Pameran Industri Grafika FGDexpo 2017 Hadapi Ekosistem Baru

Kepala Bekraf Triawan Munaf meninjau Pameran Industri Grafika FGDexpo 2017 di JCC. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

youngster.id - Pameran Industri Grafika FGDexpo 2017 digelar dengan tema Connectivity. Dengan ini FGDexpo 2017 ingin memberikan pandangan dan solusi dalam menyikapi isu-isu di industri grafika, seperti kehadiran wadah teknologi dan ekosistem baru.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan, FGDexpo 2017 bisa memicu tumbuhnya industri-industri kecil (IKM) pendukung grafika sehingga bisa menyerap tenaga kerja. Sebaliknya, industri kreatif dan grafika juga dapat memberikan nilai tambah bagi produk di industri-industri lain di Indonesia.

“Saya menyambut sekali diadakannya pameran dua tahunan ini karena dapat menunjukkan the state of art dari apa yang kita miliki, apa yang bisa kita berikan kepada bangsa terutama untuk sektor industri kreatif itu akan saling berkaitan,” kata Triawan melalui rilis, Kamis (24/8/2017).

FGDexpo 2017 dihadiri oleh 97 peserta yang terdiri dari produsen, distributor, penyedia produk dan jasa grafika, asosiasi perusahaan dan profesi, institusi pendidikan, dan mitra luar negeri. Berbagai inovasi terbaru dari berbagai kategori di industri grafika ditampilkan di sini. Mulai dari Printing and Digital Printing Equipment, Packaging and Label Production Technology, Promotion and Advertising Equipment.

Baca juga :   Kuliner Natural Indonesia Diminati Di AS

Book Binding and Print Finish, Paper Distributors and Converting Equipment, Services (Advertising Companies and Printers), hingga Premed Equipment and Software.

Danton Sihombing, Chairman FGDforum, menjelaskan, saat ini perindustrian dan manufaktur dunia memasuki ambang revolusi industri keempat; Industri 4.0, dalam dunia yang bergerak cepat dan saling terkoneksi. Perihal-perihal ini tak terelakan dalam gelombang inovasi teknologi, globalisasi, dan pembauran budaya.

“Oleh karenanya gagasan “Connectivity” menjadi mantra yang relevan untuk mencari solusi dalam lanskap digital saat ini,” kata dia.
FGDexpo 2017 menempati area pameran indoor seluas 12.000 meter persegi di Hall A dan B Jakarta Convention Center. Bekerja sama dengan PT Amara Pameran Internasional (API), pameran yang berlangsung untuk ke-8 kalinya ini diselenggarakan pada 24–27 Agustus 2017 di area Hall A dan Hall B Jakarta Convention Center (JCC).

FGDexpo 2017 menargetkan lebih dari 20.000 buyers, baik perorangan maupun perusahaan. FGDexpo terbuka untuk umum dengan harga tiket masuk Rp 50.000.

FAHRUL ANWAR