Senin, 16 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Implikasi Startup Fintech di Indonesia

2 Desember 2017
in News
Reading Time: 1 min read
OJK Dorong Pemuda Manado Bangun Start Up

Otoritas Jasa Keuangan (Foto: Ilustrasi/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Kebutuhan masyarakat atas kebutuhan finansial yang lebih praktis dan digital dalam sehari-hari kian meningkat. Tak heran jika startup fintech disebut-sebut dapat mendorong perkembangan ekonomi digital Indonesia.

Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam siaran pers baru-baru ini menyebut bahwa, disrupsi startup fintech membawa beberapa perubahan, di antaranya meliputi perubahan perilaku konsumen dari konvensional ke digital. Bahkan, transisi digital dalam bertransaksi diklaim meningkat masif.

Peningkatan ini diklaim mampu menciptakan model bisnis baru (campuran) yang menggabungkan antara pihak startup dan OJK. Adapun peluang yang akan didapatkan startup fintech antara lain disebutkan, seperti terciptanya layanan inovasi baru, efisiensi pasar, dan tentunya pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan.

Baca juga :   FinExpo 2022 Pameran Produk dan Layanan Jasa Keuangan di Indonesia

Terkait implikasi, startup fintech sendiri disebut bisa menghadirkan kompetisi antara pihak startup dan OJK. Jika kompetisi terjadi, beberapa hal berarti harus diantisipasi, seperti kesenjangan peraturan, kesenjangan kapasitas pengawasan, serta perubahan paradigma dan transformasi.

Tak cuma itu, dalam mengembangkan ekosistem startup fintech ini, mereka disarankan harus bersiap menerima risiko yang akan terjadi, di antaranya seperti peningkatan risiko inheren, risiko siber, dan risiko reputasi.

OJK juga memberikan contoh Go-Jek sebagai startup yang menciptakan model bisnis campuran akibat disrupsi fintech. Buktinya, Go-Jek sekarang malah mengandalkan layanan transaksi nontunainya, Go-Pay, sebagai salah satu strategi model bisnis baru.

Go-Jek kini memang sudah beroperasi secara penuh, jika dihitung-hitung, mereka telah mengumpulkan kurang lebih pemasukan sebanyak Rp 10 triliun. Walau begitu, nyatanya Go-Jek kini masih belum juga mengantongi izin dari OJK dan tidak diawasi sama sekali. Bahkan, mereka tidak memiliki kewajiban pelaporan.

Karena itu, belajar dari kejadian ini, OJK berupaya ingin menjadi regulator yang sesuai bagi startup fintech agar bisa menjalankan bisnis dengan sebagaimana mestinya.

Baca juga :   CoHive-KOTRA Kolaborasi Kembangkan Ekosistem Startup di Indonesia dan Korea

 

STEVY WIDIA

Tags: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)startupstartup fintech
Previous Post

Danone Gandeng Lazada Perkuat Bisinis E-Commerce di Asia Tenggara

Next Post

Djakarta Warehouse Project 2017 Tampilkan 60 Artis

Related Posts

Living Lab Ventures
STARTUP

Living Lab Ventures Terapkan Strategi Investasi Berbasis Inovasi dan Kebutuhan Kota

12 Februari 2026
0
Kopi Kenangan
STARTUP

Raup Laba US$17 Juta, Kopi Kenangan Siap Meluncur Ke Bursa

9 Februari 2026
0
CES 2026 Innovation Awards
STARTUP

Startup Binaan Samsung C-Lab Raih 17 Penghargaan CES 2026 Innovation Awards

13 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Djakarta Warehouse Project 2017 Tampilkan 60 Artis

Djakarta Warehouse Project 2017 Tampilkan 60 Artis

Aplikasi ini Jual Ikan Segar

Aplikasi ini Jual Ikan Segar

Flame Fitur Mata Uang Digital dari Hypstar

Flame Fitur Mata Uang Digital dari Hypstar

Discussion about this post

Recent Updates

Beasiswa BCA

BCA Berikan Beasiswa Bakti 2026 kepada 700 Mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi

16 Februari 2026
ONIC

ONIC Juara Free Fire Battle Rush Series 2026, Buktikan Dominasi Jelang FFWS SEA

16 Februari 2026
AwanPintar.id

AwanPintar.id: Indonesia Jadi Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar Sepanjang 2025

16 Februari 2026
Pembayaran Berbasis Agen AI

DBS dan Visa Luncurkan Pilot Project Pembayaran Berbasis Agen AI Pertama di Asia Pasifik

16 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Beasiswa BCA

BCA Berikan Beasiswa Bakti 2026 kepada 700 Mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi

16 Februari 2026
ONIC

ONIC Juara Free Fire Battle Rush Series 2026, Buktikan Dominasi Jelang FFWS SEA

16 Februari 2026
AwanPintar.id

AwanPintar.id: Indonesia Jadi Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar Sepanjang 2025

16 Februari 2026
Pembayaran Berbasis Agen AI

DBS dan Visa Luncurkan Pilot Project Pembayaran Berbasis Agen AI Pertama di Asia Pasifik

16 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version