E-commerce Ini Bisa Mencari Produk Berdasar Foto

Bastian Purrer CEO LYKE. (Foto : Istimewa/Youngsters.id)

youngster.id - Aplikasi e-commerce khusus fesyen dan kecantikan LYKE telah meluncurkan fitur baru mereka bernama Image Search. Dengan fitur tersebut, kamu bisa memotret sebuah produk, seperti pakaian atau tas, untuk mengetahui harga dari produk serupa di LYKE.

CEO LYKE Bastian Purrer menyatakan bahwa fitur ini bisa mereka hadirkan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dari setiap foto yang diunggah pengguna, mereka akan membandingkan jenis, bahan, warna, hingga pola dari produk yang ada di foto, dengan 150.000 koleksi produk yang mereka miliki.

“Pengembangan fitur ini kami mulai sekitar tiga bulan yang lalu. Untuk membuatnya, kami bekerja sama dengan perusahaan pengolah gambar asal Singapura, yaitu ViSenze,” jelas Purrer dalam siaran pers baru-baru ini.

Menurut Purrer, banyak konsumen menemukan produk fesyen menarik dari berbagai pameran ataupun situs online. Namun banyak dari mereka kesulitan mencari produk yang serupa, terlebih jika tidak mengetahui nama spesifik dari produk tersebut. Itulah alasan mengapa pihaknya memutuskan untuk menghadirkan fitur Image Search.

Baca juga :   AI Solusi Cari Inspirasi Fashion

Kamu bahkan bisa memasukkan gambar yang kamu temukan dari situs fesyen atau Instagram. Sejak fitur tersebut diluncurkan, LYKE mengaku kalau 60% gambar yang diunggah pengguna mereka berasal dari Instagram. Bila tertarik, kamu pun bisa langsung membelinya.

LYKE menyediakan layanan semacam agregator dari para e-commerce lain di tanah air. Mereka mengumpulkan produk-produk yang dijual oleh sekitar tiga ratus e-commerce di Indonesia, untuk kemudian menyajikannya dalam sebuah aplikasi khusus.

Apabila ada pengguna yang memesan sebuah produk, maka mereka akan meminta e-commerce yang memiliki produk tersebut untuk langsung melakukan pengiriman.

Pada Agustus 2016 lalu, mereka telah mendapatkan pendanaan Seri A senilai hampir US$4 juta (sekitar Rp53 miliar). Investasi tersebut dipimpin oleh HV Holtzbrinck Ventures asal Jerman, serta diikuti oleh Asia Pacific Internet Group (APACIG) asal Singapura.

STEVY WIDIA