Rabu, 1 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Go-Jek Teratas Dalam Bisnis Transportasi On-Demand di Indonesia

12 Februari 2018
in News
Reading Time: 2 mins read
Driver Cup 2018, Kompetisi Olahraga Untuk Mitra Go-Jek

Nadiem Makarim, CEO dan Founder Go-Jek bersama mitra Go-Jek. (Foto: Istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Laporan terbaru ecommerceIQ merilis laporan mengenai preferensi konsumen terhadap perusahaan ride hailing di Indonesia. Hasilnya, Go-Jek menempati urutan teratas layanan transportasi on-demand pilihan konsumen Indonesia.

Dalam itu, Go-Jek memperoleh 56% suara responden. Grab berada di urutan kedua dengan 33% dan Uber berada di urutan terakhir dengan 8%. Sementara itu, sebanyak 3% lainnya melaporkan sama sekali tidak pernah mengakses layanan transportasi on demand berbasis aplikasi.

Survei yang dirilis Minggu (11/2/2018), itu melibatkan 515 konsumen layanan transportasi yang tersebar di belasan kota besar Indonesia.

Sebanyak 46% responden mengaku memiliki dua aplikasi transportasi yang terpasang di dalam ponsel pintarnya. Sementara itu, 23% memiliki ketiga aplikasi terpasang, 29% hanya memiliki satu aplikasi, dan 2% sisanya tidak menggunakan aplikasi apapun.

Beberapa pemicu penentu urutan itu di antaranya merupakan preferensi penggerak pasar, luasnya jangkauan layanan, dan lokasi responden. Seperti diketahui, Go-Jek lebih dulu beroperasi di dalam negeri tatkala masih berbasis call center pada 2010. Adapun Grab dan Uber baru tersedia di Indonesia pada 2014.

Grab memiliki area layanan terluas dengan menjangkau lebih dari 100 kota di Indonesia. Sementara itu, dua kompetitornya masing-masing menjangkau kurang dari 50 kota di Indonesia. Sebagian besar konsumen menyatakan alasan safety sebagai faktor utama tatkala memilih aplikasi transportasi yang digunakan. Sebanyak 26% responden mementingkan keamanan dibandingkan dengan fitur lain.

Faktor lain yang juga paling diperhatikan konsumen yaitu tingkat kemudahan memperoleh pengemudi, di mana 23% responden mementingkan hal itu ketika memesan kendaraan. Selain itu, dikemukakan konsumen seperti misalnya promosi dan diskon (22%), kemudahan navigasi (16%), banyaknya pilihan pembayaran (5%), ragam pilihan makanan (3%), keramahan layanan (3%), dan program loyalty rewards (2%).

Di samping itu, preferensi konsumen turut dipengaruhi tarif yang ditetapkan masing masing penyedia layanan transportasi on demand. Terlebih, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru saja memberlakukan kebijakan tarif dasar pada semua perusahaan penyedia layanan taksi online, yaitu senilai Rp 3.000 – Rp 6.000 per kilometer di wilayah Jawa, Bali, dan Sumatra.

Untuk kawasan Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, tarifnya senilai Rp 3.700 – Rp 6.500 per kilometer. Sementara itu, kebijakan tarif dasar belum tersedia untuk layanan ojek online. Berdasarkan laporan ecommerceIQ, pengenaan tarif cukup bervariasi di masing-masing aplikasi.

Pada perjalanan sepanjang 15 kilometer selama jam sibuk, Go-Jek mematok tarif senilai Rp 45.000, sedangkan Grab and Uber menetapkan tarif yang lebih rendah yaitu Rp 32.500 dan Rp 28.000.

 

STEVY WIDIA

Tags: ecommerceIQgo-jekGrabtransportasi on demandUber
Previous Post

Porsi Belanja Digital Korporasi untuk Cloud Akan Naik

Next Post

Peluang Bisnis Jelang Valentine Dari Kacamata Tokopedia

Related Posts

Komisi transportasi online 8%
Technology

Perusahaan Transportasi Online Pangkas Komisi Jadi 8%, Babak Baru Ekonomi Digital di Indonesia

26 Juni 2026
0
Grab investasi Atome Financial
Startup & Entrepreneurship

Perkuat Sektor BNPL, Grab Dikabarkan Bakal Suntik Atome Financial Lebih dari US$100 Juta

15 Juni 2026
0
Grab - Superbank
Industry

Gencarkan Investasi, Grab Borong Saham Superbank Senilai Rp56,02 Miliar

28 Mei 2026
0
Load More
Next Post
Peluang Bisnis Jelang Valentine Dari Kacamata Tokopedia

Peluang Bisnis Jelang Valentine Dari Kacamata Tokopedia

Astra Investasi Modal Rp 2 Triliun di Go-Jek

Astra Investasi Modal Rp 2 Triliun di Go-Jek

3 Aplikasi Mobile yang Bakal Tren di 2017

Mengapa Banyak Startup Gagal di 3 Tahun Pertama?

Discussion about this post

Recent Updates

Rasio Kewirausahaan Indonesia

Rasio Kewirausahaan Indonesia Tertinggal di ASEAN, Alumni LPDP Didorong Cetak Startup Berbasis Solusi

1 Juli 2026
Indeks CFX10

Mengenal Indeks CFX10: Parameter Utama untuk Membaca Arah Pasar Kripto Indonesia

1 Juli 2026
Muhammadiyah - Kementerian UMKM

Gandeng Ritel Raksasa, Business Matching Muhammadiyah-Kementerian UMKM Cetak Potensi Rp2,2 Miliar

1 Juli 2026
Aplikasi AKSARA

Aplikasi AKSARA Jadi Fondasi Data Menuju Ekonomi Hijau di Indonesia

1 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Rasio Kewirausahaan Indonesia

Rasio Kewirausahaan Indonesia Tertinggal di ASEAN, Alumni LPDP Didorong Cetak Startup Berbasis Solusi

1 Juli 2026
Indeks CFX10

Mengenal Indeks CFX10: Parameter Utama untuk Membaca Arah Pasar Kripto Indonesia

1 Juli 2026
Muhammadiyah - Kementerian UMKM

Gandeng Ritel Raksasa, Business Matching Muhammadiyah-Kementerian UMKM Cetak Potensi Rp2,2 Miliar

1 Juli 2026
Aplikasi AKSARA

Aplikasi AKSARA Jadi Fondasi Data Menuju Ekonomi Hijau di Indonesia

1 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version