2025

26 Januari 2026
in CRYPTO
Reading Time: 2 mins read
Bursa Kripto Indonesia

OJK: 72% Bursa Kripto Indonesia Masih Rugi Sepanjang 2025 (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan mayoritas bursa kripto atau Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) di Indonesia masih mencatatkan kinerja keuangan negatif sepanjang 2025. Hal ini dipicu rendahnya pemanfaatan ekosistem kripto domestik karena investor lokal lebih banyak bertransaksi melalui platform global.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi mengungkapkan, dari 25 hingga 29 PAKD yang terdaftar dan berizin, sekitar 72% mengalami kerugian usaha.

“Dari data PAKD itu masih 72% tercatat mengalami kerugian usaha,” ujar Hasan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI.

Hasan menjelaskan, tekanan kinerja tersebut terutama disebabkan dominasi transaksi masyarakat Indonesia melalui bursa regional dan global, bukan melalui ekosistem domestik.

Baca juga :   Tokocrypto Siap Tumbuhkan Konten Kreator Lokal Dengan Menghadirkan Marketplace NFT

“Dari data yang ada memang terindikasi sebagian besar transaksi konsumen lokal masih dilakukan melalui pedagang dan bursa-bursa di regional dan global,” katanya.

Menurut OJK, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah untuk meningkatkan minat transaksi investor di platform dalam negeri. Sepanjang 2025, nilai transaksi kripto di Indonesia tercatat sebesar Rp482,23 triliun.

Menanggapi hal tersebut, CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengatakan tekanan profitabilitas industri tidak terlepas dari tantangan membangun kepercayaan dan volume transaksi di pasar domestik. Namun, ia menegaskan tidak semua pelaku berada pada posisi yang sama.

“Masih banyaknya PAKD yang merugi menunjukkan industri ini masih berada pada fase pertumbuhan yang menuntut skala, efisiensi operasional, dan penguatan kepercayaan pasar,” ujar Calvin.

Baca juga :   UMKM Jadi Pasar Menjanjikan Bagi Fintech

Ia berharap ke depan terdapat ruang untuk mendorong efisiensi biaya, termasuk melalui insentif pajak serta struktur pendapatan yang lebih seimbang seperti penerapan biaya ekosistem atau bursa fee, agar pelaku usaha dapat berinvestasi lebih besar pada kepatuhan dan perlindungan pengguna.

Berdasarkan riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), mayoritas investor kripto di Indonesia berpendapatan di bawah Rp8 juta per bulan, didominasi usia di bawah 35 tahun, dan berpendidikan SMA.

Selain itu, OJK menyoroti masih maraknya aktivitas di platform ilegal yang berpotensi menyebabkan hilangnya penerimaan pajak hingga Rp1,1–1,7 triliun per tahun.

“Penegakan terhadap platform ilegal harus tegas, tapi juga perlu dibarengi literasi dan kolaborasi regulator, industri, komunitas, dan akademisi. Targetnya bukan hanya pertumbuhan, tetapi pertumbuhan yang aman dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*AMBS)

Baca juga :   Pemerintah Perluas Kewajiban Pelaporan Pajak Ekonomi Digital, E-Wallet dan Kripto Masuk Skema DJP

Tags: Bursa Kripto IndonesiaOJKPedagang Aset Keuangan Digital (PAKD)Tokocrypto
Previous Post

Pluang Hadirkan Layanan Trading Saham Amerika di Indonesia

Related Posts

pajak kripto
CRYPTO

OJK Catat Pajak Kripto Rp719,61 Miliar, INDODAX Sumbang Lebih dari 50%

26 Januari 2026
0
OJK
CRYPTO

OJK Terbitkan Whitelist Pedagang Aset Keuangan Digital dan Kripto Berizin

24 Desember 2025
0
Transaksi Kripto
CRYPTO

Transaksi Kripto Indonesia Turun 24,5% pada November 2025

19 Desember 2025
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

Bursa Kripto Indonesia

OJK: 72% Bursa Kripto Indonesia Masih Rugi Sepanjang 2025

26 Januari 2026
aplikasi Pluang

Pluang Hadirkan Layanan Trading Saham Amerika di Indonesia

26 Januari 2026
insurtech Igloo

Tokio Marine Investasi US$5 Juta di Startup Insurtech Igloo, Fokus Pasar Indonesia

26 Januari 2026
Cleo - Net Zero Emission

Cleo Targetkan Net Zero Emission, PLTS Kurangi 15.948 Ton Emisi CO2

26 Januari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Bursa Kripto Indonesia

OJK: 72% Bursa Kripto Indonesia Masih Rugi Sepanjang 2025

26 Januari 2026
aplikasi Pluang

Pluang Hadirkan Layanan Trading Saham Amerika di Indonesia

26 Januari 2026
insurtech Igloo

Tokio Marine Investasi US$5 Juta di Startup Insurtech Igloo, Fokus Pasar Indonesia

26 Januari 2026
Cleo - Net Zero Emission

Cleo Targetkan Net Zero Emission, PLTS Kurangi 15.948 Ton Emisi CO2

26 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version