youngster.id - Generasi Z dan Milenial kini menjadi kelompok utama pengguna layanan perbankan digital. Hal ini terlihat dari basis nasabah blu milik PT Bank Digital BCA (BCA Digital), di mana 91% nasabahnya berasal dari dua generasi tersebut.
Head of Corporate Planning BCA Digital Yoga T Halim mengaakan, komposisi nasabah blu terdiri dari 56% Gen Z dan 35% Milenial. Dalam setahun terakhir, pertumbuhan akuisisi nasabah juga dipimpin oleh kedua kelompok tersebut. Jumlah nasabah Gen Z tumbuh 30% secara year-on-year (YoY), sementara Milenial meningkat 20%.
“Terlihat di sini 35%-nya Milenial, 56%-nya Gen Z. Dalam setahun terakhir, pertumbuhan dari akuisisi kita yang memimpin adalah Gen Z dan Milenial. Gen Z itu 30% YoY dan Milenial kita 20%. Kita bangga sekali, 91% dari jumlah nasabah kita adalah generasi muda,” ungkap Yoga pada jumpa pers, Rabu (16/9/2026) di Jakarta.
Dia menjelaskan, pertumbuhan basis nasabah tersebut berjalan seiring dengan kinerja bisnis BCA Digital. Pada Semester I-2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 20% YoY, sedangkan Net Open Customer (NOC) meningkat 25% YoY.
Dari sisi aktivitas transaksi, penggunaan layanan digital blu juga terus meningkat. Hingga 31 Agustus 2026, volume transaksi digital di luar transfer dalam tiga tahun terakhir tumbuh 186% menjadi Rp13,13 triliun.
“QRIS menjadi salah satu penggunaan utama dengan kontribusi 36% dari total volume transaksi,” ujarnya.
Yoga juga menyebut, frekuensi transaksi QRIS meningkat 124% YoY, diikuti e-wallet sebesar 71%, bluPayment 56%, dan transaksi bayar/beli atau biller sebesar 44%.
“Pertumbuhan ini menunjukkan penggunaan layanan blu semakin terhubung dengan aktivitas sehari-hari, mulai dari belanja hingga pembayaran kebutuhan rutin,” katanya lagi.
Sementara itu, Head of Retail & Digital Business BCA Digital Edwin Tirta menegaskan, perkembangan tersebut tidak terlepas dari strategi blu untuk terhubung dengan berbagai platform digital. Selama lima tahun, blu telah hadir di lebih dari 115 ekosistem digital di Indonesia, mencakup F&B, sinema, kesehatan, edukasi, transportasi, hingga donasi.
“Kami mengkolaborasikan apa yang kita unggul di sisi perbankan dengan use case-use case lain di digital platform yang sudah ada,” ujarnya.
Integrasi tersebut juga terlihat pada kebutuhan mobilitas dan hiburan. blu telah terhubung dengan sejumlah platform transportasi darat, laut, dan udara, sementara di sektor sinema, layanan blu terintegrasi dengan platform seperti TIX ID, Cinepolis, XXI, dan M6.
Di sisi lain, aktivitas finansial nasabah mulai berkembang dari sekadar transaksi menuju pengelolaan keuangan. Pada Semester I-2026, pengguna bluSaving tumbuh 38% YoY, bluGether 47%, bluBisnis 37%, dan bluRDN mencatat pertumbuhan paling tinggi sebesar 225% YoY.
Perubahan kebutuhan tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan blu 2.0 yang mencakup empat area. Yaitu, simpanan, investasi, asuransi, dan pinjaman. Layanannya meliputi bluSaving, bluDeposit, bluGether, bluValas, bluBisnis, bluInvest, bluRDN, bluInsurance, hingga bluExtraCash.
Selain itu, menurut Edwin, aktivitas finansial generasi muda juga semakin terhubung dengan kebutuhan global. Transaksi bluValas pada Semester I-2026 tumbuh 435% YoY, sedangkan volumenya meningkat 535% YoY. Sementara itu, frekuensi transaksi internasional meningkat 29% dengan pertumbuhan volume sebesar 60%.
“Tingginya aktivitas transaksi ini sekaligus mematahkan stereotip bahwa generasi muda bersikap konsumtif semata. Terjadi fenomena kedewasaan finansial (financial maturity), di mana anak muda aktif mengelola dana dan mempersiapkan masa depan,” ucapnya.
Melalui pengembangan ekosistem dan blu 2.0, BCA Digital menempatkan blu bukan hanya sebagai layanan perbankan digital, tetapi juga sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. Strategi ini sejalan dengan kampanye #EksplorSemaumu yang membawa blu sebagai lifestyle enabler bagi pengguna dengan kebutuhan finansial yang semakin beragam.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post