youngster.id - Untuk mendukung diagnosis presisi hingga deteksi dini, RS Bunda Jakarta mengoperasikan teknologi pencitraan medis Magnetic Resonance Imaging (MRI) 3 Tesla (3T). Pengadaan fasilitas diagnostik ini dilakukan berkolaborasi dengan Philips sebagai bentuk transformasi layanan medis dalam mendukung penanganan kasus kompleks dan pengembangan Center of Excellence di rumah sakit tersebut.
Kehadiran MRI 3 Tesla dirancang untuk meningkatkan kemampuan klinis tim dokter melalui sajian pencitraan gambar yang lebih detail, presisi, dan akurat. Teknologi ini ditujukan untuk mendukung tindakan medis rumit seperti transplantasi ginjal, reseksi liver, operasi kanker payudara berbasis robotik, hingga pembedahan epilepsi.
Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, menjelaskan bahwa penguatan fasilitas ini difokuskan pada pemenuhan manfaat klinis secara nyata bagi para pasien.
“Kehadiran MRI 3 Tesla menjadi bagian dari penguatan layanan diagnostik sekaligus mendukung pengembangan Center of Excellence dengan mengintegrasikan teknologi, keahlian dokter, dan layanan untuk menghadirkan perawatan holistik bagi keluarga,” ujar Dr. Ivan, dikutip Sabtu (10/10/2026).
Kolaborasi Strategis Bersama Philips dan Tim Multidisiplin
Penyediaan teknologi MRI 3 Tesla dilakukan melalui kemitraan bersama perusahaan teknologi kesehatan Philips. Integrasi ini diselaraskan dengan alur kerja pelayanan medis serta alokasi tim radiologi multidisiplin di RS Bunda Jakarta.
Dokter Spesialis Radiologi RS Bunda Jakarta, Dr. dr. Jacub Pandelaki, menyampaikan bahwa pencitraan presisi tinggi ini sangat krusial dalam menunjang pengambilan keputusan klinis lintas spesialisasi.
“Kehadiran MRI 3 Tesla memperluas sumber daya pencitraan yang tersedia bagi tim radiologi kami. Fokus kami adalah memilih pendekatan pencitraan yang paling sesuai dengan kebutuhan klinis dan bekerja erat dengan rekan-rekan spesialis sebagai bagian dari perjalanan perawatan pasien secara menyeluruh,” kata Dr. Jacub.
Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri Ramayanti Dharmawan, menyambut baik kolaborasi tersebut dan menekankan pentingnya sinergi alur kerja alat kesehatan dengan tenaga medis di lapangan.
“Teknologi kesehatan memberikan nilai terbesar ketika menjadi bagian yang selaras dari proses pelayanan kesehatan. Kami senang dapat mendukung BMHS dalam memperkuat pencitraan diagnostik di RS Bunda Jakarta, sekaligus bekerja bersama tim mereka untuk mengintegrasikan teknologi,” tutur Astri.
Langkah ini mempertegas komitmen RS Bunda Group dalam memperluas cakupan penanganan medis kompleks berkelanjutan berbasis kebutuhan pasien dan keluarga Indonesia. (*AMBS)



















Discussion about this post