Senin, 6 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Bridgespan Group: 70% Organisasi Nirlaba di Regional Minim Pendanaan Jangka Panjang

21 Mei 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
Pendanaan Organisasi Nirlaba Asia Tenggara

Bridgespan Group: 70% Organisasi Nirlaba di Regional Minim Pendanaan Jangka Panjang (Foto: Ilustrasi)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Mayoritas organisasi nirlaba atau nonprofit di Indonesia, Malaysia, dan Singapura tengah menghadapi krisis finansial struktural. Riset terbaru dari The Bridgespan Group bertajuk “Strengthening Nonprofits Across Indonesia, Malaysia, and Singapore” mengungkapkan bahwa 7 dari 10 pemimpin organisasi nirlaba mengeluhkan kurangnya pendanaan jangka panjang yang fleksibel sebagai tantangan paling krusial.

Kondisi tersebut membuat banyak organisasi tidak mampu berinvestasi pada peningkatan kemampuan internal (capacity building) maupun memperluas skala dampak sosial yang mereka hasilkan.

Temuan ini mengemuka di tengah kontrasnya realitas di Asia Tenggara. Di satu sisi, kekayaan pribadi dan ambisi filantropi di kawasan ini melonjak pesat. Namun di sisi lain, pertumbuhan modal tersebut belum mampu melahirkan sektor nirlaba yang kokoh dan mandiri di tengah meningkatnya tuntutan layanan akibat perubahan demografi, tekanan iklim, dan kesenjangan sistem publik.

Laporan komprehensif ini disusun berdasarkan survei terhadap lebih dari 160 pemimpin organisasi nirlaba, serta rangkaian lokakarya dan wawancara mendalam dengan para pemangku kepentingan di tiga negara. Hasil riset tersebut menunjukkan adanya kendala sistemis yang membatasi efektivitas gerakan sosial, yang diawali oleh daya tahan operasional yang rendah di mana lebih dari 40% organisasi nirlaba melaporkan bahwa cadangan dana operasional mereka hanya cukup untuk bertahan kurang dari enam bulan.

Kondisi ini diperparah oleh kesenjangan geografis yang menempatkan organisasi nirlaba berskala kecil dengan kantor pusat di luar Pulau Jawa (Indonesia) dan di luar Semenanjung Malaysia pada posisi risiko yang lebih tinggi, karena mereka 3 hingga 5 kali lebih rentan hanya memiliki cadangan kas untuk bertahan kurang dari tiga bulan saja.

Partner Bridgespan sekaligus salah satu penulis laporan, Keeran Sivarajah, menekankan bahwa kendala ini menahan potensi besar yang dimiliki para penggerak dampak sosial tersebut.

“Organisasi nirlaba di Asia Tenggara bukannya kurang berambisi. Mereka dibatasi oleh aliran pendanaan dan sistem yang mendukung mereka. Banyak yang memiliki cukup dana untuk bertahan, tapi tidak cukup untuk berkembang,” kata Keeran, dikutip Kamis (21/5/2026).

Guna menjembatani kesenjangan ini, Bridgespan menguraikan lima poin perubahan praktis yang dapat diadopsi oleh penyandang dana (donors), organisasi nirlaba, dan lembaga perantara (intermediaries). Pertama, diperlukan Pendanaan Fleksibel Jangka Panjang untuk mengubah skema donasi agar organisasi dapat melakukan perencanaan strategis ke depan sekaligus memperkuat kemampuan inti mereka.

Kedua, ekosistem ini harus mendorong Investasi Tata Kelola guna memperkuat kapasitas pemimpin, staf, dan dewan pengurus demi meningkatkan efektivitas manajemen organisasi. Selanjutnya, poin ketiga menekankan pentingnya Afirmasi Wilayah Pelosok dalam mendukung organisasi kecil di luar kota-kota besar untuk mengatasi ketimpangan geografis dalam akses pendanaan.

