youngster.id - Kasih Ibu Hospital Group memperkuat ekosistem digitalnya dengan mengintegrasikan teknologi Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi dari Privy ke dalam Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Langkah strategis ini mempertegas komitmen institusi dalam menghadirkan layanan kesehatan modern, aman, dan efisien secara menyeluruh.
Sebagai pelopor transformasi digital kesehatan di Bali—yang dibuktikan dengan pencapaian EMRAM (Electronic Medical Record Adoption Model) Level 6—Kasih Ibu Hospital menggunakan solusi digital ini untuk menyempurnakan tata kelola dokumen operasional dan administrasi internal. Melalui integrasi tersebut, proses procurement (pengadaan) alat kesehatan dan obat-obatan kini memiliki kecepatan dan kekuatan hukum yang setara dengan layanan medisnya.
Kasih Ibu Hospital sebenarnya telah mengimplementasikan layanan Privy pada berbagai alur persetujuan dokumen internal. Penerapan TTE ini terbukti memberikan dampak positif dalam mempercepat birokrasi lintas departemen serta meminimalkan penggunaan dokumen fisik.
Direktur PT Kasih Medikatama, dr. I Gusti Ngurah Rai, M.M., menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan alami dari peta jalan digital rumah sakit.
“Pencapaian EMRAM Level 6 adalah bukti bahwa digitalisasi sudah menjadi DNA di Kasih Ibu Hospital. Integrasi Privy ke dalam SIMRS membuat koordinasi dengan mitra vendor dan administrasi internal menjadi jauh lebih tangkas (agile), aman secara hukum, dan transparan, tanpa mengesampingkan standar keamanan data yang ketat,” ujarnya, dikutip Kamis (21/5/2026).
Sistem persetujuan dokumen satu pintu digital ini mengeliminasi hambatan logistik fisik, sehingga manajemen rumah sakit dapat mengalokasikan fokus yang lebih besar pada peningkatan kualitas pelayanan pasien.
Vice President Business Development Privy, Bara Sakti Walandouw, menjelaskan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari misi perluasan ekosistem kepercayaan digital (digital trust) di sektor kesehatan, khususnya di luar Pulau Jawa.
“Sektor kesehatan membutuhkan administrasi yang cepat, aman, dan terpercaya. Terlebih, Bali merupakan wilayah strategis di mana fasilitas kesehatannya dituntut memberikan layanan efisien bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. Digitalisasi proses administrasi lewat SIMRS menjadi fondasi penting untuk pengadaan logistik rumah sakit,” kata Bara.
Bara menambahkan, Privy dibekali proses verifikasi identitas berstandar global serta jaminan Certificate Warranty hingga Rp1 miliar untuk melindungi pengguna dari risiko pemalsuan sertifikat elektronik. Hal ini memberikan jaminan legalitas yang kokoh pada setiap transaksi dokumen digital antara pihak rumah sakit dan vendor mitra.
Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang berinduk ke Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia, Privy mencatatkan pertumbuhan masif dengan lebih dari 71 juta pengguna terverifikasi dan dipercaya oleh 200.000 institusi, termasuk raksasa asuransi seperti Prudential, Allianz, Zurich, dan AXA.
Pada Kuartal-I, Privy membukukan lonjakan penggunaan TTE sebesar 250% secara tahunan (YoY) atau setara 30 juta tanda tangan elektronik, yang menegaskan tingginya adopsi solusi digital di berbagai sektor industri saat ini.
STEVY WIDIA



















Discussion about this post