e-KMS, Aplikasi Untuk Tingkatkan Kualitas Pelayanan Posyandu

Penerapan Aplikasi e-KMS Berbasis Android oleh tim Tel-U di salah satu posyandu di Bandung, Jawa Barat. (Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - Pelayanan kesehatan masyarakat terkecil adalah Posyandu. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan di Posyandu, tim Telkom University (Tel-U) menghadirkan aplikasi Elektronik Kartu Menuju Sehat (e-KMS) sebagai pengganti KMS manual yang kini sudah tidak diterbitkan lagi oleh Dinas Kesehatan dan sangat rentan hilang.

Dengan aplikasi ini orang tua dapat memantau tumbuh kembang anak balitanya secara online melalui smartphone berbasis android. Aplikasi e-KMS mampu menyimpan data-data balita sehingga tidak perlu khawatir kehilangan KMS, seperti yang sering terjadi. fitur-fitur lain seperti menampilkan berita, pengumuman kegiatan dan lain-lain juga tersedia.

Penerapan aplikasi E-KMS ini merupakan hasil kerja dari tim Tel-U peraih hibah pengabdian kepada masyarakat (abdimas) dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Adapun tim peraih hibah abdimas Kemenristekdikti berasal dari Fakultas Ilmu Terapan (FIT), yang diketuai oleh Rohmat Tulloh (D3 Teknik Telekomunikasi) dan beranggotakan Dadan Nur Ramadan, (D3 Teknik Telekomunikasi); serta Dendi Gusnadi (D3 Manajemen Perhotelan).

Melalui judul “Pemberdayaan Kader Posyandu Mekar Arum 18 dalam Upaya Meningkatkan Angka Partisipasi Ibu dan Balita Melalui Penerapan Aplikasi e-KMS Berbasis Android”, tim ini menyajikan dua masalah yang menjadi target abdimas, yaitu meningkatkan partisipasi balita melalui aplikasi e-KMS, pelatihan penggunaan aplikasi dan pemberdayaan kader Posyandu dalam mengolah makanan bergizi.

Baca juga :   Aplikasi Yang Digagas Mahasiswa Tel-U Raih Juara 1 NMBC 2016

“Kami melihat jumlah balita yang terdaftar di posyandu itu banyak, namun tingkat partisipasi ibu dan balita di posyandu terus menurun di mana-mana. Sebagai pilot project kami pilih posyandu di lingkungan Perumahan Kinagara, Desa Lengkong Kec. Bojongsoang. Daerah ini dipilih karena dekat dengan lingkungan kami, jadi lebih mudah memantaunya,” ungkap Rohmat dalam keterangan resmi Humas Tel-U, Kamis (3/10/2019).

Posyandu ini terletak di Komplek Kinagara Regency Blok K.9 Desa Lengkong, kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung. Dari pelaksanaan di lapangan didapatkan bahwa kehadiran balita ke posyandu meningkat secara signifikan. Untuk tahap kedua di bulan agustus tercatat 70 % jumlah balita datang ke posyandu. Semua balita di posyandu tersebut sudah terdata kedalam aplikasi.

Selain aplikasi, untuk menarik minat partisipasi ibu dan balita, tim ini memberdayakan para kader posyandu itu dengan keahlian mengolah makanan untuk balita agar tetap bernilai gizi tapi juga menarik. Hal ini agar ibu-ibu mau datang dan kegiatan di posyandu lebih bervariasi.

Menurut Rohmat, tim ini berencana untuk menjalin kerjasama dengan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan atau Pemerintah Kabupaten Bandung, untuk memudahkan pengembangan aplikasi ini. “Kegiatan abdimas ini kami lakukan sesuai basic kami yang bergerak di bidang ICT. Kami harap ini bisa menjadi problem solving untuk permasalahan di masyarakat. Selain itu, abdimas ini harus sustain dan ada penelitian untuk pengembangan yang berkelanjutan ke depannya,” ucapnya penuh harap.

Baca juga :   Mahasiswa Tel-U Bantu Warga Desa Daur Ulang Sampah Jadi Pupuk Organik

STEVY WIDIA