Sabtu, 28 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Industri Game Dorong Daya Saing Industri Kreatif Indonesia Masuk Ke Kancah Global

19 Oktober 2020
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Bekraf Game Prime 2019 : Wadah Bagi Developer Lokal Bertumbuh

Suasana BGP 2019 di Balai Kartini Jakarta. (Foto: Fahrul Anwar/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pengembangan ekosistem industri game yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan diharapkan akan semakin meningkatkan daya saing produk dan pelaku mendorong peningkatan kontribusi terhadap pertumbuhan industri kreatif itu sendiri sekaligus mendorong perekonomian nasional.

Demikian disampaikan Direktur Industri Film, Televisi dan Animasi, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Syaifullah. Menurut dia, Industri pengembangan permainan merupakan salah satu sub-sektor industri kreatif yang akan dikembangkan di Indonesia. Sudah banyak hasil karya para game developer lokal Indonesia dan bahkan memperoleh penghargaan internasional.

“Ini membuat usaha industri kreatif khususnya subsektor pengembangan permainan Indonesia semakin dikenal di tingkat dunia,” kata Syaifullah dalam keterangannya baru-baru ini.

Namun, Syaifullah mengaku sub-sektor ini masih menghadapi banyak tantangan, beberapa di antaranya adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) baik secara kuantitas atau kualitas, sedikitnya minat investor pada industri ini dan belum adanya kebijakan proteksi yang memihak pada kepentingan developer domestik.
“Situasi inilah yang menyebabkan ekosistem sub-sektor ini belum terbangun secara maksimal,” ujarnya.

Baca juga :   Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, BNI Syariah Gelar ELSYA MES Goes To Campus

Berdasarkan hal tersebut, guna mengembangkan ekosistem dan mendorong kerjasama antara para pemangku kepentingan dari subsektor Industri Permainan, Direktorat Industri Kreatif Film, Televisi dan Animasi mengadakan sebuah program inkubasi yang diperuntukkan bagi para pelaku di industri pengembangan permainan yaitu kegiatan Creative Game-Developer Incubation (CGI).

Kegiatan inkubasi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman, serta penguatan jejaring kepada pelaku pengembangan permainan sehingga dapat meningkatkan skill dan knowledge sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dalam pembuatan game yang kualitas dan dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional di masa depan.

Dalam melaksanakan program CGI yang bertujuan untuk mengakselerasi pengembangan para pelaku kreatif yang bergerak dibidang pengembangan permainan, Kemenparekraf bekerja sama dengan Asosiasi, Akademisi dan Industri di bidang game yaitu Asosisasi Game Indonesia (AGI), Institut Teknologi Bandung, dan Base Incubator yang berperan sebagai Panel Tim Ahli.

Pelaksanaan CGI dimulai dengan sosialisasi via media sosial dan open call peserta hingga akhir September, proposal yang masuk lalu dikurasi oleh Tim Ahli dan peserta terpilih akan mengikuti Bootcamp selama 5 hari dari tanggal 13-17 Oktober 2020 di Bandung dan setelah itu akan mendapatkan pendampingan development game selama 1 bulan secara online dan offline.

Baca juga :   Kolaborasi Telkom dan Microsoft untuk Akselerasi Transformasi Digital Demi Wujudkan Kedaulatan Digital Indonesia

Pendaftar yang lolos kurasi terdiri dari studio game dan individu yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia antara lain Batam, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang dan Nusa Tenggara Barat.

Syaifullah berharap dengan adanya program inkubasi CGI ini bisa membantu dan bermanfaat untuk mendorong ekosistem pengembangan permainan di Indonesia, dan program CGI ini akan selalu ditingkatkan pada masa yang akan datang.

“CGI tahun ini merupakan Pilot Project Inkubasi di subsektor Pengembangan Permainan pertama dari Kemenparekraf, namun kami berharap dengan adanya program ini dapat pemerintah dapat mendorong diskusi dan interaksi antara industri dan akademia, juga membantu transfer knowledge dari pelaku yang sudah sukses dan pelaku yang baru memulai. Diharapkan ilmu yang didapatkan peserta dapat membantu dalam bertahan saat pandemi, berkembang dan meningkatkan usahanya pasca pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Baca juga :   Masyarakat Yang Bekerja Dari Rumah Memicu Peningkatan Transaksi Pada Produk Wellness

 

STEVY WIDIA

 

Tags: Creative Game-Developer Incubation (CGI)Direktur Industri Film Televisi dan Animasiekonomi digitalekosistem industri gamesproduk kreatif
Previous Post

Telkomsel Perluas Pemerataan Akses Broadband 4G LTE hingga Wilayah 3T

Next Post

Peluang Pendanaan Startup Dari Investor Tetap Menjanjikan

Related Posts

belanja TI
Technology

Pengeluaran Teknologi RI Diprediksi Melonjak 12,5% pada 2026, Tertinggi Kedua di Asia Tenggara

26 Maret 2026
0
Nuon
Technology

Nuon Bangun Model Bisnis Lifestyle Berbasis Ekosistem Berkelanjutan

9 Maret 2026
0
investasi startup Indonesia 2025
Startup & Entrepreneurship

Investasi Startup Indonesia 2025 Tembus US$355 Juta: Sektor New Retail dan Fintech Mendominasi

5 Maret 2026
0
Load More
Next Post
Kadin Entrepreneurship 2019: Pelaku Usaha Siap Hadapi Perubahan Dunia

Peluang Pendanaan Startup Dari Investor Tetap Menjanjikan

Hadirkan Konektivitas di Seluruh Negeri Demi Wujudkan Kedaulatan Telekomunikasi

Hadirkan Konektivitas di Seluruh Negeri Demi Wujudkan Kedaulatan Telekomunikasi

Dapur Bersama GoFood, Upaya Mengakselerasi Bisnis UMKM Kuliner Indonesia

Pemerintah Dukung Lahirnya Berbagai Usaha Baru

Discussion about this post

Recent Updates

Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version