youngster.id - Pasar properti industri di wilayah Greater Jakarta (Jabodetabek dan sekitarnya) tetap menunjukkan ketahanan (resilience) pada paruh pertama tahun 2026. Meski terjadi sedikit koreksi serapan lahan dibandingkan dua tahun terakhir, aktivitas transaksi tetap bergairah berkat dorongan sektor Data Center dan industri terkait kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).
Laporan Knight Frank Indonesia mencatat total serapan lahan industri sepanjang semester I-2026 (1H26) mencapai sekitar 127,5 hektar. Pada saat yang sama, total pasokan stok kawasan industri di Greater Jakarta kembali bertambah dari koridor Timur hingga menyentuh angka 16.020 hektar.
Kenaikan rerata harga lahan juga terjadi di beberapa submarket akibat tingginya permintaan investor. Wilayah Bekasi, Karawang, dan Purwakarta di koridor Timur mendominasi angka serapan lahan terbesar, khususnya untuk pengembangan Data Center. Sementara dari koridor Barat, Cilegon tampil menonjol sebagai pusat pertumbuhan baru.
Cilegon tidak hanya menyerap lahan untuk industri kimia (chemical), tetapi juga mulai dilirik oleh sektor EV-related. Berkat basis industri berat, infrastruktur energi, serta dukungan jaringan pelabuhan dan logistik, Cilegon berpotensi berkembang sebagai klaster industri EV komersial sekaligus alternatif perluasan rantai pasok EV dari Jawa Barat.
Ekspansi Infrastruktur Digital dan Gudang Modern
Pengembang dan investor juga tercatat aktif menambah ruang pergudangan modern di koridor Timur Jakarta demi memenuhi permintaan dari penyewa (occupier) sektor logistik, e-commerce, manufaktur, hingga elektronik. Potensi pasokan lahan baru diprediksi tidak hanya meluas di Greater Jakarta, tetapi juga merambah hingga Subang dan Jawa Tengah.
Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip, mengungkapkan bahwa keberadaan aglomerasi kawasan industri di Greater Jakarta makin solid dalam menampung industri padat karya maupun padat teknologi.
“Submarket industri yang ada di wilayah Greater Jakarta merupakan aglomerasi kawasan yang prima untuk pengembangan industri. Terbukti dengan dominasi serapan lahan untuk sektor Data Center dan EV-related yang tidak hanya tumbuh di koridor Timur, tetapi juga mulai masuk ke koridor Barat,” ujar Willson Kalip.
Willson menambahkan, perkembangan ini memperkuat daya saing kawasan Jabodetabek sebagai multi-nodal industrial ecosystem yang siap menjadi destinasi utama investasi, baik bagi investor regional maupun global. (*AMBS)
















Discussion about this post