youngster.id - Platform layanan keuangan digital Payfazz meluncurkan EDC Mini, sebuah perangkat Electronic Data Capture (EDC) berukuran ringkas yang dirancang khusus untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta agen menghadirkan layanan transaksi finansial.
Dibanderol mulai Rp849.000, EDC Mini hadir sebagai solusi terjangkau bagi pemilik warung dan toko kelontong yang ingin memiliki mesin transaksi mandiri tanpa terbebani modal besar maupun biaya operasional bulanan.
Melalui perangkat ini, agen Payfazz dapat melayani berbagai kebutuhan transaksi perbankan masyarakat sekitar, meliputi tarik tunai, transfer antarbank, tarik tunai bantuan sosial (bansos), hingga cek saldo.
Product Marketing Manager Payfazz, Laras Sulistya P, menjelaskan bahwa kehadiran EDC Mini bertujuan untuk memangkas hambatan investasi teknologi bagi pelaku usaha skala mikro.
“Kami memahami bahwa bagi UMKM, setiap investasi harus benar-benar memberikan nilai tambah bagi bisnis. Karena itu, kami menghadirkan EDC Mini dengan harga yang lebih terjangkau agar pelaku usaha dapat menambah layanan untuk pelanggan sekaligus membuka peluang penghasilan baru tanpa membutuhkan modal perangkat yang besar,” ujar Laras, dikutip Kamis (3/9/2026).
Spesifikasi Mumpuni Tanpa Biaya Langganan
Berbeda dengan skema sewa EDC konvensional, EDC Mini Payfazz dijual dengan sistem kepemilikan penuh tanpa biaya langganan harian maupun target transaksi bulanan. Perangkat ini juga dilengkapi garansi resmi selama satu tahun serta penawaran cashback terbatas senilai Rp50.000 selama periode promo.
Dari segi performa hardware, EDC Mini dibekali sejumlah peningkatan teknis yang signifikan untuk mendukung kelancaran operasional. Perangkat ini ditenagai prosesor yang lebih cepat dengan kapasitas SRAM 7,8 kali lebih besar, yang dipadukan dengan kualitas visual layar hingga 9 kali lebih tajam serta daya tahan baterai 2,3 kali lebih besar dibandingkan generasi acuan pengembangannya. Untuk menunjang fleksibilitas penggunaannya, EDC Mini telah dilengkapi port USB Type-C dan konektivitas Bluetooth, serta memiliki proyeksi daya tahan perangkat (lifespan) yang tangguh hingga lima tahun penggunaan.
Peluang Tambahan Margin bagi Agen
Selain memperluas variasi layanan di toko, skema transaksi pada EDC Mini berpotensi memberikan margin tambahan dari setiap transaksi finansial yang dilakukan pelanggan.
Sebagai ilustrasi simulasi, Payfazz mencatat potensi margin dari kombinasi layanan tarik tunai, transfer, dan cek saldo yang dapat mencapai sekitar Rp50.000 per hari pada volume transaksi tertentu. Dengan nilai investasi awal Rp849.000, perangkat ini secara teoritis berpotensi balik modal (break-even point) dalam kurun waktu sekitar 17 hari.
Meski demikian, Laras menekankan bahwa realisasi pendapatan tetap bergantung pada dinamika lokasi dan volume transaksi masing-masing agen.
“Setiap UMKM memiliki jumlah pelanggan dan volume transaksi yang berbeda. Angka tersebut merupakan simulasi, bukan jaminan pendapatan. Yang ingin kami tawarkan melalui EDC Mini adalah kesempatan bagi pelaku usaha untuk menambah sumber pendapatan dari layanan yang dibutuhkan masyarakat,” pungkas Laras.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post