Sabtu, 3 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Swamedikasi Makin Jadi Pilihan Anak Muda, Edukasi Yang Tepat Jadi Kunci

1 Oktober 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
Swamedikasi Makin Jadi Pilihan Anak Muda, Edukasi Yang Tepat Jadi Kunci

Acara Talkshow Pencegahan Flu dan Batuk di Musim Pancaroba bersama Actifed. (Foto: istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Perkembangan teknologi membuat akses terhadap informasi kesehatan menjadi semakin mudah. Google bahkan menyebut lebih dari satu miliar pertanyaan terkait kesehatan diajukan melalui Google Search setiap hari. Di saat yang sama, semakin banyak pengguna yang memanfaatkan Gemini untuk mengajukan pertanyaan seputar kesehatan maupun mendukung kebutuhan wellness mereka.

Kemudahan tersebut turut mendorong kebiasaan self-care, terutama ketika masyarakat menghadapi keluhan ringan seperti batuk dan pilek. Namun, banyaknya informasi yang tersedia juga membuat kemampuan memahami gejala dan memilih sumber informasi yang tepat menjadi semakin penting.

Di tengah kebiasaan masyarakat mencari informasi secara mandiri, tantangannya bukan lagi sekadar menemukan informasi, tetapi memastikan informasi tersebut dipahami dan digunakan dengan tepat. Hal ini menjadi penting ketika informasi yang ditemukan digunakan sebagai dasar untuk melakukan swamedikasi.

Karena itu, Actifed di bawah Haleon Indonesia bersama Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) meluncurkan modul edukasi baru berjudul “Batuk dan Pilek dari Perspektif Pasien: Menjawab Keluhan Pasien dengan Edukasi dan Konseling Berbasis Self-Care”.

“Di Haleon, tujuan kami untuk menghadirkan solusi kesehatan sehari-hari yang lebih baik dengan kemanusiaan, melampaui sekadar menyediakan produk-produk terpercaya. Komitmen ini juga mencakup upaya dalam membantu masyarakat dalam memberikan pengetahuan dan membangun kepercayaan diri yang mereka butuhkan dalam mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan mereka,” kata Dhanica MaeDumo-Tiu, General Manager Haleon Indonesia, dalam acara edukasi yang melibatkan 100 apoteker dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan para ahli kesehatan, Kamis (1/10/2026) di Jakarta.

Modul tersebut dirancang untuk membekali apoteker dengan panduan praktis ketika memberikan konsultasi kepada masyarakat. Materinya mencakup pemahaman terhadap keluhan pasien, penggunaan obat secara bertanggung jawab, sekaligus membantu mengidentifikasi kondisi yang membutuhkan saran medis lebih lanjut.

“Apoteker memiliki posisi penting dalam ekosistem self-care karena menjadi salah satu tenaga kesehatan yang relatif mudah dijangkau masyarakat. Ketika seseorang masih ragu dengan gejala yang dialami atau obat yang akan digunakan, konsultasi dengan apoteker dapat menjadi langkah untuk memperoleh informasi yang lebih sesuai dengan kondisi yang dihadapi,” katanya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Lucy Novianti sekaligus penulis modul itu mengungkapkan, masyarakat masih kerap menentukan obat berdasarkan pengalaman sebelumnya atau rekomendasi orang lain.

“Kami sering menjumpai orang yang telah menentukan sendiri obat atau penanganan medis berdasarkan kebiasaan pribadi sebelumnya atau rekomendasi orang lain saat mengalami gangguan kesehatan umum, khususnya flu, batuk, pilek, atau masalah pernapasan ringan lainnya. Padahal, kondisi dan gejala yang dialami bisa berbeda antara satu individu dengan individu lainnya, begitu pula dengan tingkat keparahan gejalanya,” katanya.

Menurut Lucy, modul edukasi yang dikembangkan bersama Actifed dan IAI dapat menjadi sarana tambahan bagi apoteker dalam memberikan konseling kepada konsumen. Edukasi tersebut juga diharapkan membantu masyarakat memahami kapan swamedikasi dapat dilakukan dan kapan membutuhkan saran medis lebih lanjut.

Di sisi lain, Dokter Umum dr. Ikhsanuddin Qoth’i menjelaskan bahwa gejala batuk dan pilek dapat muncul dengan karakteristik, intensitas, serta durasi yang berbeda pada setiap orang.

“Gejala yang menetap, bertambah parah, atau disertai tanda-tanda peringatan tertentu mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut, karena bisa jadi berkaitan dengan masalah kesehatan pernapasan lainnya, seperti ISPA atau influenza,” ujarnya.

Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan perkembangan gejala dari waktu ke waktu. Kebiasaan mencari informasi secara mandiri dapat menjadi bagian dari upaya mengenali kondisi tubuh, tetapi keputusan mengenai penanganan tetap perlu mempertimbangkan tingkat keparahan gejala dan saran tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, kemudahan teknologi dalam mencari informasi kesehatan membuat self-care semakin mudah dilakukan. Namun, akses informasi juga perlu diikuti kemampuan untuk memilah sumber, memahami kondisi, dan mengetahui kapan harus mencari bantuan profesional.

Di sinilah peran tenaga kesehatan, termasuk apoteker, tetap penting. Ketika masyarakat semakin mandiri dalam mencari informasi kesehatan, edukasi yang tepat dapat membantu memastikan kebiasaan self-care tidak berhenti pada pencarian informasi, tetapi juga dilakukan secara bertanggung jawab.

 

STEVY WIDIA

Tags: ActifedAIApotekergenerasi mudaHaleon IndonesiaKesehatanSwamedikasiteknologi
Previous Post

Telkom Spin-Off Bisnis Fiber senilai Rp85,7 Triliun ke InfraNexia

Next Post

Jumlah Perusahaan Pemilik Aset Kripto di Indonesia Melonjak 92,8%, Tembus 943 Badan Usaha

Related Posts

Produksi Animasi Makin Kompleks, Lenovo Perkuat Infrastruktur Komputasi DreamWorks Animation
Technology

Produksi Animasi Makin Kompleks, Lenovo Perkuat Infrastruktur Komputasi DreamWorks Animation

3 Oktober 2026
0
Indosat AI
Digital Business

Indosat Masuk Babak Baru, Perluas Ekosistem AI dan Targetkan 2 Juta Talenta Digital

2 Oktober 2026
0
Huawei Perluas Akses ke Ekosistem Teknologi, Sudah 100 Toko Experience di Indonesia
Industry

Huawei Perluas Akses ke Ekosistem Teknologi, Sudah 100 Toko Experience di Indonesia

30 September 2026
0
Load More
Next Post
Perusahaan pemilik aset kripto Indonesia

Jumlah Perusahaan Pemilik Aset Kripto di Indonesia Melonjak 92,8%, Tembus 943 Badan Usaha

Risiko AI pada industri fintech

84% Fintech Adopsi AI, OJK dan AFTECH Ingatkan Risiko Penipuan Deepfake di Sektor Keuangan

Black and Veatch x PT PP

Gandeng Black & Veatch, PT PP Garap Desain Teknik PLTGU Batam Bintan 1 Berkapasitas 120 MW

Discussion about this post

Recent Updates

Produksi Animasi Makin Kompleks, Lenovo Perkuat Infrastruktur Komputasi DreamWorks Animation

Produksi Animasi Makin Kompleks, Lenovo Perkuat Infrastruktur Komputasi DreamWorks Animation

3 Oktober 2026
Inovasi GeO-Fert PGE Kamojang

Inovasi GeO-Fert PGE Kamojang: Manfaatkan Uap Panas Bumi, Pangkas Pengeringan Pupuk Jadi 12 Jam

3 Oktober 2026
Future Menu 2026: Kuliner Tradisional Indonesia Layak Jadi Inspirasi Menu Modern

Future Menu 2026: Kuliner Tradisional Indonesia Layak Jadi Inspirasi Menu Modern

3 Oktober 2026
startup Indonesia tutup

Startup Indonesia Berguguran di Tengah Funding Winter

3 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Produksi Animasi Makin Kompleks, Lenovo Perkuat Infrastruktur Komputasi DreamWorks Animation

Produksi Animasi Makin Kompleks, Lenovo Perkuat Infrastruktur Komputasi DreamWorks Animation

3 Oktober 2026
Inovasi GeO-Fert PGE Kamojang

Inovasi GeO-Fert PGE Kamojang: Manfaatkan Uap Panas Bumi, Pangkas Pengeringan Pupuk Jadi 12 Jam

3 Oktober 2026
Future Menu 2026: Kuliner Tradisional Indonesia Layak Jadi Inspirasi Menu Modern

Future Menu 2026: Kuliner Tradisional Indonesia Layak Jadi Inspirasi Menu Modern

3 Oktober 2026
startup Indonesia tutup

Startup Indonesia Berguguran di Tengah Funding Winter

3 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version