Poin keempat berfokus pada penyediaan Infrastruktur Data Bersama demi menciptakan layanan data dan dukungan bersama yang mampu meningkatkan koordinasi serta efisiensi operasional lintas sektor. Terakhir, poin kelima mendorong adanya Sinergi dengan Pemerintah untuk memperkuat jalur kolaborasi formal antara sektor nirlaba dan pemerintah guna menyelaraskan berbagai prioritas pembangunan nasional.

Laporan ini ditutup dengan seruan kuat agar para filantropis dan penyandang dana mulai menerapkan pendekatan berbasis kepercayaan (trust-based philanthropy) yang lebih fleksibel. Sebaliknya, organisasi nirlaba juga didorong untuk terus meningkatkan tata kelola dan transparansi internal mereka.

“Sekarang inilah kesempatannya. Memperkuat organisasi nirlaba sangat penting agar secara efektif dapat menyalurkan pertumbuhan modal filantropi di kawasan ini kepada masyarakat yang paling rentan,” pungkas Pritha Venkatachalam, salah satu Pemimpin Bridgespan Asia dan Afrika. (*AMBS)

 

Tags: Asia TenggaraBridgespan Groupdampak sosialfilantropiindonesiaKrisis Finansialorganisasi nirlabaPendanaan SosialTata Kelola Organisasi
Previous Post

Kompetisi ‘Kopi Keliling’ Ketat, JIWA Group Luncurkan Fitur Digital dan Menu Baru

Next Post

Pembiayaan Berkelanjutan Bank DBS Indonesia Tembus Rp15,6 Triliun

Related Posts

pendanaan startup Asia Tenggara
Startup & Entrepreneurship

Cetak Rekor Baru, Pendanaan Startup Asia Tenggara Juni 2026 Meroket Tembus US$3,84 Miliar

4 Juli 2026
0
Igloo x Eazy Digital
Digital Business

Perkuat Pasar Asia Tenggara, Perusahaan Insurtech Igloo Akuisisi Eazy Digital

30 Juni 2026
0
Grab investasi Atome Financial
Startup & Entrepreneurship

Perkuat Sektor BNPL, Grab Dikabarkan Bakal Suntik Atome Financial Lebih dari US$100 Juta

15 Juni 2026
0
Load More
Next Post
Pembiayaan Berkelanjutan Bank DBS Indonesia

Pembiayaan Berkelanjutan Bank DBS Indonesia Tembus Rp15,6 Triliun

Grab Konsolidasikan Saham Superbank

Laba Meroket 1.528%, Saham Mayoritas Superbank Siap Dikonsolidasikan Grab

Command Center Pupuk Indonesia

Pantau Stok Real-Time, Pupuk Indonesia Operasikan Command Center Distribusi Nasional

Discussion about this post

Recent Updates

Program She Can

Program She Can, Gelar Literasi Keuangan bagi 1.200 Pasang Calon Pengantin di Pontianak

4 Juli 2026
Privy Digital Identity

Atasi Penipuan Tiket Konser, Privy Segera Integrasikan Digital ID ke Ekosistem Ticketing

4 Juli 2026
Platform SCF ICX

Catat Kinerja Impresif, Platform SCF ICX Fasilitasi Buyback Saham Investor Hingga Rp71 Miliar

4 Juli 2026
pendanaan startup Asia Tenggara

Cetak Rekor Baru, Pendanaan Startup Asia Tenggara Juni 2026 Meroket Tembus US$3,84 Miliar

4 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Program She Can

Program She Can, Gelar Literasi Keuangan bagi 1.200 Pasang Calon Pengantin di Pontianak

4 Juli 2026
Privy Digital Identity

Atasi Penipuan Tiket Konser, Privy Segera Integrasikan Digital ID ke Ekosistem Ticketing

4 Juli 2026
Platform SCF ICX

Catat Kinerja Impresif, Platform SCF ICX Fasilitasi Buyback Saham Investor Hingga Rp71 Miliar

4 Juli 2026
pendanaan startup Asia Tenggara

Cetak Rekor Baru, Pendanaan Startup Asia Tenggara Juni 2026 Meroket Tembus US$3,84 Miliar

4 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version