Kamis, 22 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Kesulitan Belajar Anak Perlu Dilihat dari Sisi Kesehatan Jiwa

21 Oktober 2026
in Industry
Reading Time: 3 mins read
Kesulitan Belajar Anak Perlu Dilihat dari Sisi Kesehatan Jiwa

Tim peneliti IHDC. (Foto: stevywidia/youngster)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa Indonesia masih menjadi tantangan. Hanya 25% siswa berusia 15 tahun yang mencapai kompetensi minimum membaca, jauh di bawah rata-rata negara OECD sebesar 74%. Kemampuan matematika dan sains siswa Indonesia juga berada di bawah rata-rata OECD.

Namun, kesulitan belajar anak tidak cukup dilihat dari nilai akademik. Anak yang sulit berkonsentrasi, mengikuti pelajaran, atau memahami materi tidak selalu berarti malas belajar. Kondisi kesehatan, termasuk kesehatan jiwa, juga perlu diperhatikan.

Temuan Indonesia Health Development Center (IHDC) terhadap 1.007 siswa berusia 9–14 tahun di empat sekolah dasar negeri di Jakarta memberikan perspektif lain mengenai persoalan ini. Penelitian tersebut menemukan hubungan antara risiko kecemasan dan depresi dengan fungsi kognitif sehari-hari serta harapan masa depan anak.

Direktur Eksekutif IHDC sekaligus Ketua Tim Peneliti, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengatakan kesulitan belajar perlu dipahami secara menyeluruh, bukan langsung dianggap sebagai kemalasan.

“Anak yang sulit fokus perlu diperiksa, bukan buru-buru dicap malas. Kesulitan melihat materi pelajaran atau kecemasan yang tidak tertangani dapat berkaitan dengan kesulitan belajar sehari-hari,” ujar Ray dalam pemaparan hasil penelitian Determinan Perkembangan Kapasitas Kognitif dan Imajinasi Anak Usia Sekolah di DKI Jakarta Tahun 2026, Senin (19/10/2026) di Jakarta.

Kesehatan Jiwa Berkaitan dengan Fungsi Kognitif Anak

Studi IHDC mencatat 68,5% peserta masuk kategori fungsi kognitif sehari-hari kurang baik. Fungsi ini mencakup kemampuan memusatkan perhatian, mengingat informasi, dan mengolah materi pembelajaran. Selain itu, 49,3% peserta memiliki skor harapan masa depan yang rendah.

Analisis penelitian menunjukkan bahwa anak dengan risiko kecemasan tinggi memiliki odds mengalami fungsi kognitif sehari-hari yang kurang baik sekitar 3,3 kali dibandingkan kelompok pembanding. Pada anak dengan risiko depresi tinggi, angkanya sekitar 2,5 kali.

Penelitian tersebut juga menemukan hubungan antara risiko kecemasan dan depresi dengan skor harapan masa depan anak. Anak dengan risiko kecemasan memiliki kemungkinan sekitar 1,5 kali untuk memperoleh skor harapan masa depan yang rendah. Sementara itu, pada anak dengan risiko depresi, angkanya mencapai sekitar 1,78 kali.

Temuan tersebut menunjukkan adanya hubungan statistik, bukan bukti bahwa masalah kesehatan jiwa secara langsung menyebabkan kesulitan belajar atau rendahnya harapan masa depan. Skor harapan masa depan yang rendah juga tidak otomatis berarti anak tidak memiliki cita-cita. Hasil skrining dalam penelitian ini bukan diagnosis klinis dan perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan oleh tenaga profesional sesuai kebutuhan.

Ray mengatakan penelitian tersebut juga menemukan hubungan antara masalah perilaku, masalah emosional, dan kesulitan dengan teman sebaya dengan fungsi kognitif serta harapan masa depan anak.

Karena itu, perubahan perilaku anak perlu diperhatikan tanpa terburu-buru memberikan label negatif. Kesulitan berkonsentrasi atau mengikuti pelajaran perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas, termasuk kondisi kesehatan dan lingkungan sosial anak.

Sekolah dapat membantu mengenali perubahan perilaku dan kesulitan belajar yang dialami siswa. Lingkungan yang aman, pencegahan perundungan, serta ruang bagi anak untuk bercerita menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan jiwa mereka.

Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina IHDC, Prof. Nila F. Moeloek, menekankan pentingnya mengintegrasikan kesehatan anak ke dalam agenda pendidikan.

“Indonesia Emas 2045 dimulai dari anak-anak yang duduk di bangku sekolah hari ini. Kita perlu memastikan mereka dapat melihat dengan jelas, belajar dengan tenang, dan memiliki keyakinan untuk meraih masa depan,” ujar Nila, yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan RI periode 2014–2019.

IHDC mendorong agar skrining kesehatan di sekolah diikuti dengan pendampingan dan rujukan kepada tenaga profesional sesuai kebutuhan. Orang tua juga perlu menyediakan ruang aman bagi anak untuk menyampaikan perasaan dan pengalaman mereka.

Penelitian ini terbatas pada siswa di empat sekolah dasar negeri di Jakarta sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi sebagai gambaran seluruh anak di Indonesia. Meski demikian, temuan tersebut menegaskan pentingnya melihat kesulitan belajar dan perubahan perilaku secara menyeluruh. Alih-alih langsung memberi label malas, orang tua dan sekolah perlu mencari tahu kebutuhan anak serta memastikan mereka memperoleh dukungan yang sesuai.

 

STEVY WIDIA

Tags: Depresi AnakIHDCKecemasan AnakKesehatan Jiwa Anakkesehatan mentalKesulitan BelajarpendidikanPISA 2022
Previous Post

Ekonomi Digital Asia Tenggara Tembus US$368 Miliar pada 2026, Indonesia Jadi Motor Utama Berbasis AI

Next Post

Pengguna Tokocrypto Tembus 5 Juta, Transaksi OTC Melonjak Lebih dari 60 Kali Lipat

Related Posts

British Council guru madrasah
Industry

Jelang Wajib Bahasa Inggris di Madrasah 2027, British Council Latih 6.000 Guru

15 Oktober 2026
0
Clarissa - beasiswa Garuda
Startup & Entrepreneurship

Penerima Beasiswa Garuda Kembangkan Startup dan Dapat Pendanaan di AS

2 Oktober 2026
0
Perencanaan warisan Sun Life Indonesia
Industry

Sun Life: Hanya 9% Orang Indonesia yang Belum Punya Rencana Warisan, Pendidikan Jadi Prioritas Utama

28 September 2026
0
Load More
Next Post
Pengguna Tokocrypto transaksi OTC 2026

Pengguna Tokocrypto Tembus 5 Juta, Transaksi OTC Melonjak Lebih dari 60 Kali Lipat

Credit Bureau Indonesia CBI Connect 2026

Atasi Keterbatasan Data Sektor Informal, CBI Pelopori Solusi Credit Intelligence bagi Lembaga Keuangan

Keunggulan Kompetitif AI

Keunggulan Kompetitif AI Bergeser dari Kapasitas Model ke Hasil Nyata

Discussion about this post

Recent Updates

living lab ventures

Living Lab Ventures Luncurkan Innolab, Kembangkan Kemitraan Global di Pasar Indonesia

22 Oktober 2026
Metranet x Jayantara

Sektor Pendidikan Digital Melesat, Metranet dan Jayantara Integrasikan Lima Solusi IT

22 Oktober 2026
startup teknologi Indonesia

Perusahaan Makin Selektif Investasi Teknologi, Ini Tren IT yang Dibidik pada 2027

22 Oktober 2026
inovasi AI Telkomsel

Telkomsel Uji 9 Inovasi AI Lokal, dari Keamanan Digital hingga Pendidikan

22 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
living lab ventures

Living Lab Ventures Luncurkan Innolab, Kembangkan Kemitraan Global di Pasar Indonesia

22 Oktober 2026
Metranet x Jayantara

Sektor Pendidikan Digital Melesat, Metranet dan Jayantara Integrasikan Lima Solusi IT

22 Oktober 2026
startup teknologi Indonesia

Perusahaan Makin Selektif Investasi Teknologi, Ini Tren IT yang Dibidik pada 2027

22 Oktober 2026
inovasi AI Telkomsel

Telkomsel Uji 9 Inovasi AI Lokal, dari Keamanan Digital hingga Pendidikan

22 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version