Sabtu, 24 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

ICAEW: Ekonomi Indonesia dan Asia Tenggara Diprediksi Bangkit di 2021

29 Desember 2020
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
ICAEW: Ekonomi Indonesia dan Asia Tenggara Diprediksi Bangkit di 2021

Pertumbuhan ekonomi. (Foto: ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Laporan prospek ekonomi terbaru dari Oxford Economics, bersama the Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW), memperkirakan bahwa PDB di seluruh Asia Tenggara akan berkontraksi sebesar 4,1% pada tahun 2020 sebelum melonjak tajam menjadi 6,2% pada tahun 2021.

Pemulihan tersebut sebagian disebabkan oleh low base effect dari tahun ini, tetapi kebijakan makro dinilai akan tetap berperan akomodatif, dengan dukungan fiskal yang ekstensif dan suku bunga rendah.

“Perhatian terbesar bagi ekonomi Asia Tenggara adalah mencegah gelombang infeksi tambahan, serta secara bertahap mengembalikan kegiatan ekonomi dan masyarakat,” kata Mark Billington, ICAEW Regional Director, Greater China and South-East Asia dalam keterangan pers, Selasa (29/12/2020).

Bagi Indonesia khususnya, laju pemulihan dinilai masih belum pasti, terutama akibat tren mobilitas yang lemah, impor yang tergelincir dua digit, dan melemahnya penjualan retail. Meskipun demikian, volume penjualan retail dan produksi industri di Indonesia relatif stabil jika dibandingkan dengan negara-negara di Asia Tenggara lainnya yang terpukul cukup keras.

Secara keseluruhan, pandemi diperkirakan akan meninggalkan bekas luka permanen pada tingkat PDB Indonesia, yang diperkirakan akan menyusut sebesar 2,2% tahun ini sebelum melonjak menjadi 6% pada tahun 2021, dengan bantuan belanja konsumen dan infrastruktur.

Kecepatan pemulihan masing-masing negara di Asia Tenggara bervariasi. Dalam tingkat global, periode lockdown dan social distancing yang berkepanjangan diperkirakan akan membatasi pertumbuhan PDB global tahun ini. Hal ini menyebabkan kecil kemungkinan angka PDB akan kembali seperti sebelum COVID-19, dan kegiatan perdagangan juga diprediksi akan kembali aktif sebelum akhir 2021.

Di Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi akan dibatasi oleh masih berlanjutnya penerapan social distancing. Namun, pembatasan ini diperkirakan akan secara bertahap dilonggarkan sepanjang tahun depan, terutama di negara-negara yang mampu mendistribusikan vaksin dengan cepat.

Meskipun ketidakpastian akan tetap ada dan sebagian besar negara akan membutuhkan waktu untuk pulih dari kerugian, berita positif baru-baru ini terkait vaksin turut menyeimbangkan risiko atau skenario negatif yang dapat terjadi. Selain itu, prospek optimis untuk pertumbuhan regional Asia Tenggara tetap terlihat dalam jangka menengah dan panjang.

“Kesinambungan ekonomi global mengharuskan negara-negara bekerja secara kolektif untuk memperkuat rencana tanggap pandemi mereka, dan mengatasi tantangan, baik dalam melanjutkan aktivitas bisnis maupun menjaga keamanan rakyatnya,” kata Mark lagi.

Laporan ICAEW menemukan bahwa pemulihan ekonomi pada 2021 tetap bergantung pada pelonggaran lockdown, momentum pemulihan global, dan keberhasilan vaksin virus Corona. Maka, perkembangan baik dalam program vaksinasi akan menjadi barometer penting untuk pertumbuhan di tahun 2021.

Hal ini didukung oleh hidupnya kembali berbagai layanan publik yang kemungkinan besar akan menyusul lebih cepat di negara-negara dengan pengadaan dan distribusi vaksin yang lebih baik. Singapura diperkirakan akan memimpin dalam upaya program vaksin. Namun, negara-negara Asia Tenggara lainnya kemungkinan besar akan menghadapi tantangan logistik yang lebih besar.

Terlepas dari prediksi pemulihan ekonomi pada tahun 2021, ketidakpastian yang dapat memengaruhi pemulihan pasca pandemi akan tetap ada. Lambatnya perkembangan program vaksinasi massal, pandemi gelombang kedua yang mengakibatkan lockdown tingkat global lainnya, dan krisis keuangan dapat berdampak pada kerusakan ekonomi yang besar. Namun di sisi lain, terobosan vaksin dan stimulus AS pasca pemilu diprediksi optimis dapat mempercepat pemulihan dalam jangka pendek dan menghindari risiko jangka panjang.

 

STEVY WIDIA

Tags: Asia TenggaraindonesiaOxford EconomicsPDBProspek ekonomiThe Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW)
Previous Post

Mister Aladin Ekspansi Ke Layanan E-Commerce

Next Post

Titipku Perluas Layanan Dengan Buka Kantor di Jakarta

Related Posts

Pembiayaan Otomotif Carro Orico
Startup & Entrepreneurship

Carro Raih Pembiayaan Otomotif SGD450 Juta di Singapura

22 Oktober 2026
0
Pendanaan fintech Asia Tenggara
Startup & Entrepreneurship

Pendanaan Fintech Asia Tenggara Tembus US$2,3 Miliar, Ajaib Sumbang Seri C Terbesar dari Indonesia

21 Oktober 2026
0
kreator TikTok
Industry

TikTok Awards Southeast Asia 2026 Dibuka, Kreator Indonesia Bersaing di 11 Kategori

16 Oktober 2026
0
Load More
Next Post
Titipku

Titipku Perluas Layanan Dengan Buka Kantor di Jakarta

Kompetisi OpenVino Untuk Jaring Developer AIoT

Kompetisi OpenVINO Hackathon 2020, Dorong Praktisi Ciptakan Solusi

Kopi Kenangan Bangun Aplikasi dan Ekspansi

Rambah Industri Makanan, Kopi Kenangan Tingkatkan Produksi Cerita Roti

Discussion about this post

Recent Updates

Mulai.com finalis MAS Global FinTech Hackcelerator 2026

Platform Anti-Fraud Mulai.com Tembus Finalis MAS Global FinTech Hackcelerator 2026

24 Oktober 2026
Persaingan Startup TravelTech

Peta Persaingan Startup TravelTech di Indonesia: Siapa Menguasai Kue Bisnis? Bagian 2

24 Oktober 2026
FLOQ Telkomsel kerja sama aset digital

Jajaki Integrasi Aset Digital, FLOQ dan Telkomsel Sepakati Kerja Sama Strategis

24 Oktober 2026
Kemkomdigi AGI dorong gim lokal pasar global

Melalui IGDX, Kemkomdigi dan AGI Dorong Gim Lokal Tembus Pasar Global

24 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Mulai.com finalis MAS Global FinTech Hackcelerator 2026

Platform Anti-Fraud Mulai.com Tembus Finalis MAS Global FinTech Hackcelerator 2026

24 Oktober 2026
Persaingan Startup TravelTech

Peta Persaingan Startup TravelTech di Indonesia: Siapa Menguasai Kue Bisnis? Bagian 2

24 Oktober 2026
FLOQ Telkomsel kerja sama aset digital

Jajaki Integrasi Aset Digital, FLOQ dan Telkomsel Sepakati Kerja Sama Strategis

24 Oktober 2026
Kemkomdigi AGI dorong gim lokal pasar global

Melalui IGDX, Kemkomdigi dan AGI Dorong Gim Lokal Tembus Pasar Global

24 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version