youngster.id - Meskipun indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51% berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tantangan besar masih membayangi pelaku usaha mikro. Data World Bank Global Findex mengungkap bahwa lebih dari 60% UMKM di Indonesia masih kesulitan memperoleh pendapatan stabil, yang berdampak pada ketidakmampuan rumah tangga dalam mengelola dan merencanakan keuangan.
Menanggapi fenomena tersebut, Amartha menggelar rangkaian Road to The 2026 Asia Grassroots Forum bertajuk “Accelerating Growth, Nurturing Changemakers”. Diskusi yang difasilitasi oleh Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) ini mempertemukan lebih dari 20 mitra lintas sektor untuk merumuskan konsep financial health (kesehatan keuangan) yang berkelanjutan bagi komunitas akar rumput.
Chief Compliance & Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto, menegaskan bahwa sekadar memberikan akses permodalan tidaklah cukup untuk menjamin kesejahteraan jangka panjang. UMKM memerlukan intervensi menyeluruh untuk mencapai ketahanan finansial yang tangguh.
“Akses keuangan perlu dibarengi dengan intervensi, mulai dari pendampingan, edukasi, teknologi yang mudah, akses pasar, hingga kebijakan. Inilah yang mendasari Amartha mengumpulkan mitra lintas sektor untuk merumuskan ketahanan kesehatan keuangan bagi komunitas akar rumput,” papar Aria, Senin (11/5/2026).
Senada dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif KEM, Fito Rahdianto, menilai inisiatif ini sangat penting untuk menyelaraskan pandangan berbagai pihak agar pendekatan yang diambil lebih relevan dan aplikatif bagi bisnis berkelanjutan.
Konsep financial health dipandang sebagai cara pandang yang lebih komprehensif dalam melihat kondisi keuangan masyarakat dibanding sekadar angka inklusi. Hal ini diamini oleh Analis Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau Bank Indonesia, Siti Humaira, yang menekankan pentingnya penyamaan definisi implementasi karena konsep ini masih relatif baru.
Sebagai langkah konkret, Amartha akan menggelar puncak acara The 2026 Asia Grassroots Forum pada 3-4 Juni 2026 di Jakarta. Dengan tema “Enabling Growth, Elevating Financial Health”, forum ini ditargetkan dihadiri oleh 500 delegasi lintas sektor, mulai dari investor, akademisi, hingga pemangku kebijakan dalam dan luar negeri.
“Keberhasilan financial health harus diukur dari ketangguhan komunitas akar rumput dalam menghadapi risiko. Melalui forum ini, kami mengajak semua pihak berkontribusi merumuskan solusi yang dapat diimplementasikan secara luas,” tutup Aria.
STEVY WIDIA
