Senin, 21 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Digital Business

Amar Bank Gandeng JAFF Market Dorong Akses Finansial dan Tata Kelola Pekerja Film Nasional

21 September 2026
in Digital Business
Reading Time: 3 mins read
Amar Bank JAFF Market Finansial Industri Film

Amar Bank Gandeng JAFF Market Dorong Akses Finansial dan Tata Kelola Pekerja Film Nasional (Foto: Istimewa/Amar Bank)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Amar Bank (PT Bank Amar Indonesia Tbk) berkomitmen mendorong kesiapan finansial serta tingkat kelayakan perbankan (bankability) bagi para pelaku industri kreatif, khususnya subsektor perfilman nasional. Bekerja sama dengan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market, Amar Bank menghadirkan solusi tata kelola berbasis teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Indonesia.

Langkah strategis ini diawali melalui gelaran Focus Group Discussion (FGD) yang diinisiasi oleh Amar Bank bersama JAFF Market serta sejumlah asosiasi profesi film nasional, seperti Indonesian Film Director Club (IFDC), Penulis Indonesia untuk Layar Lebar (PILAR), Indonesian Film Editor (INAFEd), Indonesian Cinematographers Society (ICS), dan Asosiasi Casting Indonesia (ACI).

Menganalisis Tantangan Kelayakan Perbankan Pekerja Seni

Sektor ekonomi kreatif Indonesia mencatatkan potensi pertumbuhan signifikan dengan menyerap hingga 27,4 juta tenaga kerja pada 2025. Kendati demikian, besarnya nilai ekonomi industri film belum sepenuhnya membuat para pekerja di balik layar mudah mengakses fasilitas kredit perbankan konvensional akibat pola arus kas yang tidak rutin.

Senior Vice President MSME Amar Bank, Josua Sloane, menjelaskan bahwa industri film memiliki siklus bisnis yang berbeda dari sektor konvensional, mulai dari tahap pengembangan hingga monetisasi, sehingga membutuhkan penanganan finansial yang adaptif.

“Industri film memiliki siklus yang berbeda dari sektor konvensional. Mulai dari fase pengembangan, kebutuhan investasi di awal, hingga distribusi dan monetisasi. Karena itu, pola pertumbuhan dan arus kasnya tidak bisa disamakan dengan sektor konvensional. Bagi kami, memahami cara industri ini bekerja menjadi penting agar potensi ekonominya dapat dilihat secara lebih utuh,” ungkap Josua.

Dinamika Rekam Jejak Keuangan Lintas Profesi Perfilman

Berdasarkan temuan FGD, terdapat sejumlah tantangan struktural yang memengaruhi penilaian risiko dan kelayakan pembiayaan pekerja film oleh lembaga keuangan. Pertama, dari aspek Pendapatan Mengikuti Periode Produksi, editor dan penulis skenario umumnya menerima pembayaran berbasis termin proyek yang berlangsung selama beberapa bulan, sehingga arus pendapatan tidak tercatat secara rutin setiap bulan dan membutuhkan penilaian rekam pemasukan dalam periode yang lebih panjang.

Kedua, terjadi Penggabungan Dana Produksi dan Pribadi, di mana casting director dan sinematografer kerap menerima alokasi dana operasional proyek ke dalam rekening pribadi sebelum didistribusikan kepada kru, yang mengakibatkan nilai transaksi jumbo bercampur dengan penghasilan riil serta memperrumit pencatatan kewajiban pajak.

Tantangan berikutnya berkaitan dengan Valuasi Hak Kekayaan Intelektual (IP), sebab penulis dan sutradara yang memiliki aset karya atau IP berpotensi komersial tinggi belum selalu diperhitungkan nilai ekonominya sebagai agunan maupun penguat profil keuangan perbankan.

Terakhir, terdapat masalah Standarisasi Dokumen Keuangan, mengingat mayoritas pekerja film berstatus pekerja lepas (freelance) atau individu dengan pencatatan transaksi serta legalitas kontrak yang belum seragam, sehingga menyulitkan analisis analisis kredit produktif oleh pihak perbankan.

