Kamis, 14 Mei 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

GO-FOOD Dukung Kurangi Sampah Plastik Sekali Pakai

20 Juli 2019
in News
Reading Time: 3 mins read
GO-FOOD Kuasai 80% Pasar Pengantaran Makanan di Indonesia

Catherine Hindra Sutjahyo, Chief Food Officer GOJEK Group (kanan) memaparkan pencapaian Go-Food. (Foto: Stevy Widia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Sampah plastik telah menjadi masalah yang berdampak luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Peduli akan hal itu, GO-FOOD menyediakan konsumen pilihan untuk tidak menyertakan alat makan sekali pakai dalam pemesanan dan delivery bag untuk mitra driver GOJEK.

Chief Food Officer GOJEK Group, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, sebagai bagian dari ekosistem GOJEK, GO-FOOD selalu berupaya memastikan terwujudnya dampak positif kepada tiap pihak yang berada dalam ekosistem kami, yaitu mitra merchant, mitra driver, dan pelanggan setia GO-FOOD. Untuk itu aplikasi layanan pesan-antar makanan dengan pengguna dan merchant terbanyak, merasa perlu berkontribusi dalam mendorong terwujudnya dampak-dampak sosial dan lingkungan.

“Kami berkomitmen untuk membuat teknologi yang memudahkan hidup konsumen dan merchant kami, termasuk dalam penerapan gaya hidup mereka yang ramah lingkungan. Melalui inovasi terbaru GO-FOOD, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama turut menyelamatkan lingkungan karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Catherine dalam keterangannya, Jumat (20/7/2019) di Jakarta.

Menurut data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan jumlah timbunan sampah secara nasional sebesar 175.000 ton per hari jika menggunakan asumsi sampah yang dihasilkan setiap orang per hari sebesar 0,7 kg. Dari sampah tersebut, 15% diantaranya berasal dari plastik sekali pakai yang berasal dari kemasan makanan dan minuman, kemasan consumer goods, kantong belanja, serta pembungkus barang lainnya. Sehingga, penting bagi masyarakat untuk bisa mengendalikan penggunaan plastik yang berlebihan.

Untuk itu GO-FOOD menerapkan, Pilihan Untuk Tidak Memesan Alat Makan Sekali Pakai di Dalam Aplikasi. Kini, dengan memanfaatkan teknologi di platform GO-FOOD, pelanggan bisa memilih alat makan secara opsional di daftar pilihan menu dengan biaya tambahan mulai dari Rp 1.000. Saat ini, sudah ada lebih dari 750 outlet yang bergabung dalam inisiatif ini di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, dan Bali.

Selain itu, dari sisi driver, GO-FOOD juga akan menyediakan tas pengantaran makanan khusus. Tas pengantaran makanan terbaru ini didesain dengan pengaturan kompartemen lebih baik agar bisa digunakan untuk menyimpan dan membawa makanan dengan aman, praktis, dan nyaman, serta membuat para driver untuk tidak perlu menggunakan kantong plastik ketika mengantarkan makanan.

“Dua inisiatif di atas merupakan solusi yang direncanakan akan lebih berkesinambungan karena secara nyata langsung  bisa dilakukan oleh merchant, driver, dan pelanggan sebagai pengambil keputusan dalam setiap transaksi GO-FOOD,” ucap Catherine.

Untuk memberikan dampak yang signifikan, GO-FOOD menggandeng lembaga dan organisasi kredibel, diantaranya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta World-Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia, organisasi konservasi lingkungan independen terbesar di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rosa Vivien Ratnawatimengatakan, LHK mengapresiasi GO-FOOD yang mendukung upaya pemerintah untuk pengurangan sampah plastik dengan memberikan pilihan kepada konsumen GO-FOOD untuk tidak menggunakan alat makan sekali pakai.

“Hal ini tentu sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi sampah plastik dan kami sangat berharap semua pihak, produsen maupun konsumen dapat mengikuti jejak GOJEK untuk menjadi agen perubahan untuk hal ini,” kata Vivien.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Kelautan dan Perikanan WWF-Indonesia, Imam Musthofa. “Sebagai dukungan terhadap GOJEK, WWF-Indonesia mengambil peran sebagai mitra pengetahuan (knowledge partner) dengan menyediakan sarana edukasi kepada merchant, driver, dan user untuk membangun kesadaran, perubahan perilaku, dan pada akhirnya membentuk kebiasaan peduli lingkungan dengan tidak lagi menggunakan plastik sekali pakai,” tambah Imam.

STEVY WIDIA

Tags: Go-FoodGojeksampah plastik
Previous Post

The Big Start Roadshow di Yogyakarta

Next Post

Layanan Kredit Pintar Penetrasi Ke Sulawesi Selatan

Related Posts

Danantara Akuisisi Saham GoTo
Digital Business

Danantara Resmi Akuisisi Saham GoTo, Pemerintah Targetkan Pangkas Komisi Platform Jadi 8%

6 Mei 2026
0
Kasus startup di Indonesia
Features

Dunia Startup Indonesia Terguncang: Kasus Fraud eFishery dan Persidangan Nadiem Makarim Jadi Sorotan

20 April 2026
0
Grup GoTo
Features

Perjalanan GoTo dari Startup Call Center hingga Raksasa Ekosistem Digital Indonesia

28 Februari 2026
0
Load More
Next Post
Layanan Kredit Pintar Penetrasi Ke Sulawesi Selatan

Layanan Kredit Pintar Penetrasi Ke Sulawesi Selatan

Allianz Life Syariah Ajak Masyarakat untuk Berbagi Kebaikan

Allianz Indonesia Hadirkan Fitur Wakaf

East Ventures Danai Startup Lifestyle The Fit Company

The FIT Company Akuisisi 3 Startup Lokal

Discussion about this post

Recent Updates

Talenta AI Muda Asia Pasifik Adu Inovasi di Huawei ICT Competition 2026

Talenta AI Muda Asia Pasifik Adu Inovasi di Huawei ICT Competition 2026

14 Mei 2026
6 Dari 10 Anak Muda Andalkan Teknologi AI Untuk Swadiagnosis Masalah Kesehatan

6 Dari 10 Anak Muda Andalkan Teknologi AI Untuk Swadiagnosis Masalah Kesehatan

14 Mei 2026
Halodoc Luncurkan Halofit, Program Manajemen Berat Badan dengan Pendekatan Digital

Halodoc Luncurkan Halofit, Program Manajemen Berat Badan dengan Pendekatan Digital

14 Mei 2026
AI Berkembang Pesat, Guru Tetap Jadi Kunci Pendidikan Masa Depan

AI Berkembang Pesat, Guru Tetap Jadi Kunci Pendidikan Masa Depan

14 Mei 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Talenta AI Muda Asia Pasifik Adu Inovasi di Huawei ICT Competition 2026

Talenta AI Muda Asia Pasifik Adu Inovasi di Huawei ICT Competition 2026

14 Mei 2026
6 Dari 10 Anak Muda Andalkan Teknologi AI Untuk Swadiagnosis Masalah Kesehatan

6 Dari 10 Anak Muda Andalkan Teknologi AI Untuk Swadiagnosis Masalah Kesehatan

14 Mei 2026
Halodoc Luncurkan Halofit, Program Manajemen Berat Badan dengan Pendekatan Digital

Halodoc Luncurkan Halofit, Program Manajemen Berat Badan dengan Pendekatan Digital

14 Mei 2026
AI Berkembang Pesat, Guru Tetap Jadi Kunci Pendidikan Masa Depan

AI Berkembang Pesat, Guru Tetap Jadi Kunci Pendidikan Masa Depan

14 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version