youngster.id - Gaya hidup aktif kini semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban Indonesia, khususnya di kalangan anak muda. Aktivitas seperti fun run, gym, yoga, hingga latihan intensitas tinggi atau High-Intensity Interval Training (HIIT) terus mengalami peningkatan popularitas dalam beberapa tahun terakhir.
Fenomena ini terlihat dari menjamurnya komunitas olahraga, ramainya kegiatan car free day, hingga meningkatnya berbagai event kebugaran di kota-kota besar. Olahraga kini tak lagi sekadar aktivitas menjaga kesehatan, tetapi juga telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup dan ruang sosial generasi urban.
Melihat tren tersebut, berbagai brand global mulai serius menggarap pasar active lifestyle di Indonesia. Salah satunya melalui kehadiran Powerade, minuman isotonik global dari Coca-Cola, yang resmi diluncurkan di Indonesia. Kehadiran produk ini dukungan kemitraan jangka panjang perusahaan bersama FIFA World Cup.
President Director Coca-Cola Indonesia, Eva Lusiana, mengatakan Indonesia menjadi pasar yang relevan karena tingginya mobilitas masyarakat serta semakin berkembangnya budaya olahraga di kalangan masyarakat urban.
Menurutnya, kehadiran Powerade tidak hanya menyasar atlet profesional, tetapi juga masyarakat dengan gaya hidup aktif sehari-hari.
“Indonesia adalah bangsa yang terus bergerak. Di sinilah ambisi olahraga, gaya hidup aktif dan tingginya mobilitas perkotaan melebur dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Eva Lusiana pada peluncuran Powerade Rabu (20/5/2026) di Jakarta.
Masuknya brand global ke segmen ini juga menunjukkan bagaimana pasar active lifestyle Indonesia semakin berkembang. Tidak hanya apparel olahraga dan pusat kebugaran, industri hidrasi dan minuman isotonik kini mulai ikut bersaing memperebutkan perhatian konsumen muda yang semakin sadar akan pentingnya kebugaran dan hidrasi tubuh.
Spesialis Gizi Klinik, Diana Suganda, menjelaskan aktivitas fisik di iklim panas dan lembap seperti Indonesia membuat tubuh kehilangan cairan dan elektrolit lebih cepat.
“Rehidrasi menggunakan kombinasi elektrolit yang tepat akan sangat membantu tubuh mempertahankan keseimbangan internal sekaligus mengoptimalkan fungsi otot dan saraf,” jelasnya.
Tidak hanya menghadirkan produk, Coca-Cola juga membawa pendekatan yang lebih dekat dengan budaya olahraga urban melalui inisiatif “City Powerground”. Program ini akan mengubah sejumlah ruang publik di kawasan Sudirman, Jakarta, menjadi area olahraga interaktif bertema FIFA World Cup.
Konsep tersebut menunjukkan bagaimana ruang publik kini mulai dimanfaatkan sebagai tempat aktivitas olahraga sosial bagi masyarakat urban. Trotoar kota, taman, hingga area car free day perlahan berubah menjadi ruang berkumpul komunitas lari, latihan bersama, hingga aktivitas kebugaran lainnya.
Puncak kegiatan akan berlangsung melalui festival olahraga “The Power Arena” di Taman Literasi, Jakarta, pada 4-5 Juli mendatang. Acara ini menghadirkan berbagai aktivitas seperti fun run 3K, football drills, kelas HIIT, basketball shootout, hingga sesi yoga dan pemanasan bersama komunitas.
Tren ini menunjukkan bahwa olahraga kini bukan lagi sekadar aktivitas kompetitif, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup sosial anak muda urban Indonesia. Di tengah meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan dan kebugaran, pasar active lifestyle diperkirakan akan terus berkembang dan semakin dilirik berbagai brand global dalam beberapa tahun ke depan.
STEVY WIDIA


















Discussion about this post