Solusi Amar Bank Bisnis Berbasis Pendekatan ‘Nurturing’

Menjawab kebutuhan tersebut, Amar Bank menghadirkan layanan Amar Bank Bisnis melalui pendekatan ‘nurturing’. Platform digital ini dirancang untuk memfasilitasi pelaku usaha dan pekerja seni dalam menata pencatatan keuangan, mengelola operasional, serta membangun rekam jejak transaksi yang tepercaya (bankable).

Direktur Bisnis JAFF Market, Sekarini Seruni, mengapresiasi kepekaan Amar Bank terhadap ekosistem perfilman nasional yang membutuhkan fondasi keuangan kokoh.

“Kami mengapresiasi komitmen Amar Bank untuk memahami karakter kerja industri film secara lebih utuh. Bagi JAFF Market, kolaborasi ini penting karena industri film tidak hanya berbicara tentang karya, tetapi juga tentang bagaimana orang dan usaha di baliknya dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Sekarini.

Ke depan, Amar Bank dan JAFF Market berkomitmen memperluas edukasi tata kelola keuangan serta membuka pembahasan mengenai Hak Kekayaan Intelektual (IP) agar dapat diakui sebagai aset ekonomi yang mendukung pembiayaan produktif di sektor kreatif.

 

STEVY WIDIA

Tags: Amar BankAmar Bank Bisnisbankableekonomi kreatifFinansial Pekerja Senihak kekayaan intelektualindustri film IndonesiaJAFF MarketJosua SloaneSekarini Seruni
Previous Post

Raflux Raih Pendanaan Awal US$300.000, Siap Buka Raflux Vault di BSD City Akhir 2026

Next Post

Pasar Model AI Generatif Diproyeksi Tumbuh Pesat, Alibaba Cloud Perkuat Ekosistem Full-Stack

Related Posts

HeroPlay City Battle
Industry

HeroPlay City Battle Kembali Hadir, Tandingkan Gim Kasual Burger Maker di 38 Provinsi

2 September 2026
0
FedEx Export Challenge
Startup & Entrepreneurship

“FedEx Export Challenge”, Dorong UMKM Indonesia Tembus Pasar Global

2 September 2026
0
Regenerasi UMKM Gen Z
Startup & Entrepreneurship

BI dan KemenEkraf Dorong Gen-Z dan Milenial Jadi Penggerak Regenerasi UMKM

25 Agustus 2026
0
Load More
Next Post
AI Generatif Alibaba Cloud

Pasar Model AI Generatif Diproyeksi Tumbuh Pesat, Alibaba Cloud Perkuat Ekosistem Full-Stack

Discussion about this post

Recent Updates

AI Generatif Alibaba Cloud

Pasar Model AI Generatif Diproyeksi Tumbuh Pesat, Alibaba Cloud Perkuat Ekosistem Full-Stack

21 September 2026
Amar Bank JAFF Market Finansial Industri Film

Amar Bank Gandeng JAFF Market Dorong Akses Finansial dan Tata Kelola Pekerja Film Nasional

21 September 2026
Raflux Pendanaan Awal

Raflux Raih Pendanaan Awal US$300.000, Siap Buka Raflux Vault di BSD City Akhir 2026

21 September 2026
51 Tahun Polytron, Strategi Beradaptasi dengan Generasi Baru

51 Tahun Polytron, Strategi Beradaptasi dengan Generasi Baru

20 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
AI Generatif Alibaba Cloud

Pasar Model AI Generatif Diproyeksi Tumbuh Pesat, Alibaba Cloud Perkuat Ekosistem Full-Stack

21 September 2026
Amar Bank JAFF Market Finansial Industri Film

Amar Bank Gandeng JAFF Market Dorong Akses Finansial dan Tata Kelola Pekerja Film Nasional

21 September 2026
Raflux Pendanaan Awal

Raflux Raih Pendanaan Awal US$300.000, Siap Buka Raflux Vault di BSD City Akhir 2026

21 September 2026
51 Tahun Polytron, Strategi Beradaptasi dengan Generasi Baru

51 Tahun Polytron, Strategi Beradaptasi dengan Generasi Baru

20 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version