youngster.id - Di tengah maraknya tren ajang lari di Indonesia, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk sukses menerapkan konsep green event dalam gelaran SMARTFREN Run 2026. Diikuti oleh 7.500 peserta di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, ajang ini berhasil mengelola sebanyak 2,19 ton sampah tanpa ada satu pun limbah yang berakhir di TPA (Zero Waste to Landfill).
Director & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, menegaskan bahwa indikator keberhasilan sebuah acara olahraga berskala besar kini tidak hanya dilihat dari jumlah peserta yang mencapai garis finish, tetapi juga dampak lingkungan yang ditinggalkan.
“Keberhasilan mengelola lebih dari dua ton sampah tanpa satu pun berakhir di TPA menunjukkan bahwa event berskala besar dapat diselenggarakan secara lebih bertanggung jawab apabila prinsip keberlanjutan diterapkan sejak tahap perencanaan,” ujar Merza Fachys dalam keterangan resminya, Jumat (31/7/2026).
Bekerja sama dengan Waste4Change sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG), pengelolaan limbah dilakukan melalui pemilahan ketat di titik strategis dan diproses di Material Recovery Facility.
Dari total 2.190,1 kilogram sampah yang terkumpul selama gelaran acara, sebanyak 1,19 ton atau sekitar 54,2% di antaranya berhasil disalurkan ke mitra daur ulang untuk diolah kembali menjadi produk baru. Sementara itu, untuk jenis sampah organik, sebanyak 370 kilogram atau 16,9% dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kompos dan media budidaya larva Black Soldier Fly (BSF).
Adapun sisa sampah residu sebesar 634 kilogram atau 29% diproses menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk digunakan sebagai sumber bahan bakar alternatif.Sistem pengelolaan sampah terintegrasi ini terbukti memberikan dampak positif terukur bagi lingkungan dengan mencegah emisi gas rumah kaca hingga sebesar 3.996 kg CO₂e.
Marketing Communication & Partnership Manager Waste4Change, Pandu Priyambodo, menambahkan bahwa pencapaian ini membuktikan kolaborasi dan perencanaan sistem yang matang sejak awal mampu mengalihkan seluruh sampah dari TPA sekaligus mendukung implementasi ekonomi sirkular di Indonesia.
“Kolaborasi bersama SMARTFREN menunjukkan bahwa pemilahan dan pengolahan yang terintegrasi dapat mengalihkan seluruh sampah dari TPA serta menghasilkan dampak lingkungan yang terukur,” ujarnya.
STEVY WIDIA
