Senin, 21 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Digital Business

Pengguna Kripto Indonesia Tembus 21,37 Juta, INDODAX Kuasai 38% Pangsa Pasar Nasional

8 Mei 2026
in Digital Business
Reading Time: 1 min read
Pengguna Kripto Indonesia 2026

William Sutanto, CEO INDODAX (Foto: Istimewa/INDODAX)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan positif pada industri aset digital nasional. Hingga Maret 2026, jumlah pengguna aset kripto di Indonesia telah mencapai 21,37 juta orang, tumbuh 1,43% secara bulanan. Di tengah tren ini, INDODAX mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar dengan kontribusi transaksi yang signifikan.

Data OJK menunjukkan nilai transaksi spot kripto nasional menyentuh angka Rp22,24 triliun. Menariknya, INDODAX mencatatkan volume transaksi sebesar Rp8,45 triliun, yang berarti menyumbang sekitar 38% dari total transaksi kripto nasional pada periode tersebut dengan total 9,9 juta pengguna.

CEO INDODAX, William Sutanto, menilai capaian ini merupakan sinyal positif bagi industri kripto di tanah air. Menurutnya, pertumbuhan ini mencerminkan maturitas investor lokal dalam menghadapi dinamika pasar global.

“Pertumbuhan jumlah pengguna dan transaksi menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto yang teregulasi terus meningkat. Ini menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus memperkuat keamanan platform dan memperluas edukasi,” ujar William, dikutip Jum’at (8/5/2026).

Meskipun kapitalisasi pasar aset keuangan digital nasional mengalami koreksi tipis sebesar 0,97% menjadi Rp23,36 triliun akibat faktor geopolitik dan data inflasi AS, aktivitas perdagangan di Indonesia tetap dinilai sehat. Hal ini terlihat dari lonjakan transaksi derivatif yang naik 14,26% menjadi Rp5,80 triliun.

Penguatan ekosistem ini juga didukung oleh kerangka regulasi yang matang. Hingga saat ini, OJK telah menyetujui 31 entitas dalam ekosistem aset keuangan digital—termasuk bursa, kliring, dan kustodian—serta mengawasi 1.464 aset kripto yang legal diperdagangkan di Indonesia. (*AMBS)

 

Tags: bitcoinblockchainekonomi digitalIndodaxinvestasi digitalkeuangankriptoOJKWilliam Sutanto
Previous Post

Dukung Perpres Perlindungan Pengemudi, inDrive Tegaskan Komitmen Komisi Rendah Maksimal 12%

Next Post

BNI Multifinance Migrasi Core System ke Microsoft Azure, Perkuat Keamanan Data dan Layanan

Related Posts

Tokenized Assets Makin Diminati, PINTU Catat Transaksi RWA Naik 8 Kali Lipat
Digital Business

Tokenized Assets Makin Diminati, PINTU Catat Transaksi RWA Naik 8 Kali Lipat

19 September 2026
0
Pasar Kripto Indonesia Hub Kripto Global
Digital Business

Pengguna Tembus 23 Juta, Indonesia Dinilai Perlu Perkuat Likuiditas untuk Jadi Hub Kripto Global

14 September 2026
0
Investor Pasar Modal Indonesia 30 Juta SID
Industry

Investor Pasar Modal Tembus 30 Juta SID, Kesenjangan Inklusi dan Literasi Keuangan Jadi Sorotan

14 September 2026
0
Load More
Next Post
BNI Finance x Microsoft Azure

BNI Multifinance Migrasi Core System ke Microsoft Azure, Perkuat Keamanan Data dan Layanan

Bumi Berseru Fest 2025

Telkom Dorong Inovasi Anak Muda Lewat Bumi Berseru Fest 2025, Fokus Atasi Pencemaran Lingkungan

CapCat

CapCut Dorong Kreator Lokal Jadi Motor Baru Ekonomi Kreatif Digital

Discussion about this post

Recent Updates

Mobile Visa Application Centre Belanda VFS Global

VFS Global Buka Layanan Visa Belanda Keliling di Makassar, Medan, dan Ambon

21 September 2026
Duluin Bank BTN Layanan Payroll EWA

Bank BTN Gandeng Startup Duluin, Perkuat Layanan Payroll dan Kesejahteraan Finansial Pekerja

21 September 2026
Teacher Tech Championship 2026 Bakti BCA

Bakti BCA Pilih 6 Tim Guru Terbaik Sulawesi Melaju ke Final Teacher Tech Championship 2026

21 September 2026
Huawei Peerium Computing Architecture AI

Huawei Luncurkan Arsitektur Peerium Computing, Hubungkan Jutaan Prosesor AI dalam Satu Sistem

21 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Mobile Visa Application Centre Belanda VFS Global

VFS Global Buka Layanan Visa Belanda Keliling di Makassar, Medan, dan Ambon

21 September 2026
Duluin Bank BTN Layanan Payroll EWA

Bank BTN Gandeng Startup Duluin, Perkuat Layanan Payroll dan Kesejahteraan Finansial Pekerja

21 September 2026
Teacher Tech Championship 2026 Bakti BCA

Bakti BCA Pilih 6 Tim Guru Terbaik Sulawesi Melaju ke Final Teacher Tech Championship 2026

21 September 2026
Huawei Peerium Computing Architecture AI

Huawei Luncurkan Arsitektur Peerium Computing, Hubungkan Jutaan Prosesor AI dalam Satu Sistem

21 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version