youngster.id - Turnamen Free Fire World Series Southeast Asia (FFWS SEA) 2026 Spring mempertemukan 18 tim terbaik dari Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia. Tim esport ini siap memperebutkan gelar raja Asia Tenggara sekaligus tiket menuju panggung dunia.
Wakil Indonesia adalah Bigetron by Vitality, RRQ Kazu, EVOS Divine, ONIC, dan Shadow Esports. Mereka berjuang untuk mengamankan tempat di Grand Finals.
Pekan pertama FFWS SEA 2026 Spring akan menghadirkan pertarungan 12 tim dari Grup A dan Grup B, termasuk dua wakil Indonesia, Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu. Bagi Bigetron, ini adalah momen untuk membuktikan bahwa mereka bukan lagi sekadar tim yang stabil bertahan di papan tengah. Sementara itu, bagi RRQ Kazu, kompetisi ini akan menjadi kesempatan baru untuk menunjukkan bahwa mereka tidak hanya kuat di awal, tetapi juga siap menuntaskan perjalanan hingga akhir.
Coach Bigetron by Vitality, Christian Jonathan menegaskan bahwa timnya datang ke musim ini dengan ambisi yang lebih besar.
“Selama tiga musim kami selalu stabil menjadi tim yang tetap berada di lobi FFWS SEA, walaupun kami adalah tim tembusan FFWS ID, tetapi tetap kami masih sangat menginginkan gelar juara di musim ini. Setiap musim kami punya keunikan dalam gaya bermain, melawan meta sampai menjadi juara itu prinsip yang kami pegang, kami akan buktikan dengan meta double sniper kami, bahwa kami tak terkalahkan,” ucapnya dikutip Sabtu (25/4/2026).
Hal senada diungkapkan tim RRQ Kazu. Coach RRQ Kazu Adi Gustiawan mengatakan, musim ini timnya ingin menjawab tantangan terbesar mereka selama ini.
“Di level FFWS SEA, selisih antar tim sangat tipis. Kami hampir selalu mampu menunjukkan kualitas kami di kompetisi ini, tapi belum juga bisa menjadi juara. Musim ini kami bukan hanya ingin tampil bagus, tapi juga tampil lebih sempurna agar bisa menutup kompetisi dengan gelar juara,” ucapnya.
Turnamen diawali dengan babak Knockout (24 April–17 Mei 2026), di mana 18 tim akan disaring menjadi 12 tim terbaik. Selanjutnya, mereka akan bertanding di Grand Finals offline pada 30–31 Mei di Ho Chi Minh City, Vietnam.
Delapan tim terbaik dari Grand Finals akan melaju ke Esports World Cup 2026. Sementara itu, EVOS Divine sudah lebih dulu mengamankan tempat sebagai juara bertahan.
COACH EVOS Divine, Wahyu Kurniawan menilai musim ini adalah momentum penting untuk menunjukkan bahwa timnya masih lapar akan kemenangan.
“Menjadi juara dunia adalah pencapaian besar, tetapi tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan level itu. Kami banyak belajar dari periode musim Fall 2025. Sekarang fokus kami adalah membangun lagi rasa lapar, disiplin, dan konsistensi untuk kembali bersaing di level tertinggi,” kata pria yang akrab disapa Leem.
Sementara ONIC yang menjuarai FFWS SEA 2025 Spring, ingin membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan sebagai penantang utama.
COACH ONIC, Ahmad Fadly Masturoh (AFM), mengatakan bahwa timnya ingin menjadikan musim ini sebagai jawaban atas semua pertanyaan itu. “Gelar yang kami raih sebelumnya membuktikan bahwa ONIC punya level untuk menjadi juara. Sekarang tantangannya adalah membuktikan bahwa kami bisa tampil stabil sepanjang musim. Hal itu lah yang ingin kami tunjukkan di FFWS SEA kali ini,” ujar AFM.
Lain halnya dengan tim debutan Shadow Esports yang jadi juara FFNS 2026 Spring. Mereka membawa semangat untuk mematahkan keraguan terhadap tim promosi dari kompetisi nasional.
COACH Shadow Esports, Janes Manao, menegaskan bahwa timnya datang bukan sekadar untuk merasakan atmosfer kompetisi besar. “Kami paham level FFWS SEA sangat berbeda dengan FFNS, tapi kami datang bukan hanya untuk anak bawang di sini. Kami ingin benar-benar bersaing, beradaptasi cepat, dan membuktikan bahwa kami layak ada panggung ini,” ucapnya.
Dengan kekuatan itu, Indonesia kembali menaruh harapan besar untuk kembali merebut gelar di FFWS SEA 2026 Spring.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post