Jumat, 22 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

e-Commerce Dorong Kesetaraan Sosial di Indonesia

4 September 2018
in News
Reading Time: 1 min read
transaksi E-commerce

Pelaku e-commerce di idEA. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Penjualan barang-barang secara online di Indonesia meningkat pesat. Menurut laporan terbaru McKinsey & Company, dalam lima tahun saja pemasukan diperkirakan meningkat delapan kali lipat hingga US$ 65 miliar (Rp 910 triliun).

Pertumbuhan ini akan dengan jelas membawa keuntungan finansial bagi ekonomi, meningkatkan kesetaraan sosial dan gender, sembari meningkatkan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi di luar pulau Jawa.

“Sudah ada berbagai riset mengenai dampak teknologi digital pada ekonomi Indonesia. Namun, yang kurang hingga saat ini, dan yang menjadi fokus laporan kami, adalah dampak pada sektor ril. Riset kami menunjukkan bahwa bukan hanya bagaimana penjualan online meningkat pesat, namun juga bagaimana ini menguntungkan bagi ekonomi, dan sekaligus mendorong kesetaraan sosial,” kata Phillia Wibowo, Presiden Direktur PT McKinsey Indonesia dalam laporan berjudul “The digital archipelago: How online commerce is driving Indonesia’s economic development”.

Dia mengungkapkan, Indonesia adalah pasar perdagangan online terbesar di Asia Tenggara, dengan estimasi penjualan senilai sekitar US$ 8 miliar (Rp 112 triliun) pada 2017. Itu mewakili hanya 5% dari total penjualan ritel.

Evolusi perdagangan online di negara-negara lain memperlihatkan bahwa Indonesia saat ini menyerupai Tiongkok pada 2010, dengan penetrasi e-tailing, PDB per kapita, penetrasi internet, pembelanjaan ritel, dan urbanisasi ada di tingkatan yang serupa.

Berdasarkan pertumbuhan perdagangan online Tiongkok yang sangat cepat dari 3 % pada 2016 ke 16% saat ini. Sangat mungkin bagi Indonesia untuk bertumbuh dengan kecepatan yang sama – atau bahkan lebih cepat dikarenakan kegemaran masyarakat Indonesia dalam menggunakan ponsel pintar dan media sosial.

“Melihat potensi perdagangan online dalam mendorong perkembangan ekonomi Indonesia, penting sekali untuk kita semua mendukung pertumbuhannya. Tapi satu pihak saja tidak bisa melakukannya sendiri. Sektor publik dan swasta harus berkolaborasi untuk memecahkan tantangan-tantangan yang ada,” kata Wibowo.

 

STEVY WIDIA

Tags: e-commerceMcKinsey & Company
Previous Post

ICN Pilih 9 Startup Binaan Baru

Next Post

Bejen, Masker Wajah Dari Kopi

Related Posts

Pasar Quick Commerce Asia Tenggara
Digital Business

Momentum Works: Pasar Quick Commerce Asia Tenggara Tembus Rp113 Triliun

20 Mei 2026
0
Ekonomi Digital Indonesia
Digital Business

Kontribusi UMKM Diproyeksikan Capai 58% Pasar E-Commerce Asia Tenggara pada 2029

18 Mei 2026
0
Pasar E-Commerce Asia Tenggara 2029
Digital Business

Pasar E-Commerce Asia Tenggara Diprediksi Tembus US$289,8 Miliar pada 2029

15 Mei 2026
0
Load More
Next Post
Bejen,  Masker Wajah Dari Kopi

Bejen, Masker Wajah Dari Kopi

Perlu Upaya Keras Memperkenalkan Produk Digital Indonesia

Bekraf Gelar Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia

Untuk Anak Bangsa, Program Gojek Bagi Pejuang Kemerdekaan

Go-Jek Gandeng 3 Fintech Untuk Perkuat Layanan Keuangan

Discussion about this post

Recent Updates

iForte dan BCA Libatkan Ribuan Pelaku Seni dan UMKM di Pagelaran Sabang Merauke 2026

iForte dan BCA Libatkan Ribuan Pelaku Seni dan UMKM di Pagelaran Sabang Merauke 2026

21 Mei 2026
Command Center Pupuk Indonesia

Pantau Stok Real-Time, Pupuk Indonesia Operasikan Command Center Distribusi Nasional

21 Mei 2026
Grab Konsolidasikan Saham Superbank

Laba Meroket 1.528%, Saham Mayoritas Superbank Siap Dikonsolidasikan Grab

21 Mei 2026
Pembiayaan Berkelanjutan Bank DBS Indonesia

Pembiayaan Berkelanjutan Bank DBS Indonesia Tembus Rp15,6 Triliun

21 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
iForte dan BCA Libatkan Ribuan Pelaku Seni dan UMKM di Pagelaran Sabang Merauke 2026

iForte dan BCA Libatkan Ribuan Pelaku Seni dan UMKM di Pagelaran Sabang Merauke 2026

21 Mei 2026
Command Center Pupuk Indonesia

Pantau Stok Real-Time, Pupuk Indonesia Operasikan Command Center Distribusi Nasional

21 Mei 2026
Grab Konsolidasikan Saham Superbank

Laba Meroket 1.528%, Saham Mayoritas Superbank Siap Dikonsolidasikan Grab

21 Mei 2026
Pembiayaan Berkelanjutan Bank DBS Indonesia

Pembiayaan Berkelanjutan Bank DBS Indonesia Tembus Rp15,6 Triliun

21 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version